[Tersedia di gramedia dan toko buku online]
@cloudbookspublishing
[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA]
Tentang perjodohan, perjuangan, dan beda keyakinan.
Kenzo Algazza, cowok tampan dan terkenal dingin didepan banyak orang. Berbeda dimata teman-temannya...
AKU BAKAL SPOILER DULUAN DI: INSTAGRAM : @yesimrnss @wp.yesimrnss TIKTOK : @yesimrnss PAKE TAGAR #kenzoalgazza #lionageandra
JANGAN LUPA FOLLOW DAN CEK YA😜
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Gue anterin."
"Bia gak mau ngerepotin Darren. Pasti Darren capek," ujar Bia.
"Gue seneng kalo lo sama Liona ngerepotin gue," balas Darren sambil terkekeh.
"Kenapa?"
"Hidup gue lebih berguna aja kalo bisa nolongin orang disekitar gue." Darren menjawab dengan senyum dibibirnya.
"Tante Luna gimana kabarnya?" tanya Bia.
"Baik. Pasti mama bentar lagi sembuh," jawab Darren.
"Papa Darren?"
Darren seketika diam lalu membuka suaranya. "Masih sama."
"Darren gak boleh benci sama Om Pram ya. Sampai kapanpun om Pram tetep jadi papanya Darren. Nanti pasti om Pram bakal sadar."
"Tuhan lagi ngerencanain yang terbaik buat Darren. Kita kan gak tau kenapa Tuhan ngasih cobaan seberat ini," lanjut Bia dengan senyum dibibirnya."
Darren masih diam mencerna ucapan Bia. "Kalo Darren butuh temen cerita. Darren bisa cerita ke Bia. Bia emang kaya anak kecil, tapi Bia bisa paham situasi kok."
"Bia sayang banget sama Darren," ujar Bia dengan mata berkaca-kaca.
Darren mengusap air mata yang mulai membasahi wajah gadis itu. "Jangan nangis. Nanti cantiknya ilang."
"Gue sayang lo, Bia. Gue juga sayang sama Liona. Kalian berdua udah jadi tanggung jawab gue," ujar Darren. "Gue sebisa mungkin jagain lo berdua."
"Kalo Kenzo nyakitin lo. Bilang sama gue ya?"
Lelaki itu tahu jika gadis ini adalah kekasih sahabatnya. Ia juga tahu Liona, perempuan yang ia sayang juga istri dari sahabatnya. Tapi, ia tidak membenci salah satu dari mereka. Ia harus menjadi pendengar yang baik.
***
Liona sedang menggosok-gosok rambutnya yang basah menggunakan handuk miliknya. Ia menoleh ke kamar mandinya, lelaki itu masih berada didalam.