Holla~
Long time no see fellas 👋
Happy Reading 💕
.
.
.
.
Biasanya jika sebelum ujian tiba, akan selalu ada minggu tenang. Ya, silent week sebelum UTS maupun UAS.
Tapi, sayangnya hal itu tidak berlaku bagi para bujang komplek Kanigara. Kenapa? Karena minggu tenang mereka terganggu, dan pelakunya adalah Hafiz.
Bukan, bukan karena ikut tawuran anak SMA atau kegiatan buruk lainnya.
Hafiz masuk rumah sakit alias Hafiz sedang dirawat akibat dua hari yang lalu ia mengeluh lemas akibat diare berkepanjangan. Dan begitu diperiksa, dokter justru menyarankan Hafiz untuk dirawat di rumah sakit. Alhasil berita itu sampai pada telinga teman-temannya. Siapa lagi jika bukan Naufal yang bercerita kesana kemari.
"Heh! Lo pada kalau mau ngambis buat UAS, pindah gih. Jangan di kamar gue," kata Hafiz yang lelah menatap teman-temannya.
Benar, di ruangan rawat berjenis VIP itu Hafiz dihadapkan teman-temannya yang sedang berubah menjadi mahasiswa ambis. Sebenarnya, mereka semua termasuk Hafiz masuk ke dalam mahasiswa pertengahan, alias ambis tidak, malas juga tidak.
Tapi kali ini, Hafiz yang tengah berbaring di ranjang rumah sakitnya, harus berhadapan dengan Elvano dan Sean yang berkutik dengan laptopnya, Harvey dengan percobaannya membuat desain baru, Yoga dengan buku-buku tebalnya, dan Rakha yang sedang mengerjakan tugasnya. Posisi mereka bahkan berbeda-beda. Rakha, Harvey, dan Yoga mereka duduk di bawah dengan buku yang diletakkan di meja, sedangkan Elvano dan Sean berada di sofa.
"Heh, para kawan bajingan kuh. Gue ngomong sama kalian, denger kagak?!"
Kelimanya lantas menoleh. Hal itu membuat Hafiz meneguk liurnya sendiri ketika mendapati para kawannya menatap dirinya dengan tatapan datar. Meskipun datar, percayalah tatapan mereka seperti itu sungguh mengerikan bagi seorang Hafiz. Ditambah ia harus melihat Harvey dan Elvano yang menaikkan salah satu alis mereka.
"Plis banget ini mah. Kalau lihatin gue jangan kompak banget ngapa? Serem bener buset dah," kata Hafiz.
"Sekarang gue tanya. Lo UAS nanti gimana? Susulan?" Pertanyaan Rakha membuat Hafiz mengulum bibirnya sendiri. Dengan jari yang mengusap bawah dagunya, pose sok berpikir.
"Ya gue tinggal ikut UAS online, it's easy man. Lagian, ujian masih tiga hari lagi luma–"
BRAK!
"Yoga bangsat!"
"Cocotnya anak si Tio emang minta banget gue geprek ya. Ngana pikir aje sih, ujian tinggal tiga hari lagi, dan lo masih bilang 'lumayan'? Wah badan lo yang sakit, tapi otak lo yang geser." Perkataan Yoga membuat Hafiz membalas dengan melempar bantal sofa yang sebelumnya dilemparkan ke arahnya. Maksudnya dilempar balik ke arah Yoga. Sayangnya saja hal itu tidak kena, justru si bantal tergeletak tidak berdaya di lantai.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE KANIGARA'S SQUAD
RandomHanya sebuah cerita tentang enam orang pemuda tampan yang tinggal bersama keluarga mereka di kawasan ibu kota. Banyak hal yang diceritakan oleh mereka, termasuk keluarga mereka sendiri. Penasaran? Let's read the story The original story of The Kanig...
