04. Dugaan Mama

1.6K 193 1
                                        

Jordan, kembali memarkirkan sepedanya ditempat biasa ia memarkirkannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jordan, kembali memarkirkan sepedanya ditempat biasa ia memarkirkannya. Yaitu di barisan para motor membuat sepedanya jadi yang paling mencolok, karena beda sendiri.

Setelah memarkirkan sepedanya dengan aman Jordan mulai melangkah masuk ke gedung sekolah nya.

Saat berjalan di Koridor pikirannya melayang ke percakapan ia dan mamanya tadi malam.

Saking seriusnya ia memikirkan kata-kata mamanya bahkan sapaan maupun pekikan kagum dari murid lain tak terdengar olehnya.

Jordan ini cuman dugaan mama.

Untuk pastinya harus diperiksa lebih lanjut.

Kalo mau nanti sepulang sekolah bawa Hazel ketempat mama.

Kata-kata mama terus terngiang dikepalanya buat Jordan tak sadar ia yang telah sampai didepan pintu kelas dan hampir menabrak Jefran jika pemuda itu tak segera menegurnya.

"Woi Jo!"

"Eh? Jefran?"

"Iya, ini Jefran menurut lo emang siapa? Hazel?" balas Jefran menyebalkan.

Jordan menatap Jefran datar dan mendorong pemuda itu agar tak menghalangi jalan.

"Yeh main dorong-dorong aja, kirain gue kucing apa!?" dumel Jefran mengikuti Jordan menuju tempat duduknya.

Jordan mendudukkan diri ditempatnya dan menoleh pada Hazel yang seperti biasa sedang tertidur dengan berbantalkan lengannya.

Jordan sangga dagunya dengan bertumpu pada tangan kirinya sedangkan sebelahnya lagi ia bawa untuk mengelus surai coklat pemuda disampingnya.

Tersemat senyum tipis saat jemari panjangnya merasakan betapa lembutnya surai Hazel.

Beberapa menit Jordan menikmati acara mengelus surai coklat kesukaannya hingga itu harus terhenti saat siempu mengubah posisi wajahnya menghadap Jordan.

Jordan terkekeh melihat wajah damai Hazel saat tidur. Pipinya yang berisi terhimpit membuat Jordan gemas, hidung mungilnya dan bibir pink yang menggemaskan, juga tak ada wajah datar Hazel, yang ada hanya wajah polos dan lucu pemuda manis yang mungkin sudah membuat Jordan jatuh hati.

Seketika kekehan Jordan terhenti lalu beberapa detik kemudian ia menggeleng dengan pemikirannya sendiri.

Hazel tuh lucu kayak dedek gemes pasien mama, gak lebih.

Ah, sial.

Dia jadi teringat lagi kata-kata mamanya.

Cuman dugaan mama...

Jordan menutup matanya sembari menarik nafas, dan menghembuskannya lalu menatap kembali Hazel yang masih terlelap.

Sebelum gue bawa ke tempat mama, harus gue selidiki dulu.

[nohyuck] gerhanaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang