Hai hola anyeong bonjour!
Aku datang lageee
Maaf kalau banyak kesalahan dalam penulisan 🙏🏻
Hope to see you enjoy with this story^^
•
•
•
•
•
Libur telah usai, kini saatnya kembali pada aktivitas seperti biasa. Melaksanakan apa yang seharusnya dilaksanakan. Sekolah, bekerja, dan kuliah. Semua orang seakan melakukan produktivitas pekerjaan mereka masing-masing. Tanpa terkecuali.
Termasuk para keenam pemuda Kanigara. Mereka akan memulai hari, di hari kuliah yang pertama di tahun yang baru. Tidak ada yang berbeda, semua berjalan seperti biasanya.
Dimulai dari Harvey dan Yoga yang bangun terlambat akibat bermain game online bersama. Lalu ada Rakha dan Hafiz yang datang sangat tepat waktu hingga membuat Rakha dimintai tolong oleh asisten dosennya untuk membantu membawa bahan praktikum. Lalu ada Elvano dan Sean yang berangkat bersama ke kampus karena mobil Elvano yang mogok di jalan.
Tidak ada yang berbeda dan berubah, hanya saja mungkin ada sedikit kesialan yang mengikuti mereka di hari pertama kuliah.
"Thanks, Yan. Nanti balik, gue traktir!" Ucap Elvano yang keluar dari mobil Sean lalu segera berjalan menjauhi temannya karena kelasnya akan segera dimulai. Tapi sebelum itu, tentu Elvano tidak lupa mengucapkan terima kasih pada Sean setelah temannya itu mau direpotkan olehnya.
"Iye santai!" Balas Sean. Dibandingkan dengan Elvano, memang Sean agak lebih santai hari ini. Hanya ada dua mata kuliah yang harus ia hadiri kelasnya. Namun ya, tidak seperti teman-temannya yang terkadang harus datang pagi. Tapi, pagi ini disaat Sean sedang memanaskan mesin mobilnya tiba-tiba ia mendapatkan panggilan masuk mendesak dari Elvano. Rupanya temannya itu meminta tolong untuk dijemput di sebuah jalan yang biasa mereka lalui ketika akan ke kampus.
Sean yang awalnya bingung kenapa Elvano tumben sekali memintanya untuk dijemput, lantas agak ragu. Namun setelah Elvano menjelaskan kronologi kejadian yang membuat mobilnya tiba-tiba mogok dijalan akhirnya membuat Sean langsung memilih untuk berangkat saat itu juga.
•
•
Dan di tempat yang dikenal sebagai taman kampus lah, mereka berkumpul. Taman yang letaknya dekat dengan fakultas teknik, memudahkan para pemuda sebut saja Sean, Harvey, Hafiz, dan Elvano untuk duduk santai di sana. Sementara Yoga, harus memutar cukup jauh dari fakultasnya karena letak gedung fakultas teknik cukup jauh dari gedung fakultasnya. Alhasil, Yoga menghampiri teman-temannya yang sudah lebih dulu berkumpul dengan mobil dan memarkirkannya di parkiran yang dikhususkan untuk mahasiswa fakultas teknik.
Tapi kali ini, mereka berkumpul tanpa hadirnya seorang Rakha. Teman mereka yang satu itu, mungkin mulai hari ini akan jarang ikut berkumpul main karena mengingat Rakha adalah mahasiswa fakultas kedokteran yang pasti ada saja ujian praktikum atau tes yang lain yang mengharuskan anak itu untuk hadir.
"Nih gedung ngapa jauh bener sih!"
Suara misuh dari Yoga yang baru datang membuat keempat pemuda yang lebih dulu duduk di kursi taman lantas menatapnya. Salah satu teman mereka yang berbeda fakultas itu bahkan masih mengenakan almamater kampus, pertanda jika ia pasti memiliki jadwal tes hari ini.
"Suruh siapa kuliah di HI," celetuk Sean. Dan Yoga yang sedang melepas almamaternya itu hanya menatap sengit Sean yang sibuk memakan roti di tangannya.
"Lo habis ngapain pakai almet? Tes harian?" Yoga menggeleng ketika Hafiz bertanya padanya.
"Praktek debat."
"Alah, Yoga aja sok ikut debat. Orang dia aja kalo udah mentok bakal jadi tim pengikut," timpal Sean yang membuat Yoga jadi geram karena temannya itu senang sekali menimpali ucapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE KANIGARA'S SQUAD
DiversosHanya sebuah cerita tentang enam orang pemuda tampan yang tinggal bersama keluarga mereka di kawasan ibu kota. Banyak hal yang diceritakan oleh mereka, termasuk keluarga mereka sendiri. Penasaran? Let's read the story The original story of The Kanig...
