Seperti yang diminta oleh Sirius, dua hari setelah Sirius mendatanginya, Rosie menghampiri Remus memintanya untuk datang ke danau Hitam. Awalnya Remus ingin sekali membunuh Sirius ketika tahu apa maksud Rosie memintanya untuk datang ke danau hitam pada malam harinya. Remus bahkan tak segan-segan menodongkan tongkat sihirnya pada Sirius.
Rosie menatap kedua pria itu dengan tatapan sendu, ia melihat bagaimana Sirius menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Wajahnya menunjukkan gurat keputusasaan.
Sirius dijebak oleh Peter, wormtail yang Rosie kenal sebagai penakut tega melakukan hal tersebut. Pria itulah yang membuat James dan Lily mati, pria itu juga yang membocorkan rahasia di mana orang tua Harry tinggal dan berpura-pura mati demi menyembunyikan keberadaannya.
Akibatnya Sirius ditahan selama dua belas tahun karena tuduhan membunuh tiga belas muggle yang tak bersalah sebagai saksi, itu semua ulah Peter. Rosie menggelengkan kepalanya, ia hampir tak mempercayai ucapan Sirius seperti Remus yang menatap pria itu penuh marah.
Sirius melihatnya sedih, dan hal tak masuk akal lainnya adalah Peter masih hidup dan tinggal di Hogwarts. Tentu saja kedua pria itu menatap Rosie secara bergantian.
"Aku tak mengerti kenapa kalian melibatkanku mengenai Peter?" Kata Rosie.
"Apa itu benar jika Peter tinggal di Hogwarts?" Tanya Remus memastikan, bertanya penuh hati-hati.
"Aku tak pernah melihat Peter."
"Tentu saja Rosie tak pernah melihatnya," Sirius meludah ke tanah saking marahnya. "Ia berpura-pura menjadi tikus tanah dan bertingkah seolah ia peliharaan yang baik bagi keluarga Weasley."
"Apa?!" Rosie dan Remus berseru bersamaan.
"Aku melihatnya di daily prophet, ada satu anak berambut merah membawanya saat ia dalam wujud tikusnya."
Remus menatapnya tak yakin. "Kau tak berbohong?"
"Beri aku kesempatan untuk membuktikan!" Pinta Sirius memohon. "Aku akan menunjukkannya padamu bahwa Wormtail masih hidup."
"Tapi, bagaimana caranya?" Tanya Rosie menatap kedua pria itu bergantian. "Kau baru saja dituduh karena mencoba memasuki asrama."
Remus mengangguk, berterima kasih pada pertanyaan Rosie. "benar, kau mencoba untuk menyakiti Harry!"
"Tidak!" Sergahnya kasar. "Targetku hanya mencari Wormtail dan aku butuh bantuan Crookshanks."
"Siapa itu Crookshanks?" Tanya Rosie membeo.
"Kucing jingga milik teman Harry," Kata Sirius. "dia hebat, dia bisa membantuku."
"Siri, seharusnya kau tak boleh melakukan itu,"
"Dan membiarkan pengkhianat itu ada di sekitar Harry?!" Sirius sedikit membentak Rosie. "Dia adalah dalang yang sebenarnya, aku harus membunuhnya."
"Baiklah... Baiklah... Jika memang apa yang kau katakan benar, maka kita harus melakukan sesuatu," kata Remus.
Sirius menatap sahabatnya penuh harap. "Moony... Kau tahu kan, aku lebih baik mati daripada mengkhianati James." Raungnya sedih.
"Aku akan mencari cara bagaimana memancingnya keluar." Kata Remus tegas.
Rosie ikut berpikir, menyorot kedua pria itu bergantian. "Kenapa tidak menyuruh kucing itu untuk mengejar wormtail saja?" Sirius dan Remus berpaling pada Rosie. "well, tikus dan kucing memang tidak akur kan, kalian butuh rencana yang cukup alami tentunya,"
"Dan itu membuat si pemilik tikus mengejarnya, termasuk Harry. Ia pasti akan membantunya," gumam Sirius. "Wow, Rosie, itu ide brilian."
Rosie melipat kedua tangannya, mengangguk-anggukan kepala. "Yah, bisa saja kau berubah menjadi anjing dan memancing mereka ke suatu tempat misalnya,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Siren (Ft Hogwart Boys) ✓
FanfictionFANFICTION Rosie, gadis Siren yang tinggal di danau hitam, Hogwarts. Memiliki rasa penasaran yang tinggi pada siswa-siswi Hogwarts. Ia selalu mengamati kehidupan anak-anak itu dari tahun pertama hingga tahun terakhir. Di satu sisi, kecantikan Rose...
