Sebelum mulai, aku cuma mau kasih tau kalau foto-foto yang aku selipkan sebagai cast itu aku ambil dari pinterest. Cr tertera di fotonya^^
Happy reading~
<><><><><>
Jika di rumah keluarga yang lain minim akan ketenangan, lain halnya di rumah keluarga Johansson. Ketenangannya bahkan melebihi ekspetasi Harvey ketika ingin membeli pakaian baru bersama Mamanya. Alias, sangat kontras sekali jika dibandingkan dengan tetangga sebelah kanan dan kiri alias keluarga Harvey dan Hafiz.
Kecuali jika Carlos sudah heboh karena tidak menemukan Lala di kerajaannya. Anak satu itu sudah pasti akan kelabakan sendiri dan alhasil menghebohkan satu rumah. Tidak perlu heran, bukan Carlos namanya jika tidak heboh sendiri. Dan Elvano sudah terbiasa akan hal itu. Yang penting si Lala tidak masuk ke kamarnya saja.
"Buna? Ayah? Abang?"
Carlos yang baru kembali dari belakang rumah setelah membersihkan kandang milik majikannya, lantas masuk dan langsung mendapati Rania yang sedang berada di dapur membuat kue, Jayden yang sedang menonton berita pagi di hari cutinya bekerja, serta Elvano yang entah sibuk menggambar apa di laptopnya. Ketiga orang dewasa itu menoleh, mendapati Carlos yang masih memegang sikat, lengan panjangnya yang digulung sebatas siku, serta celana basket pendek kesayangannya.
"Adek kenapa?" Jayden lantas bertanya pada Carlos yang masih berdiri di pintu samping dengan keadaan baju yang telah basah setengah. Tidak ada niatan masuk dari anak itu sampai akhirnya Carlos mengatakan sesuatu, "Baju Lala kok gak ada di jemuran? Kemarin sore kan aku jemur, kenapa gak ada?"
"Coba tanya Buna. Bun? Kamu liat baju Lala yang dijemur gak?"
Rania yang dari arah dapur begitu mendengar suara suaminya bertanya lantas menoleh. Meninggalkan sejenak adonan kue yang ia buat guna menghampiri tiga anggota keluarganya.
Sekedar informasi, meskipun Carlos bukan anak dari Rania dan Jayden, tapi tetap saja selama Carlos tinggal di rumah mereka maka Carlos juga anak mereka. Adik dari Elvano dan kakak tertuanya. Dan orang tua Carlos pun tidak masalah akan hal itu. Dan lagi, keduanya yang sibuk dengan pekerjaan membuat kurangnya waktu kebersamaan antara orang tua dan anak. Hal itu memicu Carlos lebih memilih untuk tinggal bersama keluarga Johansson daripada tinggal sendiri di rumahnya yang megah itu.
"Bukannya ada di tempat jemur baju? Kemarin Buna masih lihat kok. Mau Buna angkat tapi kayaknya masih basah, ya udah Buna tinggal siapa tahu besok kering." Penjelasan Rania membuat Carlos mengerucutkan bibirnya. Bahunya bahkan ikut turun seiring helaan nafas yang keluar juga terdengar berat.
Yang ada di pikiran Carlos saat ini adalah mana mungkin baju milik Lala, anjingnya, hilang diambil orang? Orang bodoh mana yang akan mengambil baju kecil ukuran anak anjing? Sinting memang.
"Gak ada, Bun. Masa... ilang? Kan aku baru beli itu dua minggu yang lalu," kata Carlos lesu.
Rania yang melihat itu lantas menatap sang suami yang juga masih menatapnya. Menghela nafas sebelum akhirnya mendekati Carlos agar ia bawa ke dalam pelukannya. "Ya udah kalau emang ilang, ikhlasin aja. Nanti Buna beliin yang baru, ya? Yang lebih bagus dari itu, biar Lala seneng. Mau?"
Bahkan setelah dibujuk oleh Rania pun, tidak membuat raut wajah Carlos berubah ceria. Yang ada di pikiran anak umur enam belas tahun itu adalah, jika Rania dan Jayden saja tidak tahu kemungkinan besar baju Lala hilang. Tapi ia belum bertanya pada Elvano, tapi jika diingat kembali kakak sepupunya itu kan memiliki alergi pada hewan berbulu seperti Lala contohnya.
"Abang?"
Suara panggilan Carlos bahkan membuat Jayden dan Rania menoleh menatap si bungsu pertama yang masih sibuk menggambar di laptopnya. Yang duduk di sofa berjarak dari Jayden sekitar lima meter saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE KANIGARA'S SQUAD
SonstigesHanya sebuah cerita tentang enam orang pemuda tampan yang tinggal bersama keluarga mereka di kawasan ibu kota. Banyak hal yang diceritakan oleh mereka, termasuk keluarga mereka sendiri. Penasaran? Let's read the story The original story of The Kanig...
