36. Tak bisa dihubungi

512 66 3
                                        

Keesokan harinya para murid masuk sekolah seperti biasa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Keesokan harinya para murid masuk sekolah seperti biasa. Begitupun Hazel dan yang lainnya.

Hazel, turun dari mobil yang di kendarai bapa. Hari ini dia diantar oleh bapa, karena kata bapa sekalian beliau ada urusan diluar.

"Terima kasih bapa," Hazel berucap terima kasih yang dihadiahi usakan lembut dikepalanya.

"Sama-sama Hazel, sekolah yang rajin." Hazel mengangguk.

Bapa tersenyum dan menarik tangannya. "Oh ya, nanti pulang mau bapa jemput?"

Hazel menggeleng. "Tidak usah bapa, Hazel pulang sendiri saja."

"Ya sudah, kalau gitu bapa pergi dulu."

"Ya, hati-hati bapa." Bapa tersenyum dan menjalankan mobil.

Hazel menatap mobil bapa sebentar, sebelum berbalik dan masuk ke sekolahnya.

.

Di koridor sekolah, banyak anak-anak yang menatap Hazel, terutama para anak perempuan kelas 10.

Hazel, hentikan langkahnya kala ada seorang anak perempuan dengan rambut sebahu menghalangi jalannya.

"Kak Hazel."

Hazel berkedip, menatap anak perempuan dihadapannya. Dapat ia lihat semburat merah muda di pipi putih anak perempuan itu. Suara halus menyapa rungunya kala anak itu kembali berucap, "Ini hadiah buat kakak, aku suka banget permainan piano kakak kemarin. Kak Hazel keren banget!"

Hazel kembali berkedip menatap wajah anak perempuan itu dan satu paperbag sedang ditangannya, dengan ragu Hazel terima paperbag itu dan berujar, "Terima kasih." Anak perempuan itu tersenyum lebar dan berlalu setelahnya.

Hazel kembali melanjutkan langkahnya.

Dibelokkan koridor Hazel kembali hentikan langkah kala ada yang memanggilnya. "Hazel!"

Hazel menoleh dan menemukan ketua klub musik berjalan sembari melambai kearahnya.

"Morning Zel."

"Morning."

"Sendirian aja? Samoyed lo kemana?"

Hazel tak berkedip menatap Marsel yang mengajukan pertanyaan. "Samoyed?"

Marsel terkekeh. "Maksud gue pacar lo kemana? Gak bareng Jordan?"

Hazel menggeleng. "Tadi saya diantarkan bapa." Marsel bergumam 'O' panjang tanda mengerti.

"Oh iya, Zel gue punya sesuatu buat lo." Setelah beberapa saat Marsel kembali berucap sembari merogoh sakunya.

"Gue dapet undangan dari anak sekolah musik Marine High school buat acara teater mereka dua minggu lagi, dan gue di kasih empat tiket masuk. Gue mau ngasih lo ini sebagai hadiah dan ucapan terima kasih karena udah gantiin gue di festival," ujar Marsel sembari menyodorkan dua tiket pada Hazel.

[nohyuck] gerhanaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang