Hanya sebuah cerita tentang enam orang pemuda tampan yang tinggal bersama keluarga mereka di kawasan ibu kota. Banyak hal yang diceritakan oleh mereka, termasuk keluarga mereka sendiri.
Penasaran? Let's read the story
The original story of The Kanig...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
• •
"Halo cantiknya Kakak. Udah bangun sayang?"
Sambutan yang manis dari seorang Rakha hanya untuk adik kecil kesayangannya, yang baru saja bangun dari tidur. Masih dibalut piyama lucu bergambar Kuromi, salah satu karakter kartun yang sering ditonton oleh si kecil imut itu, si adik kecil hanya menatap Rakha tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
"Yuk, mam dulu. Ayah udah buatin makanan kesukaan Adek."
Tanpa ba bi bu, Rakha lantas meraih tubuh kecil adiknya ke dalam gendongannya. Berjalan keluar kamar yang didominasi oleh warna merah muda, khas perempuan sekali.
"Ayah! Adek udah bangun nih!"
"Halo sayang. Tidurnya nyenyak ya? Sampai berantakan gini rambutnya," kata Dimas sembari merapikan rambut tebal berwarna hitam legam milik putrinya itu dengan lembut, sebelum akhirnya mengambil alih si kecil dari gendongan Rakha.
Dimas, selaku kepala keluarga yang kebetulan hari ini tidak ada jadwal mengajar, memilih untuk menjadi bapak rumah tangga mengurus kedua anaknya. Dikarenakan, sang istri alias Bunda Shalfa kesayangan kita semua sedang pergi bekerja karena mendadak ada panggilan darurat dari rumah sakit. Alhasil apa? Yap, betul. Ayah Dimas yang menggantikan peran sang istri selama libur di rumah.
Mulai dari mencuci pakaian keluarga, terutama didominasi oleh pakaian si kecil. Lalu memasak untuk sarapan kedua anaknya, serta membersihkan rumah hingga ke sela terkecil menggunakan vaccum cleaner kesayangan Rakha. Lalu peran si sulung apa selama di rumah? Berhubung hari ini Rakha juga mendapatkan jatah libur, tentu memilih untuk memuaskan hasrat tidurnya yang cukup berantakan. Tapi, hal itu tidak terjadi karena Dimas membangunkannya disaat ia sedang bermimpi menghabiskan waktu bersama Shakila.
Anindya Btari Rudiantara, itu namanya. Adik sekaligus putri bungsu dari pasangan Dimas dan Shalfa berhasil membuat suasana rumah yang semula berisikan tiga orang, kini bertambah menjadi empat orang anggota keluarga Rudiantara sejak dua tahun yang lalu. Betul, usia Anin kini baru beranjak di angka dua tahun sejak kelahirannya ke dunia yang keras ini.
Jarak usia antara Rakha dan Anin, panggilan si kecil, memang cukup jauh. Tak ayal, terkadang teman-teman Rakha sering membicarakan jika Anin lebih cocok menjadi anaknya daripada menjadi adik. Tapi yang namanya mulut tetangga terkadang senang sekali mencibir ya. Rakha lebih memilih memukul mereka daripada harus berdebat tidak penting. Memang terkadang, tindakan lebih efektif daripada perkataan. Apalagi untuk se-onggok daging hidup yang diberi nama Harvey.
Selepas mengurus Anin mulai dari menyuapkan makan, memandikan adiknya, serta menemaninya bermain boneka di ruang tengah, Rakha merasa bosan. Ditambah kini, sang ayah sedang menyibukkan diri mencuci mobil. Rakha hanya berguling-guling di karpet karena bosannya itu.
Kemudian sepintas ide datang menghampiri otak jeniusnya yang sedang beristirahat untuk berpikir. Diraihnya boneka milik Anin, dilemparkannya begitu saja di sofa tapi Rakha tetap membawa setidaknya satu boneka kesayangan milik adiknya itu guna mencegah si kecil menangis akibat tingkahnya. Digendongnya tubuh kecil Anin, berjalan keluar menemui Dimas yang sibuk menyiram air ke mobilnya.