Ayoooooooo~
Happy reading y'all and sorry for the typos 😉
•
•
•
•
•
Pergantian tahun masih cukup lama, dan masih cukup waktu untuk menyiapkan segala hal yang ingin dilakukan. Bagi mereka yang lebih suka menikmati pergantian tahun dengan berjalan-jalan, sudah pasti akan memilih untuk pergi ke tempat wisata yang memiliki suasana menyenangkan untuk menikmati bergantinya tahun.
Seperti yang dilakukan para enam pemuda dari komplek Kanigara. Mereka sudah sibuk menyiapkan segala hal dari pagi. Mereka yang memiliki rencana untuk melakukan acara bakar-bakaran di rumah saja, memang sudah sibuk sejak mereka memutuskan untuk melakukan kegiatan itu.
Sebelumnya, mereka memang memiliki rencana masing-masing. Seperti Rakha yang katanya berencana untuk mudik ke kampung halaman sang ayah, tapi ia memutuskan untuk tidak ikut dan berakhir dengan tinggal sendirian selama orang tuanya berada jauh darinya.
Lalu Sean dan Yoga, yang juga memutuskan untuk tidak ikut pergi bersama dengan orang tua mereka karena memilih untuk melakukan acara mereka sendiri bersama dengan teman-teman yang lain. Lalu Hafiz, yang menolak mentah-mentah bujukan sang mama agar ikut liburan bersama karena memang ingin menikmati malam tahun baru kali ini dengan teman-temannya.
Lalu Harvey, yang memang tidak memiliki rencana pergi kemanapun setelah dua hari sebelumnya, orang tuanya tiba di tanah air. Yang membuat Harvey jadi menumpang hidup sementara sejak natal bersama dengan keluarga Elvano. Dan si Elvano selalu pemilik rumah, harus rela membatalkannya rencana keluarga mereka karena ya saat ini rumah keluarga Johansson menjadi tempat penyelenggara malam tahun baru Elvano dan teman-temannya.
Rania dan Jayden juga tidak bisa melarang ketika anak mereka meminta izin untuk membiarkan teman-temannya menikmati malam tahun bersama. Tidak hanya Elvano, bahkan Matteo juga ikut mengajak teman-temannya agar berkumpul di rumahnya. Selain itu, Rania dan Jayden juga mendapat amanah untuk menjaga anak-anak itu selama orang tua mereka tidak ada di rumah. Tentu Rania dan Jayden tidak bisa menolak permintaan tersebut, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk membatalkan rencana pergi mengunjungi orang tua Jayden. Mungkin mereka akan pergi keesokan harinya.
"Ini... Kok cuma segini orangnya?" Tanya Jayden ketika melihat hanya ada beberapa anak saja yang berada di taman belakang rumahnya. Tadinya Jayden sempat melihat banyaknya pasukan dari dua kubu anaknya, Elvano dan Matteo yang sama membawa teman-temannya ke rumah.
"Yang lain lagi ke masjid, om. Nanti juga pulang," yang menjawab adalah Yoga. Yang sibuk merapikan peralatan makan di atas meja. Sedangkan yang lain, ada yang sibuk membantu Carlos membuat tenda karena anak itu tiba-tiba ingin merasakan camping di taman belakang, dan ada juga yang sibuk menyiapkan panggangan. Serta di dapur, tentu ada Rania yang sibuk menyiapkan bahan makanannya.
Jayden yang diberitahu bahwa yang lain akan menyusul nanti, tentu hanya menganggukkan kepalanya. Sebelum akhirnya ia memilih untuk membantu Carlos yang berada di depan tendanya, yang bibirnya sudah mengerucut lucu.
"Kenapa? Daritadi belum jadi, Ayah lihat." Kata Jayden yang membuat Carlos menatapnya lalu menghela nafas. Disampingnya ada Elvano yang justru lebih memilih membantu adiknya memasang tenda daripada membantu pekerjaan yang lain. Karena Elvano pikir, sudah ada yang lain termasuk teman-teman kakaknya untuk apa ia membantu lagi?
"Ya gimana mau jadi cepet, orang si adek ngeyel terus dikasih tahunya." Itu kata Elvano yang akhirnya menceritakan keluh kesahnya memasang tenda bersama Carlos sejak tadi.
"Ih kan aku gak tahu kalau jadinya begitu."
"Ya kan Abang udah bilang, ini ikutin dari petunjuknya. Tapi kamu ngeyel, 'bukan gitu... Tapi gini' hilih," timpal Elvano yang tidak mau kalah, dan semakin membuat Carlos mengerucutkan bibirnya. Pasalnya memang, sejak membantu Carlos memasang tenda sesuai keinginannya selalu saja banyak celotehan dari anak itu. Yang ini lah, yang itu lah, atau tidak sesuai apa yang terucap dari bibirnya tanpa peduli dari kertas petunjuknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE KANIGARA'S SQUAD
DiversosHanya sebuah cerita tentang enam orang pemuda tampan yang tinggal bersama keluarga mereka di kawasan ibu kota. Banyak hal yang diceritakan oleh mereka, termasuk keluarga mereka sendiri. Penasaran? Let's read the story The original story of The Kanig...
