4. Problem

3.4K 501 20
                                        

Rosie melangkah beriringan dengan McGonagall menuju ke ruangannya, berniat menunggu kehadiran Dumbledore sebelum pergi ke ruangan kepala sekolah Hogwarts. Selama perjalanan, banyak murid-murid yang menatap penasaran ke arahnya dan sesekali menyapa Rosie di perjalanan, bibir McGonagall berkerut melihat betapa banyaknya murid Hogwarts yang menyapa Rosie.

"Kau begitu populer," komentarnya pelan.

Rosie terkekeh pelan. "Well, mungkin hanya karena aku satu-satunya makhluk dari danau hitam yang ramah pada mereka."

McGonagall tersenyum simpul. Tapi sebelum mencapai ruangan kepala asrama Gryffindor, Dumbledore terlebih dahulu menghadang mereka dan membawa mereka ke ruangnya. "Selamat datang di ruanganku, Rosie. Mau permen jeruk?" Tawarnya yang mendapat gelengan singkat.

"Albus, sebaiknya segera kau tanyakan saja," kata McGonagall mengingatkan.

"Ada apa?" Kening Rosie berkerut melihat tatapan santai dari Dumbledore dan McGonagall yang terlihat gelisah di tempatnya.

"Apa yang kau lakukan semalam, Rosie?" Tanya Dumbledore sembari memasukan permen jeruk ke dalam mulutnya.

Rosie memiringkan kepalanya, mencoba mengingat apa yang ia lakukan semalam. "Aku berada di dalam gua, beristirahat, dan aku baru keluar dari gua dini hari. Ada apa?"

McGonagall menghela napas. "Tadi pagi sekali, Hagrid menemukan satu unicorn ditemukan mati di hutan terlarang. Kami mengira bahwa kejadian itu terjadi semalam, barangkali semalam kau tahu ada sesuatu yang mencurigakan di sekitar danau hitam, mengingat jarak hutan terlarang dan danau hitam cukup dekat."

Mata Rosie membulat kaget, wanita itu sontak menggeleng. "Tidak, sayangnya aku tidak tahu."

Dumbledore mengangguk. "Baiklah, terima kasih informasinya, Rosie. Jika kau menemukan sesuatu yang mencurigakan, bisa tolong beritahu kami?"

"Oh, tentu saja, aku senang jika bisa membantu." Kata Rosie. "Tapi, mengapa sesuatu atau seseorang ini membunuh unicorn? Atau... Apa mungkin satwa liar yang melakukannya?"

"Oh, tidak, tentu tidak," sela Dumbledore buru-buru. "Satwa liar tak mungkin melakukan hal semacam itu."

"Jika aku boleh tahu, bagaimana kondisi saat unicorn ini ditemukan?"

"Mati dengan keadaan leher yang berlubang," kata McGonagall. "Dan darahnya... sedikit mengotori tanah."

Rosie mencoba mencerna jawaban McGonagall. "Apa maksudnya sesuatu atau seseorang ini meminum darah unicorn?" Tanya Rosie lebih kaget lagi. "itu mengerikan sekali."

"Benar, ini buruk dan untuk itu aku meminta tolong padamu, jika kau mengetahui sesuatu segera beritahu kami." Pinta Dumbledore yang langsung diangguki Rosie.

Setelah puas mendapatkan informasi dari Albus dan Minerva, Rosie melangkah meninggalkan ruang kepala sekolah. Murid-murid yang berpapasan dengannya masih bersemangat untuk menyapa atau bahkan menatapnya.

Diperjalanan melewati koridor, ia bertemu dengan Severus, dan seseorang yang tak ia ketahui. Severus Snape menghentikan langkahnya, diikuti oleh seorang pria yang menggunakan sorban penutup kepala, keduanya menatap Rosie dengan pandangan heran.

 Severus Snape menghentikan langkahnya, diikuti oleh seorang pria yang menggunakan sorban penutup kepala, keduanya menatap Rosie dengan pandangan heran

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Siren (Ft Hogwart Boys) ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang