29. Goodbye Tom

2.2K 319 30
                                        

Hogwarts, Danau Hitam, 1945

Menyambut tahun ketujuh, alias tahun terakhir. Seluruh murid kelas tujuh siap menghadapi ujian akhir mereka untuk menggapai kelulusan. Rosie menyadari betapa sibuknya murid-murid tahun ketujuh, seperti Fleamont yang terpaksa mengikuti berbagai macam kelas untuk mendongkrak nilainya.

Itu artinya sebentar lagi, ia akan berpisah dengan murid-murid tahun ketujuh termasuk Tom. Sesaat Rosie merasa sedih, ia begitu dekat, sangat dekat... walaupun Rosie tak tahu bagaimana status hubungannya bersama Tom, tapi Tom selalu menyakinkan bahwa Rosie adalah miliknya, yang artinya Tom tak akan meninggalkannya begitu saja.

Di sela-sela kesibukan Tom menghadapi persiapan NEWT (Nastily Exhausting Wizarding Test), laki-laki itu terkadang masih menjumpai Rosie. Tom sendiri tak mengerti, ia tiba-tiba ingin bertemu dengan wanitanya. Tanpa ia sadari, Tom mulai memiliki perasaan rindu.

Setelah ia berhasil mendapatkan air mata Siren dari Rosie, Tom bertekad untuk terus menetap di Hogwarts dengan cara mencalonkan diri sebagai guru pertahanan terhadap ilmu hitam sekaligus melebarkan sayapnya, mencari pengikut muda.

Tom mengira bahwa rasa air mata Siren begitu mengerikan, nyatanya air mata Siren tak memiliki rasa atau bau. Justru setelah Tom meminumnya, tubuhnya tiba-tiba terselubungi oleh cahaya menyilaukan selama beberapa detik sebelum menghilang.

Garis bibirnya melengkung, ia mengira bahwa efek air mata Siren telah bekerja padanya.

Hari demi hari terlewati, minggu demi minggu pun sama. Ujian NEWT telah terlaksana dan menunggu beberapa minggu lagi untuk pengumuman kelulusan. Tom saat ini duduk di atas rerumputan menikmati angin segar, kepalanya sempat terasa pening ketika ia terlalu banyak menyusun rencana masa depannya. Di sampingnya, Rosie tampak tenang menikmati buah anggur.

Menurut Tom, selera Rosie tak pernah berubah. Setiap kali ia melihat Rosie makan, ia akan mendapati buah anggur di antaranya.

"Bagaimana rencanamu setelah ini, Tom?" Tanya Rosie setelah menelan buah anggur yang ada di dalam mulutnya.

Tom bergeser mencondongkan tubuhnya, menyandarkan kepalanya di bahu Rosie. "Aku sudah mengatakan bahwa aku akan mencalonkan diri untuk menjadi guru di sini."

"Hmm, kau yakin?"

"Mengapa tidak?"

"Kau brilian, Tom. Kau bisa bekerja di kementrian sihir jika kau mau," kata Rosie. "Abraxas mengatakan bahwa dia akan bekerja di sana, mengikuti jejak ayahnya."

"Dan meninggalkanmu sendirian?"

Sesaat Rosie terdiam. Memang benar, jika Tom bekerja di kementrian sihir, maka Tom bisa saja meninggalkan dirinya. Rosie tak rela, tapi ia juga tidak bisa egois. Tom bisa memiliki hidup yang layak dan--

"Jangan berpikiran macam-macam," kata Tom.

"Aku tidak,"

"Ya, kau," Sela Tom. "aku selalu tahu kau akan berpikiran aneh-aneh dan itu tak akan terjadi."

Rosie tersenyum simpul dan kembali memakan anggur miliknya. Untuk saat ini, ia membiarkan dirinya larut ke dalam perasaan nyaman ketika berdekatan dengan Tom. Rosie akan menikmati masa-masanya bersama Tom sebelum laki-laki itu lulus dan kembali menjadi seorang guru.

Dua bulan telah berlalu dan upacara kelulusan baru saja terlaksana. Murid Gryffindor, tepatnya Ignatius, Fleamont, Septimus dan Eugene menghampirinya, mengucapkan salam perpisahan. Rosie melihat Septimus, laki-laki itu agak cengeng hari ini. Dia menangis dalam diam sembari mendapat tepukan pelan dari Ignatius.

Siren (Ft Hogwart Boys) ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang