Saat ini mereka semua masih berada di pemakanan Alexie setelah kepergian sahabat mereka, bagi mereka kini semua itu hanya tinggal kenangan Alexie telah pergi untuk selamanya bahkan mama dari lelaki itu pun tidak menyangka jika anak kesayangannya akan pergi secepat ini meninggalkannya padahal pagi semalam masih berbicara bersama.
Sedangkan Ara saat ini masih enggan untuk pergi meninggalkan pemakaman, dirinya masih teringat semua kenangan dari kecil hingga sekarang.
Flashback on
"Ayo kejar aku Ale-ale Bandung wleee," ledek gadis kecil yang kini memeluk bonekanya.
"Ara awas ya kalau ketangkap," ucap Alexie kecil yang kini mengejar sang gadis hingga berhasil di peluk olehnya.
"Ale-ale lepasin ih boneka ku jatuh tau," ucap Ara kecil karena pelukan Alexie bonekanya jatuh padahal baru saja dibeli oleh lelaki itu.
"Tidak mau nanti kamu malah pergi," ucap Alexie kecil yang kini mengeratkan pelukannya membuat Ara kecil memanyunkan bibirnya.
~~
"Jangan lari Ara," teriak Alexie ketika mereka telah tiba di gerbang sekolah.
"Aku takut telambat ih Alexie jangan berulah deh," ucap Ara kesal kedua tangannya memeluk tas.
Membuat lelaki itu menggeleng kepala heran dengan segera Alexie mengenggam tangan sang gadis dan mengantarnya hingga tiba didepan kelas.
"Tu kan gurunya belum masuk dibilang juga apa," ucap Alexie tersenyum membuat Ara cemberut membuat Alexie mencium pipi Ara gemas didepan semua siswa dan berlalu pergi.
"Yak Alexie!!" teriak Ara membuat teman-teman Ara meledekinya.
~~
"Alexie hiks hiks kamu kemana aku takut gelap," ucap Ara yang kini merasa kegelapan dan ditinggal sendiri.
"Alexie jangan bercanda aku takut hiks hiks huweee papa,"
Hingga semua lampu langsung hidup membuat Ara terkejut karena caffe telah disulap sangat indah sedangkan kini Alexie datang dengan sebuah kue ditangannya.
"Happy birthday Queenku," ucap Alexie lembut namun sang gadis masih betah menangis.
"Tiup lilin dong adik kecil," ucap Jungwo.
Dengan segera Ara pun meniupnya setelah selesai Alexie langsung meletakkan kuenya dimeja dan menghampiri Ara yang matanya telah bengkak.
"Huweee Alexie jangan pergi Ara takut," ucap Ara yang kini memeluk Alexie membuat lelaki itu membalas pelukan Ara dengan sayang.
"Jangan takut ada aku disini sampai kapanpun akan menjadi cahayamu," ucap Alexie menenangkan sang Queennya membuat Ara mengangguk.
~~
Saat ini Ara dan Alexie terkunci dikelas karena mereka balik lagi untuk mengambil ponsel milik gadis itu.
"Alexie gelap," ucap Ara yang kini meringkuk dipelukan Alexie.
"Shut! Ada aku disini aku akan menerangimu jangan takut hm," ucap Alexie menenangkan Ara meski dirinya juga takut.
Hingga Jungwo, Jansen dan Jackson membukakan pintu karena sekolah milik orang tau Jungwo.
~~
Ara masih betah menangis hingga tiba di bandara karena Alexie akan meninggalkan Jakarta untuk meneruskan Cita-citanya.
"Hiks Alexie beneran pergi," ucap Ara membuat Alexie mencium kening sang gadis.
"Jangan nangis kita masih bisa bertelpone atau video call aku masih ada dibumi yang sama meski ditempat yang berbeda," ucap Alexie lembut membuat Ara betah menangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
UN1TY|| So Bad (END)
Fiksi Penggemar(Book : 03) Sinopsis : Seorang lelaki yang berasal dari sebuah boygoup ternama kini tengah naik daun bernama UN1TY, Dia sedang mengalami jatuh cinta pada seorang gadis yang memiliki paras baby face sifat random pada semua orang, namun disaat dia ing...
