(Book : 03)
Sinopsis :
Seorang lelaki yang berasal dari sebuah boygoup ternama kini tengah naik daun bernama UN1TY, Dia sedang mengalami jatuh cinta pada seorang gadis yang memiliki paras baby face sifat random pada semua orang, namun disaat dia ing...
Saat ini para gadis tengah duduk di dapur untuk memasak makanan buat nanti malam, karena Citra kali ini kalah main game maka dia yang akan masak namun karena masakannya meragukan.
Maka dengan terpaksa harus di bantu oleh Alyssa, Zahra dan Ara sedangkan yang lainnya didapur hanya untuk berghibah ria namun Ael mengcover lagu 'Ada Cinta-Acha' di dapur.
"Ucapkanlah kasih satu kata yang ku nantikan...."
"Sebab ku tak mampu membaca matamu mendengar bisikmu...."
"Nyanyikanlah kasih senandung kata hatimu...."
"Sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini...."
"Sebab ku meragu pada dirimu...."
"mengapa berat ungkapkan cinta padahal ia terasa...."
"Dalam rindu dendam hening malam cinta terasa ada...."
"Stop!" teriak Citra membuat mereka reflek menoleh kepadanya.
"Kenapa bestie ?" tanya Mufida bingung.
"Suara kak Ael mirip kaleng rombeng," celetuk Citra membuat mereka tertawa.
"Jangan mematahkan semangat orang," ujar Ara membuat mereka langsung terdiam.
"Tapi lanjutkan aku suka keributan," sambung Ara polos hingga mereka pun kembali tertawa.
Setelah selesai masak kini mereka langsung makan dengan tenang hingga suara bel membuat mereka saling bertatapan karena bingung siapa yang bertamu pagi begini meski jam 08:00 wib.
"Sudah kalian lanjut makan biar aku yang buka dulu ya pintunya," ucap Ara diberi acungan jempol oleh Alyssa.
Setelah Ara membukakan pintu dia langsung terkejut, ternyata yang datang adalah sahabatnya bernama Alexie membuat Ara bingung karena tumben datang kesini tiba-tiba tanpa mengabarinya dulu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aku mau mengajakmu ke hotel," celetuk Alexie dengan reflek Ara menjitaknya.
"Apa-apaan ke hotel aku tidak mau dikira cewek jadi-jadian," ucap Ara kesal.
"Iya kan kamu setengah bidadari setengah manusia," ujar Alexie tangannya kini mengacak rambut Ara gemas.
"Tidak lucu Alexie," ucap Ara.
"Yang melawak siapa sih sana siap-siap kita mau ke mall cari kado," ujar Alexie membuat Ara kesal.
"Oke," ucap Ara yang kini berlalu menuju lantai dasar.
Setelah bersiap Ara pun langsung turun kebawah membuat semua mata kini tertuju padanya karena Ara tumben hari ini tampak berbeda.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sejak kapan kita pakai serba putih begini?" tanya Alexie.
"Anda tanya saya nah saya tanya siapa, aku saja tidak sadar kalau kamu pakai baju putih Alexie," ucap Ara membuat Alexie tertawa.
"Aku pakai ini habis pulang dari fotoshoot maklum aku kerja sampingan sebagai model," celetuk Alexie membuat Ara tertawa namun memandang Alexie sinis.
"Kamu niat jadi raja di dunia ini ya sudah jadi anak tunggal kaya raya terus kerja sebagai dokter orang tua punya perusahaan, salon dan butik sekarang situ kerja sampingan jadi model fiks musnah dirimu," ucap Ara kesal.
"Tapi kan orang tua kami menganggapmu sebagai anak dan kami menganggapmu adik jadi apapun yang kamu mau tenang ada kami," ucap Alexie membuat Ara manyun.
"Kalian mau kemana?" tanya Alyssa yang sejak tadi matanya tidak berpindah dari memperhatikan Alexie.
"Kami mau ke Korea," jawab Alexie asal.
Berhasil membuat Ara dan Alyssa memandang kesal Alexie yang ngaco kalau menjawab pertanyaan.
"Mau ke mall sebentar antar ni curut cari kado," jawab Ara.
"Ya sudah pergilah hati-hati," ujar Alyssa yang dibalas anggukan mereka berdua.
Dan kini Alexie dan Ara telah berada di dalam mobil untuk menuju mall dengan seorang supir yang mengendarainya Alexie sejak tadi curi pandang ke Ara yang menurutnya selalu cantik, sebenarnya Alexie mencintai Ara dalam diam sejak mereka masih dibangku sekolah.
Pertemuan mereka dari tidak sengaja bertabrakan di perpustakaan sejak saat itulah mereka menjadi dekat dan bersahabat hingga sekarang, Alexie ingin sekali jujur akan perasaannya terhadap Ara namun Ara pernah mengatakan jika dia tidak ingin diantara persahabatan akan ada namanya friendzone.
Ara tidak mau persahabatan yang susah payah dia bangun berakhir hancur meskipun perasaan Alexie ke Ara sangat besar tapi Alexie menjaga komitmen untuk mengutamakan persahabatan meski pun kini rasa cintanya makin membesar.