Makasiiiii yang udah nunggu.........
Kayanya gua bakal up cepet dehh soalnya pnya waktu longgar-!!!!
Pokoknya pantengin terus dan tetap setia sama lapak Sagunaaa <3
***
Angin sepay-sepoy berhembus berirama. Hembusannya sangat sejuk menerpa pelan kulit kelima cowok yang tengah asyik berbincang dengan teman-teman seanggota Liberios yang lain.
"Bikin TT dong." ajak Kenzo memainkan ponselnya dan memasuki laman aplikasi video.
"Hah, TT?!"
"Video tok tok maksudnya. Pikiran lo kotor banget." balas Kenzo.
"Ayok, gas! Tapi jangan yang pantatnya geol-geol ke kamera." ujar Farzan mengiyakan ajakan Kenzo. "Eh, tapi gak papa juga sih. Pantat gue kan bahenol." sambungnya.
"Idih."
"Pake sound ini aja." unjuk Kenzo setelah menekan salah satu video untuk menggunakan sound tersebut.
'Burung puyuh
Burung ketut
Dimakan biawak'
'Kadang cantik'
'Kadang imut' Kenzo langsung menunjukkan raut wajah lucunya ke kamera yang justru itu membuat yang lain jijik di tempat.
'Kadang-kadang mirip biawak' bersamaan dengan lirik lagu, Kenzo mengarahkan kameranya tepat pada wajah Farzan.
"Setan! Maksud lo biawaknya gue?!" cerca Farzan jengkel.
"Emang konsep videonya gitu, yang ganteng ditaruh di awal." kata Kenzo tertawa terbahak-bahak.
Di warung Mpok Siti. Sudah lama mereka tidak bersantai ria, menghabiskan sisa hari bersama. Mereka yang berkumpul sejak bel pulang sekolah berbunyi masih tak menunjukkan tanda-tanda akan pulang ke rumah. Sebagian besar masih menggunakan seragam SMA Taruna Bangsa.
Tetapi tidak dengan Saguna, yang tadi sempat mampir ke cafe bersama Freya. Kini memutuskan untuk bergabung bersama Liberios. Duduk tak jauh dari Aksa, sang ketua. Keduanya yang sekilas hampir mirip juga terlebih Aksa dan Saguna adalah dua orang paling waras di antara anggota inti Liberios yang lain.
"Alay banget anak buah lo." kata Saguna melihat Kenzo.
"Emang alay." ujar Aksa menyetujuinya. "Tapi kalau gak ada dia jadi sepi. Gak ada yang dibuli."
Keduanya saling bertatap sesaat lalu tertawa bersamaan. Tetapi memang benar adanya. Kalau tidak ada Kenzo, seperti ada yang kurang. Layaknya soup tanpa garam atau gorengan tanpa cabai rawit. Sudah jalan takdir di mana Liberios butuh Kenzo dan Kenzo butuh keluarganya, yaitu para anggota Liberios.
"Woi! Lo berdua ngomongin apaan?!" teriak Kenzo dari bawah pohon besar dekat parkiran.
"Tadi Saguna cerita kalau Freya berhasil peluk dia selama 5 menit!" balas Aksa yang tambah besar tawanya kala melihat perubahan raut wajah Saguna.
"Freya goda iman lo lagi, Na? Jangan sampe goyah!" teriak Kenzo yang kedua kali.
"JANGAN SAMPE GOYAH!" ujar Farzan ikut-ikutan.
"Urus aja iman lo sendiri." kata Samuel pada akhirnya bersuara. Ternyata sedari tadi cowok itu sempat syok melihat Farzan dan Kenzo berjoget ria di depan kamera.
"Tadi lo telat ke cafe? Bang Jordan chat gue, dia nanya Saguna lagi di mana." ujar Aksa menyenderkan tubuhnya yang terasa pegal.
"Jangan direspon."
"Telat. Udah gue balas chatnya." kata Aksa jujur.
"Lain kali gak usah dijawab." balas Saguna.
"Lagian lo ke mana aja, sampe dicariin Bang Jordan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Saguna
Novela Juvenil[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Spin off cerita "Aksara" dapat dibaca terpisah <3 "Bisa diam gak?" "Jangan ganggu gue!" "Gue bukan pacar lo, Frey." Top 3 kalimat Saguna Zayyan, cowok super dingin mengalahkan tumpukan salju di Kutub Utara. "DASAR...
