Chapter 16 [Bakar 2]

128 9 0
                                        

What's up fellas?

How was your day? I hope y'all in a good mood :)

Hope you guys enjoy it. Aku sengaja update lagi bcs... entah aku sendiri juga gak tau, lagi pengen aja ehehe :")

Okay! Happy reading everyone!

.

.

.

.

.

Hafiz, Najwa, Yoga, serta Yeva yang bertugas untuk menyiapkan hingga membersihkan segala perlengkapan yang akan digunakan mereka untuk pesta kecil nanti, telah selesai. Hafiz dan Yoga terlihat tengah santai, bahkan Hafiz juga sibuk dengan kamera yang ia bawa dan laptopnya. Sedangkan Yoga sibuk dengan tablet pc miliknya. Berbanding terbalik dengan dua laki-laki yang tengah bersantai itu, Najwa dan Yeva justru memilih untuk menyibukkan diri mereka di dapur.

"Iya, halo?"

Semua pandangan tertuju pada Yoga yang terlihat sedang menelepon dengan seseorang entah siapa. Tapi kemudian, mereka kembali sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Hafiz dengan laptopnya, Najwa dan Yeva dengan camilan mereka di dapur.

"Ya udah, Yoga kesitu aja." Panggilan berakhir ketika Yoga mematikannya secara sepihak. Kemudian, Yoga berdiri dengan memasukkan ponsel ke dalam celana pendeknya.

"Gue keluar dulu," kata Yoga yang mengundang tanya dari Hafiz dengan tatapan matanya.

"Kemana? Rahmatullah?"

PLAK!

"Astaga mulutnya! Belum aja gue jejelin tai kucing lo ah!" Hardik Yoga dan jangan lupakan dengan gerakan tangannya yang reflek memukul kepala Hafiz begitu saja. "Ya kan siapa tahu, Ga" timpal Hafiz tanpa dosanya.

"Iya siapa tahu lo yang duluan!"

"Coy! Amit amit!"

"Gue mau ke rumah paman gue, yang di belakang tadi." Perkataan Yoga mengundang rasa penasarannya. Ya bagaimana tidak penasaran jika Yoga tiba-tiba dihubungi orang yang rupanya pamannya dan disuruh datang ke rumahnya.

"Ngapain? Malak sepupu lo?" Yoga menghela nafasnya dan menatap datar Hafiz. Dia hanya merasa tidak habis pikir dengan pemikiran Hafiz yang pendek itu menurutnya. Mana ada Yoga memalak sepupunya? Yang ada justru dia yang diminta ini dan itu oleh sepupunya. Agak kesal tapi memang begitu kenyataannya :")

Sepeninggal Yoga yang pergi ke rumah sepupunya, tersisa lah Hafiz, Najwa, dan Yeva. Hafiz sibuk dengan laptopnya sementara Najwa dan Yeva sibuk memakan camilan di ruang makan sembari memperhatikan Hafiz yang sibuk entah melakukan apa. Karena yang mereka lihat adalah Hafiz yang bolak-balik berkutat dengan kamera dan laptopnya.

"Adem gak sih kalau gini tuh?" Najwa hanya tertawa kecil mendengar ucapan Yeva. Lucu sekali menurutnya. Mungkin bagi Yeva, mendengar keributan para laki-laki membuatnya seakan gerah. Dan begitu mereka dipisah, suasana berubah damai.

"Tapi seru loh denger mereka kalau ribut. Gak ada yang mau ngalah," timpal Najwa.

"Btw, kalian semua disini satu kampus?" Tanya Yeva yang sejujurnya ia sangat penasaran. Terlebih beberapa dari mereka nampak sudah akrab, seperti Gisella dengan Yoga dan Harvey, atau Queensha dengan Elvano. Yeva berpikir jika mereka saling mengenal satu sama lain tanpa canggung kecuali dirinya dan Elena.

Najwa mengangguk sambil sesekali memasukkan camilan berupa keripik ubi itu ke dalam mulutnya, "Cuma beda jurusan," kata Najwa menambahkan. Hal itu membuat Yeva mengangguk paham, "Pantes akrab banget."

THE KANIGARA'S SQUADTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang