31

241 15 2
                                        

Holaaaaaa

Aku kambek gais 😎
Long time no see~
Maap ya aku lupa kalo punya cerita ini, moon dimaapkan kawanz 🙇🏻‍♀️

Okelah langsung aja, silakan membaca buat klean 😉





Sejak tadi pagi hingga siang hari, dapur keluarga Johansson terlihat sibuk. Bahkan Jayden ikut turun tangan membantu Rania yang sibuk memasak. Entah acara apa yang sepertinya akan terjadi nanti, pasalnya banyak sekali masakan yang diletakkan di atas meja makan. Berbagai macam masakan dan buah sudah tertata rapi di sana.

Carlos yang sedang menyisiri bulu Lala di halaman samping dekat dapur pun tidak hentinya menatap kedua orang tua mereka yang sangat sibuk. Berbeda dengan Carlos, Matteo justru terlihat amat damai sentosa dengan laptopnya tanpa merasa terganggu sedikitpun. Bahkan earphone nampak menutupi kedua telinganya, tidak ada harapan untuk Carlos bertanya pada kakak tertuanya.

"Abang! Abang!"

Carlos langsung berlari masuk ke dalam rumah begitu melihat Elvano yang duduk di sofa, lengkap dengan handuk di kepalanya dan botol air mineral yang ia bawa. Duduk begitu saja di samping Elvano dengan sesekali melirik ke arah dapur, membuat si kakak yang ditempelinya itu lantas menatapnya heran dan bingung.

"Kenapa sih? Kayak maling lo, celingak-celinguk."

Plak!

"Ish!" Carlos mendengus sebal mendengar celetukan yang keluar dari mulut seorang Elvano. "Kenapa Buna sama Ayah sibuk masak terus? Kenapa Buna gak kerja? Ayah juga, kenapa Bang? Terus masaknya juga banyak banget, buat apa?"

Elvano menatap datar sang adik, kemudian melirik ke arah dapur yang dimana kedua orang tuanya memang nampak sibuk memasak. "Coba lo kalau tanya tuh jangan rombongan, kayak anak cewek kalau mau ke toilet aja. Satu-satu gitu," kata Elvano yang justru hal tersebut membuat Carlos menatapnya dengan sinis.

"Buna sama Ayah masak banyak tuh buat apa? Emang mau ada acara di rumah ini?"

"Kagak, itu buat menyambut tamu." Perkataan Elvano membuat Carlos bingung sekaligus penasaran. Tamu? Siapa? Kenapa dirinya tidak diberitahu jika akan ada tamu yang mampir ke rumah mereka? Itu yang ada di pikiran Carlos saat ini.

"Tamu? Siapa?"

"Bapakmu, Cil." Carlos menengok ke arah Matteo yang ikut menimpali ucapan Elvano, yang kemudian kakak tertuanya itu lantas pergi ke kamarnya. Meninggalkan ia dan Elvano di ruang tengah, sementara di dapur terlihat hampir selesai dengan pekerjaan yang sejak tadi dilakukan oleh kedua orang tuanya.

"Aku? Bapak? Daddy maksudnya?" Elvano mengangguk guna menjawab rasa penasaran sang adik.

"Om Mave sama Tante Riana mau ke sini." Kedua mata Carlos nampak berkedip-kedip dengan lucu. Otaknya masih mencerna ucapan Elvano. Orang tuanya? Mau ke rumah ini? Bagaimana bisa?

"Serius, Bang?" Lagi, Elvano mengangguk tanpa mengatakan apapun. Yang kemudian membuat Carlos berlari menuju dapur.

"Bunaaaa! Ayaaaah!"

"Kenapa adek?" Tanya Rania begitu menyelesaikan kegiatannya menata lauk pauk di atas meja. Dilihatnya kedua mata Carlos nampak berbinar dan bibirnya sedikit tertarik ke atas, tersenyum malu. Rania seperti sudah tahu apa yang ingin ditanyakan oleh putra paling bungsunya itu. Tapi, Rania memilih untuk tidak mengatakannya. Wanita cantik itu justru tersenyum lembut melihat Carlos yang sepertinya terlihat bahagia.

THE KANIGARA'S SQUADTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang