Holla fellas 👋
Sorry for late update ^^
Happy reading
.
.
.
.
.
"Hadaaahhh!"
"Ya Tuhan pinggang jompo gue!"
Mereka, sebut saja para pemuda dan pemudi yang berlibur ke Malang, baru saja tiba di sebuah villa yang sengaja di sewa oleh keluarga Tigra, alias keluarga Yoga.
Sebuah rumah penginapan yang cukup besar milik keluarga Tigra, sengaja Tigra pinjamkan untuk anak-anak serta teman-temannya yang ingin liburan ke Malang. Karena kebetulan mereka memilih pergi ke sana, Yoga lantas bilang pada sang ayah soal kepemilikan rumah penginapan milik keluarganya yang tidak terlalu sering dikunjungi. Memang tidak sulit, mengingat keluarga besar Tigra yang tinggal di Malang, senang ketika mendengar kabar Yoga dan teman-temannya yang akan datang.
Oke, kembali pada para anak-anak yang sedang melakukan liburan ala mereka.
"Padahal gue cuma duduk kalo gak rebahan tapi berasa bagian pinggang ke bawah kayak ilang,"
Berbeda dengan para laki-laki yang langsung mengambil posisi duduk dan rebahan di sofa, lain halnya dengan para gadis yang masing-masing bergerak menuju kamar mereka. Melihat-lihat letak kamar yang kemungkinan bisa mereka tempati.
"Ini pembagian kamarnya gimana?" Tanya Najwa pada para lelaki yang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, setelah ia selesai melihat seluruh kamar yang ada di dalam villa tempat mereka menginap. Kemudian Najwa duduk di atas karpet di ruang tengah, tepat di depan sofa sembari meluruskan kakinya. Diikuti oleh Shakila, Gisella, Yeva –sepupu dari Shakila, dan Elena –sepupu dari Gisella. Jangan tanya kemana Queensha, soalnya dia sibuk memeriksa kamar hingga ke bagian dalamnya.
"Cewek di bawah, laki di atas." Ucapan Yoga lantas mendapat pukulan dari Gisella tepat di kepalanya, yang tentu hal itu mendapat Yoga meringis. "Enteng bener itu tangan?" Yoga membalasnya dengan menarik ujung rambut Gisella, yang membuat perempuan itu mendelik tidak terima.
"Mana ada kita para ciwi tidur di kamar bawah? Sedangkan lo para laki enak-enakan tidur di kamar atas. Sopan lo begitu, Ga?"
"Cih, drama!" Cibir Yoga.
Yang lain? Tentu memperhatikan perdebatan antara dua mahasiswa jurusan Hubungan Internasional itu. Seru juga rupanya. Bagi para perempuan di sana, jarang sekali melihat Gisella beradu mulut, kecuali Yeva yang tidak mengenal lebih jauh siapa Gisella. Sedangkan para laki-laki, perdebatan antara Yoga dan Gisella bahkan lebih seru dibandingkan perdebatan antara Rakha dan Hafiz.
"Seru juga nih drama azab," kata Harvey sambil memakan camilan yang ia ambil dari dalam tas Elvano. Yang tidak sadar bahwa si pemilik camilan tengah menatap Harvey dengan tatapan datarnya. "Seru sih seru, tapi ya jangan lo comot juga jajanan gue nyet! Sopan lo gitu?"
"Hehehe... Tas lo paling deket," setelah menunjukkan cengiran tanpa dosanya, alhasil jitakan di kepala lah yang didapatkan Harvey dari seorang Elvano. Sungguh penyayang sekali temannya itu.
"Jadi... Ini pembagian kamarnya gimana?" Yeva yang sejak tadi terdiam dan memperhatikan semua perdebatan diantara mereka, akhirnya bersuara. Yang tentu saja hal itu membuatnya menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di ruang tengah tersebut. Yeva yang merasa aneh dengan tatapan semua orang, hanya mengerjapkan kedua matanya dan tangannya yang menarik pelan ujung pakaian yang dikenakan oleh Shakila.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE KANIGARA'S SQUAD
De TodoHanya sebuah cerita tentang enam orang pemuda tampan yang tinggal bersama keluarga mereka di kawasan ibu kota. Banyak hal yang diceritakan oleh mereka, termasuk keluarga mereka sendiri. Penasaran? Let's read the story The original story of The Kanig...
