seharusnya part ini udh seminggu yg lalu mau di update, tp karena aku sbuk bgt belakangan ini jd baru bisa skrg
maaf bgt ya
sesuai judul, kalau ini part terakhir yg seharusnya cerita ini tamat minggu lalu jd aku undur
Jaga jaga hati kalian, okey?
papai
happy reading (:
.
.
.
.
6 tahun kemudian.
Laskar Galendra yang dahulu masih bayi merah baru lahir kini telah tumbuh menjadi anak kecil berusia enam tahun yang begitu pintar nan lincah. Semakin kesini duplikat dari sang papa benar-benar terlihat sekali dari bentuk wajahnya, tidak menyangka jika gen Zayn benar-benar kuat pada Laskar dibanding gen Stella.
Tapi jangan salah, memang gen Stella kalah dengan Zayn tetapi 80% sifat Laskar percis sekali dengan Stella ; termasuk periang dan cerewet sangat mirip dengan sang ibu, namun bungkam ketika merasa tidak cocok.
"Ma, Laskar ada pr kata ibu guru dikumpul hari kamis."
Laskar selalu memberitahu Stella jika ia ada pr dari sekolah, jika tidak ada pr maka ia akan menyuruh sang mama untuk memarahi ibu gurunya karena tidak memberinya tugas.
Ia itu termasuk orang yang suka belajar, entah kenapa melihat Laskar seperti melihat Yudha ketika sekolah dulu.
"Kak, kamu dulu sering ngebatinin kak Yudha, ya, pas aku lagi hamil?"
Mendengar sang istri berkata demikian Zayn yang lagi menyantap brownis buatan Stella langsung mengerutkan keningnya.
"Aku di sekolah enggak rajin-rajin amat belajar terus kamu juga, tapi lihat Laskar kayaknya rajin banget buka buku sekolahnya."
Mendengar hal itu Zayn terkekeh kemudian mengecup sekilas pipi sang istri.
"Kayaknya waktu kamu deket-deket Yudha itu deh," pungkas Zayn mengingat sesuatu. Semenjak Laskar bertumbuh kian dewasa Zayn mulai mengganti panggilannya untuk Stella yang tadinya lo-gua kini harus dibiasakan dengan aku-kamu supaya sang anak tidak menjadi toxic people nantinya.
Mendengar itu dahi Stella menggelombang. "Jangan ngadi-ngadi kamu, Kak, orang kamu yang kegenitan sama Agnes."
Mulai! Ya gini kalau cewek dia akan mengingat kesalahan meskipun kejadian itu sudah lama. Memori cewek benar-benar kuat kalau masalah kesalahan cowok.
"Aku lagi yang kenak."
Pasrah sudah sebelum diamuk maung.
Laskar yang baru membuka seragam sekolahnya langsung berlari mendekati kedua orang tuanya yang tengah duduk di ruang televisi kemudian duduk dipangkuan sang papa.
"Ini darimana, Ma?" tanya Laskar ketika melihat sebuah brownis yang terletak di atas piring.
"Mama tadi buat, Sayang."
"Kita jadi 'kan, Kak, besok subuh jemput Papa di bandara?"
Yap, Papanya Zayn besok baru pulang dari luar kota karena ada urusan pekerjaan, tanggung jawab perusahaan memang sudah jatuh ke tangan Zayn tetapi tetap saja sang Papa ikut andil dalam menghandle perusahaan ini sebab beliau tidak mau cepat-cepat untuk mengambil pensiun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kesalahan (End)
Teen Fiction"Jika rasa ini sebuah kesalahan, lantas mengapa ia dengan begitu lancangnya hinggap di benakku?" #Rank 1 - Sedih (25 Maret 2022) #Rank 2 - SMA (25 Maret 2022) #Rank 2 - Spiritual (1 April 2022)
