#17 Kyla

277 18 2
                                        

"Mencintaimu itu sulit. Tetapi melepaskanmu rasanya tak mungkin."
-Freya Jovanka

***


"Berat banget kopernya."

"Mau dibantu, Neng?" tanya pria tua yang berdiri tak jauh darinya.

"Gak usah, Pak. Terima kasih banyak." tolaknya sopan.

Terlihat seorang gadis yang sedang menarik satu koper berwarna merah marun. Dengan satu tangannya lagi memegang tas berukuran sedang. Sedikit kesulitan membawa koper dan tas secara bersamaan, membuatnya mendapat tawaran bantuan. Tetapi gadis itu masih terlihat menyanggupinya.

"Sini gue bantu." suara berat menerobos masuk menyusuri telinganya.

"Saguna?!" kejut Kyla.

Kyla Anatasya, dengan cepat melepaskan kedua tangannya dari barang bawaan. Beralih memeluk erat Saguna. "Gue kangen banget sama lo." ujar Kyla. Cowok itu terlihat tak keberatan, Saguna membalas pelukannya sekilas.

"Lo telat jemput gue!" marah Kyla menunjuk Saguna tajam.

"Maaf, tadi ada urusan sebentar." jawab Saguna mengambil alih koper dan tas bawaan Kyla. "Ayok, Bunda udah gak sabar mau ketemu lo." ajak Saguna.

Akhirnya hari yang sudah ditunggu-tunggu Ashe telah tiba. Sejak dari lusa kemarin wanita itu tidak sabar ingin bertemu dengan Kyla, sampai Saguna bosan mendengarnya.

Kyla ini. Kyla itu.

Menanyakan kapan Kyla akan sampai di Jakarta, padahal wanita itu sudah tahu pasti waktu yang Kyla pilih untuk mengunjungi kota kelahirannya. Menandakan betapa excitednya Ashe.

"Gue juga udah gak sabar!" Kyla menarik lengan Saguna pergi. Keduanya memasuki mobil milik keluarga Zayyan, dengan Saguna yang terlebih dahulu membawa koper dan tas milik Kyla ke bagasi mobil.

***

Kringgg!

Bel sekolah berbunyi nyaring. Namun suaranya terdengar lebih melengking dari biasanya, jujur saja itu membuat telinga beberapa murid berdenging.

"Capek gue dengar dia ngomel mulu." gumam Farzan kepada Kenzo yang sedari tadi hanya diam menyaksikan Freya memarahi bel sekolah. "Udah gitu marahnya sama bel sekolah, gak jelas banget hidupnya." sambung Farzan tak habis pikir.

"Lo kaya gak kenal Freya aja. Jangankan bel sekolah. Semut kalau bikin Saguna kesandung terus jatoh, udah dijadiin semut bakar sambel balado sama tuh orang." ujar Farzan ada benarnya.

"Aduh, tenggorokan gue kering." ngeluh Freya menyudahi. Dengan cepat Kenzo memberikan botol minum di tangannya. Sebelum Freya mengamuk, ada baiknya Kenzo cepat bergerak.

"Sana lo berdua balik ke kelas. Kenapa masih di sini? Bel masuk udah bunyi!" ujar Freya kepada Kenzo dan Farzan.

Sebab semua orang telah kembali ke kelas mereka masing-masing. Hanya tersisa ketiganya yang masih berkeliaran bebas di koridor. Belum saja ketahuan Bu Runi, bisa habis dijemur atau membersihkan toilet. Atau mungkin merapikan gudang. Lebih parahnya lagi, Bu runi pernah memberikan semua hukuman sekaligus.

Petugas kebersihan bisa bersantai ria mengetahui sebagian murid SMA Taruna Bangsa isinya manusia pembuat onar semua.

"Lo aja masih di sini. Ngapain?" tanya Kenzo balik.

"Lah, suka-suka gue." ujar Freya menjawab. "Gue lagi nunggu, pacar. Saguna sayangku." lanjut Freya tersenyum lebar.

Mendengar ucapan Freya barusan. Farzan dan Kenzo tertawa keras, suaranya menggelegar dan itu menyebalkan. Keduanya tidak pernah gagal menarik amarah Freya keluar untuk meledak.

Saguna Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang