EXTRA PART 1

37.3K 2.1K 423
                                        

Halo!!!!

SEBELUM MEMBACA SILAHKAN VOTE TERLEBIH DAHULU!!!!

Aku saranin dengerin lagu Falling-Jk
.
.
.
.
.
Happy reading❤

•••••

3 hari berlalu, setelah kejadian dimana hal yang tidak pernah Ellard bayangkan ternyata menghampiri dan berhasil menghancurkan hidupnya dalam hitungan detik. Sore hari ini, matahari tak menampakkan sinarnya, seolah-olah dia mengerti dengan perasaan yang kini melingkupi hati Ellard.

Pria gagah itu dengan sekuat tenaga menahan air matanya saat melihat peti putih cantik yang didalamnya terdapat istri mungilnya tengah diturunkan ke dalam tanah.

Pria gagah itu dengan sekuat tenaga menahan air matanya saat melihat peti putih cantik yang didalamnya terdapat istri mungilnya tengah diturunkan ke dalam tanah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ellard menjilat bibirnya yang terasa kering. Dia belum mengkonsumsi apapun selama 3 hari ini. Dia hanya meminum cairan bening dan vitamin untuk dirinya. Ellard sama sekali tak memiliki nafsu untuk makan.

Berulang kali Ellard menghembuskan nafas berat. Dia menatap sendu pemandangan yang sangat mengerikan dihadapannya. Nyatanya sekuat apapun dia menahan air mata, kristal bening itu tetap berjatuhan, membasahi kedua pipinya. Ellard tidak sanggup untuk ditinggalkan oleh Ella-nya. Jika saja dia bisa menentang takdir, Ellard merasa dia ingin mati terlebih dahulu.

Isakan tangis seorang Atala Ellard Ocean mulai terdengar memenuhi area pemakaman. Dia duduk bersimpuh di tanah, tepat di sebelah makam istrinya yang baru tadi dia kecup keningnya. Ellard tak pernah menyangka bahwa pernikahannya dan Ella akan berakhir semiris ini.

Ellard membelai batu nisan yang terdapat nama istri tercintanya di atasnya. "Ella." Ucapnya pilu dengan air matanya yang terus mengalir.

"Sayang." Panggil Ellard, berharap dia bisa mendengar suara istrinya. Biasanya Ella akan menyahuti panggilan Ellard, namun kali ini dia tidak mendapatkan sahutan apapun. Semuanya telah berubah.

Ellard menggeleng pelan, dia merasakan hatinya remuk redam. Dia mengecup batu nisan hitam dihadapannya dengan penuh kasih sayang, seolah-olah dia sedang mengecup kening istrinya. "I love you, baby." Ucapnya.

Ellard menaburkan bunga dengan tangan kanannya. Setelah itu, dia kembali membelai batu nisan istrinya.

"Kenapa secepat ini, sayang? Kamu bahkan belum menyentuh putra kita. Kamu bilang mau ngerawat dia sama-sama. Kamu janji nggak akan pernah ninggalin aku dan putra kita. Kenapa kamu mengingkari janji itu?"

Ellard menghela nafas panjang. "Kamu tahu kan, sayang? Aku nggak bisa tanpa kamu. Aku harus pulang kemana setelah ini? Aku harus gimana, Ella?"

Tubuh Ellard bergetar hebat diiringi dengan isakan tangisnya yang terdengar sangat menyayat hati. Dia merasa kehilangan dunianya. Tidak! Bukan hanya kehilangan, tapi dunia Ellard memang telah hancur. Dia tidak memiliki tempat untuk pulang dan mengadu. Dan tidak akan ada lagi seorang gadis mungil yang akan menyambutnya ketika dirinya baru saja melalui hari yang sangat melelahkan. Ellard sudah tidak memiliki cahaya hidupnya. Kini hanya kehampaan dan kekosongan yang memenuhi hatinya.

ELLARD OCEAN[END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang