38. Dia menyerah

142K 14.4K 9.7K
                                        

5,5K KOMEN+3,2K VOTE= UP!

Hai, bubu!😜❤️ Ada yang kangen Kenzo ga??

CHAPTER INI 2X LEBIH PANJANG DARI SEBELUMNYA! RAMEINN

JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN SHARE CERITA INI KE TEMEN-TEMEN KALIAN YAA!

FOLLOW WATTPAD: yesimrnss

AKU BAKAL SPOILER DULUAN DI:
INSTAGRAM : @yesimrnss @wp.yesimrnss
TIKTOK : @yesimrnss
PAKE TAGAR #kenzoalgazza #lionageandra

JANGAN LUPA FOLLOW DAN CEK YA😜

PART TIDAK LENGKAP UNTUK KEPENTINGAN PENERBIT

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


PART TIDAK LENGKAP UNTUK KEPENTINGAN PENERBIT

***

Dokter Gina keluar dari ruangan. Wanita cantik itu menatap mereka semua dengan tatapan tidak tega.

"Gimana kondisi anak saya, Dok?" tanya Abas.

Dokter Gina menghela napasnya berat. "Maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi Tuhan berkehendak lain."

Sudah tidak ada harapan. Marga berteriak dan menangis sejadi-jadinya. Anak satu-satunya sekarang pergi meninggalkannya. Ia sudah tidak merasakan sakit yang ada ditubuhnya. Marga sudah tidak kuat menahan tubuhnya, ia tumbang.

Liona berteriak histeris dan menangis dipelukan Darren. Lelaki itu menahan agar perempuan itu tidak jatuh.

"GAK! BIA GAK BOLEH NINGGALIN GUE," teriak Liona. Perempuan itu sudah kehilangan ayahnya sejak kecil. Sekarang ia kehilangan sahabatnya yang selama ini menemaninya.

Darren hancur. Ia merasa gagal menjadi seorang kakak untuk gadis itu. Ia memeluk Liona kuat. Ia memejamkan matanya, namun air matanya tetap mengalir begitu saja.

Kenzo seketika melemas. Tubuh Kenzo merosot kelantai begitu saja. Benarkah? Secepat ini gadisnya meninggalkannya. Ia memukul-mukul kepalanya sendiri.

"Stop, Ken! Stop!" Arlan mencoba menenangkan temannya.

Kenzo mengusap wajahnya kasar. Ia berdiri. "Gak mungkin dia ninggalin gue kan?" Kenzo mencengkeram kerah seragam Arlan. "Jawab! Anjing!"

"Bia udah gak ada, Ken. Sadar!"

Lelaki itu berlari masuk kedalam ruang IGD. Ia berdiri disamping gadis itu. Ia meraih tangannya. "Princess? Kamu pasti becanda kan? Buka mata kamu."

Kenzo meneteskan air matanya. Ia tertawa pelan. "Ken jahat ya? Ken jahat sampai Bia beneran ninggalin Ken."

"Bia curang... Bia ninggalin Ken sendirian disini," ujarnya dengan kekehan pelan.

"Ken bego ya? Ken percaya kalo Bia minum obat nafsu makan." Ia menertawai dirinya sendiri sambil mengingat masa lalu.

"Obat apa tuh?" tanya Kenzo.

"Ini obat nafsu makan Bia."

"Oh gitu. Minum yang pinter ya, princess."

"Ay ay kapten!"

Kenzo mencengkeram rambutnya kasar. Ia menggoyang-goyangkan tubuh Bia. "BIA BANGUN! BUKA MATA BIA SEKARANG! BIA GAK BOLEH PERGI!" bentaknya.

Nafas lelaki itu memburu. "Bia bilang mau nonton matahari terbenam kan? Bia bilang mau buat pabrik coklat sendiri! Bia inget gak?"

"Bia pasti inget kan? Buka mata kamu, princess..."

"Bangun! Ken wujudin keinginan kamu sekarang!"

Mereka hanya diam melihat lelaki itu yang sangat kehilangan perempuan yang ia cintai. Arlan menahan tubuh Kenzo. Ia tidak tega melihat sahabatnya seperti ini.

"Ken, sadar! Biarin dia tenang disana."

Kenzo menggeleng kuat. "GAK! BIA GAK BOLEH NINGGALIN GUE!" Arlan sampai kewalahan menahan tubuh Kenzo. "Bia pasti lagi becanda kan? Gue tau Bia lagi becanda sekarang."

"Lo gak kasian sama Bia? Dia pasti sedih ngeliat lo kaya gini. Ikhlasin dia pergi," ujar Arlan meskipun tenggorokannya kering untuk berbicara.

"Biarin dia kasian sama gue. Dengan begitu dia pasti balik ke gue."

Kenzo mengusap lembut rambut gadis itu. "Bia...bangun, Ken janji bakal nemenin Bia bolak-balik rumah sakit sampai Bia sembuh."

"Ken, udah..." Arlan mencoba menenangkan sahabatnya.

"Dia ninggalin gue, Lan..." ujar Kenzo menatap Bia yang menejamkan matanya dengan sempurna.

Lelaki itu tersenyum kecil. "Bia tetep gak bangun ya?"

"Bia udah gak ngerasain sakit lagi ya sekarang?" tanyanya menatap Bia penuh luka.

"Kemarin kita beda agama ya? Sekarang dan selamanya kita beda dunia?"

"Takdir kita beneran gak bisa nyatu."

Kenzo menundukkan kepalanya. Ia mengangguk-angguk kepalanya. Beberapa detik kemudian ia menatap Bia kembali. Ia tersenyum tipis.

"Ken ikhlas, Bia..." Kenzo tahu pasti gadisnya sudah bahagia disana. Sudah tidak merasakan sakit yang setiap hari menggerogoti tubuhnya.

"Selamat jalan, princess."

☺️🙏🏻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

☺️🙏🏻

BIA TUH BAIK, YANG JAHAT AUTHORNYA🙏🏻

PESAN TERAKHIR BUAT BIA?

PESAN BUAT KENZO?

PESAN BUAT LIONA?

PESAN BUAT DARREN?

PESAN BUAT ARLAN?

Jujurly aku sengaja nunda2 publish part ini. Awokaksjsj tokohku gelar almh😭

SPAM NEXT 3K++++ DISINI🔥

NEXT PART LEBIH GREGET SIH☺️💔

follow instagram mereka: @kenzoalgazza @lionageandra @sabiagiselle @darrenvalcano @arlancogann

5,5K KOMEN+3,2K VOTE= NEXT!

KENZO [SUDAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang