#19 Bunda dan Freya sayang Saguna

258 25 7
                                        

Niatnya mau double up,,
Tunggu aja ya,
Jangan lupa vomment

***

Clek.

Suara pintu yang dibuka menarik perhatian Saguna. Masuk seorang pria. Tidak perlu ditanya betapa berwibawa dan menawannya Ardana, berjalan mendekat ke arah sang putra kemudian duduk di atas kasur king size milik Saguna.

"Bunda baru bisa tidur makanya Ayah ke kamar kamu." ujar Ardana memberitahu sebelum Saguna bertanya.

Ternyata kaburnya Saguna menghindar dari polisi tak mengubah keadaan. Pegawai toko dan keamanan mall memutar rekaman cctv. Terpampang jelas wajah Saguna, anak pengusahawan bernama Ardana Zayyan. Tengah berkelahi habis-habisan dengan seorang remaja sebayanya.

Polisi mendatangi kediaman Zayyan. Membuat Ashe sangat terkejut terlebih saat dirinya melihat memar di wajah Saguna. Betapa khawatirnya Ashe sampai menangis tersedu.

Saguna tidak mau membuka suara akan hal yang terjadi di sana. Cowok itu mengunci dirinya di dalam kamar, tidak ada yang bisa masuk. Bahkan Kyla yang berada di tempat kejadian bertanya seribu kali, Saguna tetap tidak mau menjawab.

"Bagaimana luka kamu?"

"Membaik." jawab Saguna. Pelipis dan rahangnya tertempel sebuah plester.

"Siapa orang itu?" tanya Ardana mencoba kembali.

"Musuh Liberios." ujar Saguna pada akhirnya. Mendengar jawaban Saguna. Ardana mengusap wajahnya kasar.

"Dengar Saguna, Ayah memang akan melindungi kamu. Tetapi jangan biarkan Ayah menyesal telah mengizinkan kamu bergabung dengan geng motor itu." ujar Ardana menjadi sedikit dingin dan terdengar tegas.

Terdiam. Saguna tidak menjawab.

"Buat batasan. Buat garis maksimal antara kamu dan Liberios. Karena apa yang kamu lakukan telah di luar batas, Nak. Ayah yakin kamu bisa melakukannya." ujar Ardana tidak mau terlalu menekan Saguna.

Jujur saja. Ingin rasanya Ardana meminta Saguna keluar dari perkumpulan gila tersebut. Tetapi jika hal itu membuat Saguna yang dulu kembali, Ardana tidak sanggup.

Setelah bergabung dengan Liberios. Saguna berubah drastis. Putranya mempunyai banyak teman, mempunyai masa menyenangkan. Sesekali Ardana melihat Saguna teratawa lepas bersama para sahabatnya, tidak seperti dulu. Murung dan menjauh dari semua orang.

Ardana bangkit dari duduknya. Melangkah berlalu dari sana.

Sepeninggalan Ardana. Saguna melempar barang di dekatnya ke sembarang arah, cowok itu meremas kuat rambutnya ke belakang.

Beralih berjalan menuju sebuah kursi dan mulai duduk. Membuka laptop, mengetik sesuatu di sana. Layar laptop menampilkan banyak huruf dan tanda baca yang tak semua orang dapat pahami. Saguna berniat akan mengorek semua informasi yang tidak terdapat di halaman internet umum.

Jangan lupakan kalau Saguna sangat mahir dalam hal tersebut.

"Cepat..." gumamnya kala layar laptop memuat hasil yang dicari.

Satu detik kemudian, mulai keluar banyak artikel. Tertulis di sana bahwa file infomasi sudah terblokir dari internet. Bagaimana Saguna bisa mendapatkannya? Itu adalah kelebihan miliknya.

"Kenapa semua informasi terblokir?" gumam Saguna pada diri sendiri. Ia mencetak berita menjadi sebuah kertas, melipat dan menyimpannya di dalam tas sekolah.

Semua berita kasus milik Mita Andana. Penangkapan di rumah kediaman mereka.

Terdapat satu video, Saguna memutarnya tanpa ragu. Pemandangan kejadian saat Mita ditangkap oleh pihak kepolisian. Mita berteriak bahwa bukan dialah pelakunya. Wanita itu menangis serta memohon agar tidak diseret ke kantor polisi.

Saguna Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang