.・゜-: ✧ :- ωнєη тнє ѕυη мєєтѕ тнє мσση.
●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●
Hazel, tidak pernah tau apa itu senang, sedih, simpatik atau hal lainnya seperti itu. Ia tak pernah bisa mengerti mau seberapa kalipun ia membacanya. Rasanya memahami hal it...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jam dikamar Jordan menunjukkan pukul 7 malam kala pintu kamar siempu terdengar diketuk.
Jordan, yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung berjalan kearah pintu dan membukanya.
"Mama?"
Mama tersenyum tipis, "Ayo turun, kita makan malam."
Jordan mengangguk kecil dan mengikuti mama turun.
Diruang makan hanya terdengar suara dentingan alat makan saling beradu, buat mama sedikit mengernyit heran.
"Jo?"
Jordan menghentikan suapannya dan menatap mama. "Kenapa ma?"
Mama terdiam sebentar lalu menggeleng. "Never mind."
Jordan menatap mama sebentar sebelum kembali menunduk melanjutkan makannya.
Beberapa menit kemudian mama kembali bersuara, "By the way Jo, How's school?"
Jordan meminum minumannya dan menggeleng. "Nothing special, sekolah sama aja kayak di LA. Cuman, kurikulum dan cara gurunya mengajar aja yang sedikit beda."
"How about your friends? "
"Mereka baik."
Mama mengangguk dan menyelesaikan makannya.
"Oke. Mama udah kenyang, mama keatas ya? Kamu kalo udah nanti piringnya simpan di tempat cuci piring aja oke?"
Jordan mengangguk saja dan melanjutkan suapannya. Tapi, saat melihat mama yang akan menaiki tangga ia bersuara, "Ma."
Mama berbalik dan menaikan alis.
"Kenapa Jo?"
Jordan meletakkan sendoknya dan menatap mama, ia membasahi bibirnya sebentar sebelum berujar, "Gimana kalo Jo bilang... Jo suka cowok?"
Mama tertegun mendengar pengakuan dari putranya. Beberapa saat kemudian ia tersenyum tipis dan menghampiri Jordan duduk di kursi sebelahnya.
"Siapa?"
"Huh?"
Mama terkekeh kecil dan mencubit pipi Jordan. "Siapa orangnya sayang?"