"Jadi gimana kerja di sini, Frey?" tanya Meisya seraya mengaduk minuman menggunakan sedotan. Sesekali membenarkan tatanan rambut panjangnya.
"Gimana apanya? Masih biasa aja. Gue juga kerja baru beberapa hari doang, belum lama." ujar Freya. Gadis itu sedang merapikan posisi topinya. Memakai topi dengan logo cafe milik Jordan yang tertera jelas di sana, terlihat bagus dan keren.
"Freya betah kerja di sini?" kini giliran Naila yang bertanya.
"Betah aja kok." jawab Freya sekenanya. Jika fokusnya tengah tertuju pada suatu hal atau Freya sedang melakukan sesuatu. Sudah pasti ia akan menjawab pertanyaan juga obrolan dengan sangat singkat dan seadanya.
Naila mengangguk-angguk samar.
"Aku lagi gak mood banget. Tadi Aksa ketauan bolos kelas lagi, padahal aku udah bilang 'Jangan. Nanti kamu kena masalah lagi dan lagi' tapi tetap aja dia kaya gak mau dengerin." dumel Meisya dengan tangan kiri menopang dagu. Mulut yang cemberut menandakan ia sangat kesal juga marah dengan sang kekasih.
Dan sengaja Meisya mematikan ponselnya. Agar Aksa tidak dapat menelpon dan mencari tahu di mana keberadaannya. Salah Aksa sendiri mengabaikan peringatan dari Meisya, sekarang rasakan akibatnya.
"Naila juga lagi kesel sama Samuel. Masa Samuel bilang aktor drama yang Naila suka, biasa aja. Samuel bilang masih gantengan dirinya sendiri." ucap Naila ikut bercerita.
"Percaya diri mampus." sambar Freya.
Naila membuka ponselnya. Mencari ikon galeri dan menekannya, gerakannya sangat lincah. Ia mulai mencari sebuah foto di sana, "Liat. Ganteng banget, masa dibilang biasa aja?" marah Naila seraya menunjukkan foto aktor idamannya kepada Freya dan Meisya.
"Paling Samuel cemburu." jawab Meisya.
"Tapi gak masuk akal, Meisya. Dia seorang aktor terkenal yang fansnya ada di seluruh belahan dunia. Gak mungkin mau sama Naila juga jadi kenapa harus cemburu?" ujar Naila terdengar logis. Sudah berulang kali dirinya mengatakan hal yang sama persis seperti yang ia ucapkan barusan. Kepada sang pacar, Samuel.
"Samuel itu manusia yang punya tingkat percaya diri di atas rata-rata orang pada umumnya." kata Freya setelah selesai berurusan dengan penampilannya. "Jadi Samuel bakal bilang kalau semua cowok di seluruh dunia itu biasa aja. Dan lebih membanggakan wajahnya sendiri." lanjut Freya menampilkan raut jijik.
Untung pacar sahabat.
"Dulu Aksa juga gitu." ujar Meisya.
"Aksa emang mukanya lumayan lah." kata Freya enteng. Tunggu, sepertinya perdebatan akan segera berlangsung karena ucapan Freya tadi.
"Jadi menurut Freya. Samuel sejelek itu? Ya ampun, Freya. Walaupun Samuel kalah jauh sama aktor kesukaan Naila, tapi dia tetap pacar Naila!" omel Naila merasa tidak terima.
"Emang itu pacar lo. Gak ada yang bilang Samuel pacar Mpok Siti." ujar Freya membawa nama Mpok Siti, si pemilik warung tempat Liberios biasanya berkumpul.
"Freya jahat banget."
"Terima kasih." jawab Freya.
"Itu bukan pujian!"
"Terserah lo, Nai." ujar Freya malas meladeni sifat kekanak-kanakan Naila sekarang.
"FREYA NGESELIN BANGET!"
Dan kebiasaan Naila ketika marah kepada Freya adalah melempar sesuatu. Jadi Naila melempar totebag berwarna hijau terang yang dihiasi gantungan bulu-bulu cantik miliknya ke arah Freya. Benda itu berhasil menubruk wajah Freya hingga topi yang digunakannya menjadi berantakan.
"NAILA?! LO LIAT APA YANG LO LAKUIN?!"
"Mati Naila." gumam Naila menelan salivanya kasar. Melihat Freya marah sama persis seperti melihat Kak Ros di animasi Upin Ipin mengamuk kepada kedua Adik botaknya. Ia merasa melihat asap tebal berwarna merah mengerubuni mereka sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Saguna
عاطفية[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Spin off cerita "Aksara" dapat dibaca terpisah <3 "Bisa diam gak?" "Jangan ganggu gue!" "Gue bukan pacar lo, Frey." Top 3 kalimat Saguna Zayyan, cowok super dingin mengalahkan tumpukan salju di Kutub Utara. "DASAR...
