Kini dua gadis itu telah tiba diperkarangan apartemen mereka dan setelah diyakini Citra memasuki apartemennya, Ara langsung berlalu pergi menuju apartemen Jungwo untuk menghilangkan beban fikirannya, kini langkah kaki Citra telah tiba di dapur dengan segera tangannya meletak semua bahan makanan untuk bulan ini dan juga snack yang telah dia beli tadi.
Setelah selesai kini dirinya duduk di sopa hingga Ael datang dengan segelas air lemon tea ditangannya, kini tatapan Ael mengarah ke arah sahabatnya dengan tatapan bingung karena sejak tiba di apartemen Citra senyam senyum tanpa sebab siapa yang tidak akan merasa aneh.
“Cieee.... Bahagia pasti ketemu Fiki ekhem,” ledek Ael yang kini menduduki dirinya disamping Citra.
“Biasa saja tidak ada bahagianya,” ucap Citra.
“Kak aku mau pergi dulu ya bye bye,” ucap Mufida kini dirinya sedang memakai sepatu.
“Kamu mau kemana Mufi tumben?” tanya Alyssa yang baru turun dari lantai atas.
“Mau jalan sama Kezia kak,” jawab Mufida polos.
“Pakai apa?” tanya Citra hawatir.
“Pakai motor dong aku yang bawa,” ucap Mufida yang kini berlalu hal itu membuat keempat sahabatnya menggelengkan kepala.
“Cit tadi apakah ada masalah saat Ara jemput kamu?” tanya Alyssa membuat Citra kini murung.
“Apakah kamu tidak puas kak Ael karenamu semua member Un1ty sangat membenci kak Ara yang jelas tidak salah, apakah kamu tidak berfikir kak Ara mencoba menjaga hatimu agar tidak kecewa meskipun dia menyukai Fenly tapi apa kamu menghancurkannya dan aku membenci kamu Ael!” bentak Citra membuat tiga gadis terkejut.
Jika kalian tanya kemana Zahra dan Aulia maka mereka berdua sedang pulang ke kotanya yang tersisa hanyalah Citra, Ara, Ael,Alyssa serta Mufida sedangkan Aya sudah pulang ke kotanya kembali karena waktu liburannya telah usai, setelah membentak Ael Citra pun berlalu menuju kamarnya meninggalkan Alyssa dan Ael yang saling terdiam.
“Kamu lihat, Citra saja bisa membenci dirimu apa lagi yang lainnya jangan sampai kamu kehilangan sesuatu berharga karena egomu dan obsesimu,” ucap Alyssa tegas.
Tangannya mengganti channel, namun tidak di tonton olehnya karena berlama-lama duduk dengan Ael membuat emosinya naik dengan segera dirinya menuju ruang perpus, dan kini Ael cuma bisa menatap kepergian Alyssa dengan sayu dia sangat merindukan semua temannya kumpul dan bahagia seperti dulu.
“Apakah aku salah jika aku ingin bersama Fenly dan egois mempertahankannya kalian terlalu fokus terhadap Ara tidak tau aku juga menderita,” lirih Ael.
.
.
“Muf kita singgah di caffe saja yuk~” ucap Kezia sedikit berteriak karena saat ini mereka berdua di motor.
“Iyaaaa~” teriak Mufida.
Dan kini mereka berdua telah tiba di caffe setelah memakirkan motor kedua gadis itu pun memasuki caffe, namun disaat memasuki pintu caffe Mufida tidak sengaja bertabrakan sama seorang lelaki membuatnya hampir jatuh namun ditolongi olehnya.
“Kamu baik-baik saja?” tanya Fajri yang sejak tadi memeluk pinggang Mufida.
“A—aku tidak apa-apa,” jawab Mufida kembali berdiri.
Kini jatung Mufida sudah dangdutan sedangkan Fajri hanya tersenyum melihat wajah gadis disampingnya memerah hingga seorang gadis berhijab kini datang dan memeluk lengan kanan lelaki itu membuat Mufida menatap mereka berdua.
“Sayang ayo pergi,” ucap seorang gadis membuat Fajri tersenyum tipis.
“Kalau begitu aku pamit dulu ya Muf, ayo sayang kita pergi,” ajak Fajri tersenyum.
kini lelaki itu telah mengenggam tangan seorang gadis dan berlalu tepat didepan Mufida setelah pamit, membuat gadis itu menunduk ingin saja menangis rasanya namun sadar dirinya bukan siapa-siapa lelaki itu dan melihat Fajri begitu menyayangi perempuan disampingnya membuat Mufida terdiam tidak mungkin marah bukan.
“Bang tadi gadis itu siapa?” tanya perempuan yang tangannya masih digenggam oleh Fajri hingga mereka tiba di parkiran.
“Kamu tunggu disini abang ambil mobil dulu,” ucap Fajri yang kini berlalu mengambil mobilnya.
Tidak butuh waktu lama Fajri datang dengan mengendarai mobilnya dengan segera sang gadis pun masuk ke mobil, dan mereka berlalu memecah jalanan padat.
“Gadis yang tadi itu teman abang,” ucap Fajri tangan kirinya kini mengacak jilbab sang adik.
“Yak jilbabku bisa rusak, tapi kalian cocok kalau pacaran,” ujar Nazwa yang kerap disapa Ara adik kandung dari Fajri.
“Kamu support abang bersamanya?” tanya Fajri yang diangguki Nazwa.
“Aku support kalian karena yang ku lihat tadi gadis itu sangat baik dan waktu aku manggil sayang wajahnya langsung muram sungguh menggemaskan sepertinya dia juga suka abang, mending langsung jadian dari pada diambil cowok lain dan abang patah hati untuk ketiga kali deh,” ucap Nazwa membuat Fajri tertawa.
“Adiknya abang cerewet juga ya,” ucap Fajri membuat Nazwa manyun.
“Abang akan bersamanya jika masalah Fenly dan Ara telah selesai, karena aku percaya jika ada sesuatu yang ditutupi Ara karena dia tidak salah,” ucap Fajri dalam hati.
Dan kini mereka berdua telah tiba didepan apartemen milik Fauzan dan Putri dengan segera mereka memasukinya disambut senyuman oleh Fauzan dan Putri.
.selamat membaca.
KAMU SEDANG MEMBACA
UN1TY|| So Bad (END)
Hayran Kurgu(Book : 03) Sinopsis : Seorang lelaki yang berasal dari sebuah boygoup ternama kini tengah naik daun bernama UN1TY, Dia sedang mengalami jatuh cinta pada seorang gadis yang memiliki paras baby face sifat random pada semua orang, namun disaat dia ing...
