[Tersedia di gramedia dan toko buku online]
@cloudbookspublishing
[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA]
Tentang perjodohan, perjuangan, dan beda keyakinan.
Kenzo Algazza, cowok tampan dan terkenal dingin didepan banyak orang. Berbeda dimata teman-temannya...
AKU BAKAL SPOILER DULUAN DI: INSTAGRAM : @yesimrnss @wp.yesimrnss TIKTOK : @yesimrnss PAKE TAGAR #kenzoalgazza #lionageandra
JANGAN LUPA FOLLOW DAN CEK YA😜
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sesuai janjinya. Darren sedang duduk di cafe menunggu Liona. Ia lebih baik datang terlebih dahulu daripada perempuan itu menunggunya. Darren membuka ponselnya. Sudah lima belas menit ia menunggu perempuan itu. Ia mencoba menelpon Liona.
"Dimana?" tanya Darren setelah sambungan itu terhubung.
"Nengok belakang," jawab Liona.
Darren menoleh. Ternyata perempuan itu sudah ada dibelakangnya. Ia langsung tersenyum dan mematikan telponnya.
"Pake telpon segala." Liona duduk didepan Darren.
"Mau makan dulu?" tanya Darren. Liona menggeleng. "Gue masih kenyang."
"Jadi sebenernya apa yang lo sembunyiin?" tanya Darren.
Liona diam. "Belum ada yang tau tentang ini. Gue mau ngasih tau lo tapi takut malah nambah beban."
"Ck." Darren berdecak. "Malah gue yang bakal nyesel kalo gak tau masalah lo," ujar Darren.
"S-sebenernya gue..." Darren masih setia menunggu Liona untuk melanjutkan ucapannya.
"Gue diteror," lirih Liona.
Darren yang terkejut seketika melototkan matanya. "Serius? Sejak kapan? Kenapa lo gak bilang ke gue."
"Beberapa minggu setelah gue nikah sama Kenzo. Awalnya gue kira orang iseng ternyata gak, Ren."
"Lo belum tau siapa orangnya?" tanya Darren. Perempuan itu menggeleng.
"Diteror apa aja?"
"Lewat pesan. Tapi pernah satu kali dia ngirim bangkai tikus kerumah," ujar Liona.
"Bangkai tikus?" Darren tersentak kaget. "Coba liat pesan dari dia."