"Selamat tinggal, Saguna."
-Freya Jovanka
***
Telah tiba hari di mana bazar amal yang murid SMA Taruna Bangsa nantikan. Banyak dari mereka yang ikut meramaikan. Ikut menyumbang dengan cara membeli barang dan makanan.
Angin malam menerpa kincir-kincir buatan kelompok 3. Bertabrakkan dengan suara alunan musik yang membuat suasana makin meriah. Terdapat kotak kuning besar yang mengeluarkan bunyi lucu dikala seseorang memasukkan uang ke dalamnya, merupakan salah satu ide cemerlang dari Meisya.
Serta suara gesekan antara alat masak. Banyak dari siswa dan siswi yang ternyata jago memasak.
Seperti rencana awal. Kelompok Freya menampilkan acara musik, mereka menaruh kotak di depan panggung. Siapa saja yang berkenan menyumbang seikhlasnya, jangan ragu untuk memasukkan uang mereka ke dalam kotak tersebut.
"Kenzo. Lo udah makan 5 waffle, jangan lupa bayar!" ujar si sang penjual. Kelompok 2 yang menjual makanan.
"Kasbon bisa gak?" tanya Kenzo dengan mulut penuh makanan.
"Bisa. Tapi lo matinya susah, inikan buat amal." balasnya.
"Amit-amit." ujar Kenzo jadi takut sendiri.
"Keren juga bazar amalnya. Cuma kalau menurut gue kurang wahana aja. Harusnya kalian bikin rumah hantu." kata Samuel mengeluarkan uang dari dompetnya untuk membayar waffle yang telah ia makan.
"Setannya aja ada di sini." tutur Farzan menunjuk Kenzo.
"Shttttt!" jari telunjuk Kenzo menyosor menyuruh mulut Farzan untuk diam. Tetapi Farzan malah memegang tangan Kenzo dan memasukkan telunjuk Kenzo ke dalam lubang hidungnya.
"NAJIS MUGHALLADAH!" teriak Kenzo.
"Anjir, najis tingkat tinggi."
"Belum ngupil 7 tahun." kata Farzan tertawa tak berdosa. Sedangkan Kenzo sedang menyiram jari tangannya menggunakan air mineral di atas meja.
"Saguna gak datang?" tanya Aksa, pandangan matanya tak terlepas dari Meisya yang tengah bernyanyi di atas panggung. Selain mempunyai wajah yang cantik. Suara yang dimiliki Meisya tak kalah indah dari parasnya.
"Katanya bakal nyusul. Atau jangan-jangan lagi kena sidang sama bokapnya." ujar Kenzo.
"Bisa jadi. Secara gak langsung Saguna selalu menolak kalau mau diajak diskusi tanggal pertunangannya." kata Farzan.
"Udah gue bilang, dia sukanya sama Freya." balas Samuel yakin.
"Asal jangan ngomong kaya gitu di depan Freya aja. Nanti dia gagal move on." ujar Farzan kepada Samuel. Kasihan, dilihatnya gadis itu sedang mencoba. Saat berpapasan dengan Saguna di koridor sekolah kemarin. Freya nampak menjaga jarak, berlagak tak peduli. Tetapi manusia mana yang tidak tahu kalau gadis itu berbohong ketika melihat dari tatapan matanya.
Freya tak peduli kepada seorang Saguna. Terdengar mustahil.
Tiba-tiba Kenzo menendang pelan kaki Farzan. Memberinya kode, "Apa sih? Pake nendang kaki gue segala!"
"Ada Freya." bisik Kenzo tajam.
"Halo, Freya." sapa Samuel memanggil Freya yang berjalan bersama teman kelasnya.
Ketika Freya menyadari keberadaan anggota inti Liberios. Gadis itu berjalan mendekat. "Asik, lo semua pada datang."
"Iya dong, dukung bazar amal sekolah sendiri." kata Aksa menjawab.
KAMU SEDANG MEMBACA
Saguna
Romance[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Spin off cerita "Aksara" dapat dibaca terpisah <3 "Bisa diam gak?" "Jangan ganggu gue!" "Gue bukan pacar lo, Frey." Top 3 kalimat Saguna Zayyan, cowok super dingin mengalahkan tumpukan salju di Kutub Utara. "DASAR...
