Malem bngt yee upnya.....
Tadi sore mau lanjut eh gak ada kuota wkwkw,,,,
So enjoy this capt-!!!
***
Di rumah sederhana, tepatnya di dapur yang tidak terlalu luas. Ketiga gadis serempak memakai kaos karena merasa udara di dalam cukup panas. Meisya menggunakan kaos putih polos. Naila terlihat imut memakai kaos ungu bergambar animasi kesukaannya. Dan yang terakhir kaos dengan tulisan band asal Inggris membalut sempurna tubuh Freya.
Tidak lupa juga seorang wanita berbaju lengan sedikit panjang, Irish.
Tengah sibuk dengan bagian mereka masing-masing. Karena ternyata pesanan kue yang dipesan keluarga Zayyan lumayan banyak jumlahnya. Dengan senang hati Meisya dan Naila mau membantu sahabat mereka itu. Lagi pula membuat kue akan sangat menyenangkan.
Padahal yang ada di kepala Freya hanya acara kecil. Itu salah, sepertinya Ashe memang sudah merasa cocok dengan Kyla hingga acara penyambutan gadis itu saja terbilang cukup meriah, mungkin. Bagaimana kalau kesempatannya hilang?
"Timbang bahannya jangan sampe salah, Nai." kata Meisya kepada Naila yang bertugas menimbang bahan kering dan basah di sudut meja.
"Meisya ngeremehin Naila? Tenang aja. Naila udah profesional." kata Naila yang membuka matanya lebar kala menuangkan tepung ke dalam wadah saat ditimbang.
"Hati-hati, mata keluar. Santai aja kali gak usah tegang banget." tawa Freya melihatnya.
"Tetapi harus tetap fokus. Nanti kalian malah buang isi telur terus ngocok cangkangnya." kata Irish ikut tertawa.
"Tante bisa aja." kata Meisya sambil terkekeh.
"Oh ya, ngomong-ngomong Naila tinggal sama siapa aja di rumah?" tanya Irish seraya mengaduk semua bahan di satu wadah.
"Keluarga Naila rame banget, Tan." jawab Naila sumringah.
"Ada Papih, Mamih, ada Kak Naufal, Kak Rizal. Ada Adik Naila namanya Shaffa, dia baru umur 5 tahun. Kadang Nenek sama Kakek juga menginap di rumah." ujar Naila bercerita layaknya anak TK. Gadis itu sangat antusias menjawab pertanyaan Irish membuat yang lain gemas sendiri melihatnya.
"Seru dong. Tante suka suasana rumah kalau ramai sama keluarga kaya gitu." kata Irish tertawa kecil. Perlu kalian ketahui, Meisya dan Naila sudah seperti anak kandung baginya. Keduanya yang lucu dan sangat asyik, membuat kesan keluarga untuk Irish.
"Keluarganya se-RT," kata Freya mencicipi adonan kue.
"Tapi benar kata Tante Irish. Kedengarannya seru." kata Meisya setuju.
"Oh dan ada dua lagi, cimol sama cimul." kata Naila menambahi. Hampir saja lupa dengan anggota keluarga sendiri.
"Mereka siapa? Kok namanya kaya makanan gitu?" tanya Irish bingung.
"Kucing peliharaan Naila." jawab Naila, Freya dan Meisya berbarengan.
"Lucunya..." ujar Irish.
"Bilang aja kalau aneh, Naila suka kejujuran kok." sambung Freya.
"Itu jujur. Lucu banget, memang sekarang banyak yang kasih nama kucing mereka dengan sesuatu hal yang menggemaskan pas didengar." jelas Irish.
"Emang cimol lucu?" tanya Freya.
"Frey..." tegur Irish tajam.
"Freya emang suka gitu, Tante. Sering iri sama Naila." ujar Naila kemudian Freya menunjukkan raut wajah terkejut sekaligus bingung. Sepertinya gadis itu berkata "Gue iri sama lo?"
"Dua kucing itu pemberian Samuel untuk Naila, Tante." kata Naila menjelaskan kepada Irish yang masih setia mendengar.
"Kalau Samuel kasih lo kucing lagi. Cocoknya kasih nama cilor sama cilok." kata Freya meledek. Lengkap sudah. Ada cimol dan cimul kemudian ditambah cilor dan cilok. Jatuhnya bukan seperti nama untuk kucing melainkan jajanan anak sekolah dasar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Saguna
Novela Juvenil[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Spin off cerita "Aksara" dapat dibaca terpisah <3 "Bisa diam gak?" "Jangan ganggu gue!" "Gue bukan pacar lo, Frey." Top 3 kalimat Saguna Zayyan, cowok super dingin mengalahkan tumpukan salju di Kutub Utara. "DASAR...
