hey, jangan lupa vommentnya ya-!!!
***
Akhirnya. Freya dan Saguna dapat kembali bersekolah, masa skorsnya sudah habis. Kini mereka dapat bertemu para sahabat tercinta.
Hari yang baru, Freya harap akan menjadi kehidupan yang baru dan lebih baik lagi. Walau tadi malam ia tidak tidur dengan tenang, Freya masih menyesuaikan diri dengan kamarnya yang baru. Entah mengapa pula akhir-akhir ini memang tidurnya sedang tidak teratur dan tidak terlalu nyenyak.
"Semalam kamu pulang larut sekali, Frey. Kamu habis dari mana?" tanya Irish kepada Freya yang sedang menyantap menu sarapan sederhana.
Freya tersedak. Dengan cepat Irish memberinya air minum. "Makannya pelan-pelan, sayang."
"Freya... Semalam main di rumah Meisya. Bareng sama Naila juga, jadi lupa waktu." bohong Freya. Memutuskan untuk merahasiakan kalau dirinya bekerja dengan Jordan Zayyan.
Freya tahu pasti Irish akan melarangnya dengan keras. Segala macam alasan, Freya paham kalau ini akan mengganggu waktu belajarnya. Jujur rasa lelah pasti dirasakan apalagi kalau cafe sedang ramai pengunjung.
Tetapi Freya harus melakukannya. Biaya sekolah tidak murah, begitu juga dengan kebutuhan hidup sehari-hari.
"Lain kali kabari Mamah, ya?" kata Irish yang khawatir.
"Iya, Mah. Maaf karena udah buat Mamah khawatir, Freya lupa." ujar Freya menunduk.
"Gak papa. Oh iya, Mamah lembur hari ini, mungkin akan pulang tengah malam."
"Lembur? Mamah baru aja masuk." Freya memasukkan sesendok nasi dengan lauk ke dalam mulutnya.
"Kalau lembur, Mamah dapat bonus. Lumayan banget. Bisa jadi tambahan tabungan. Sekarang kita harus menyisihkan uang untuk bayar kontrakan dan listrik." kata Irish. Langsung mendapati Freya yang termenung setelah mendengarnya.
"Freya tenang aja. Mamah bisa mencukupi kebutuhan kita, kebutuhan biaya sekolah kamu. Tugas Freya cuma belajar, banggakan Mamah dan Papah." ujar Irish mengelus tangan Freya di atas meja makan.
Jawaban dari Freya hanya senyum samar. Tidak, mana mungkin Freya bisa biarkan Irish berjuang sendirian. Tekatnya untuk lanjut bekerja semakin bulat sekarang.
***
Saguna turun dari motor. Rasanya sangat muak ketika mengingat kalau sepulang sekolah ia harus datang ke cafe. Jordan sangat membuatnya naik darah, setiap hari selalu saja ada hal baru yang dikatakan. Harus melakukan ini, itu, dan banyak lagi lainnya.
"Halo, halo Bandung!" nyanyi Farzan sedangkan Kenzo diam saja, wajahnya seakan tak berselera berbicara.
"Kenzo kenapa?" tanya Saguna yang melihatnya.
"Ayangnya si Kenzo ternyata udah punya ayang." kata Samuel yang baru saja datang.
"Kasihan. Niat kasih cokelat, ternyata pacar tuh cewek udah punya tokonya." sambung Aksa.
"Kacau, Zo. Kalah jauh."
"Baru juga toko cokelat. Dia belum tau kalau gue punya pabriknya." ujar Kenzo emosi dan tidak mau kalah.
"Aamiin." kata Farzan meng-Aminkan.
"Emang siapa nama ceweknya?" tanya Saguna. Mereka mulai jalan keluar dari area parkiran, masuk ke dalam bangunan sekolah.
"Tumben banyak tanya." cetus Farzan yang sedang mengelus pundak Kenzo. Kasihan sang sahabat sedang patah hati.
"Jangan disebut namanya! Gue udah gak mau dengar nama cewek itu lagi." drama Kenzo sambil menutup telinga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Saguna
Romance[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Spin off cerita "Aksara" dapat dibaca terpisah <3 "Bisa diam gak?" "Jangan ganggu gue!" "Gue bukan pacar lo, Frey." Top 3 kalimat Saguna Zayyan, cowok super dingin mengalahkan tumpukan salju di Kutub Utara. "DASAR...
