Chapter 1

76.1K 956 8
                                        

Kediaman Keluarga Zeus

"Kenapa Papa manggil Aladric?" tanya Aladric begitu memasuki ruangan Papanya yang berada di lantai bawah.

"Papa mau jodohin kamu"

"Apaansih Pa, Aladric gamau" Aladric dengan kesal membalikkan badannya dan mulai berjalan keluar.

"Yakin gamau? Sama Keira lho" Papa menggoda Aladric yang langsung berjalan mendekati Papanya begitu mendengar nama Keira.

"Keira anaknya om Justin? Yang dulu main sama aku?"

"Yup. Masih gamau?" Papa menaikkan alisnya menggoda putra tunggalnya.

"Dia udah balik dari Aussie?"

"Apparently mereka udah kembali dari lama, cuma Papa lost contact dan baru ketemu lagi beberapa hari yang lalu"

"Keira setuju di jodohin sama aku?" Aladric bertanya dengan mimik suara yang sudah semangat.

"Mereka akan memberi tahu Keira setelah kamu setuju"

"Of course aku setuju! Are you kidding?!" (tentu saja aku setuju! apakah kau bercanda?)

"Boy, I think you're way too happy about this" (nak, sepertinya kamu terlalu senang)

"I've been dreaming about her since she left" (aku telah memimpikan dia sejak dia pergi)

"So you love her?" (jadi kau mencintainya?)

"I don't think I've ever loved anyone else like I love her" (aku tidak yakin aku pernah mencintai orang lain seperti aku mencintainya)

"Kamu bahkan belum bertemu dia hampir 10 tahun"

"Aku sudah mencintainya semenjak aku berumur 6 tahun"

Papa yang tidak pernah melihat anaknya sesenang ini mulai tersenyum geli. Banyak orang mengira bahwa anaknya tidak menyukai wanita, bahkan tidak memiliki hati karena sifatnya.

"Papa bakal kasih tau ke om Justin bahwa kamu setuju agar Keira bisa tau juga"

"NO!" Aladric berteriak di depan muka Papanya

"Boy, muncrat" Papa mengelap air liur Aladric yang mengenai mukanya

"Sorry, pokoknya jangan kasih tau Kei dulu. Papa bilang ke om Justin biar aku kerja jadi apanya Kei gitu berapa hari. Biar aku tau Kei kayak gimana terus dia inget aku atau ga"

"Ga penting banget sumpah" Papa menatap Aladric dengan tatapan datar

"Please ayolah, biar pas dijodohin itu udah deket gitu"

"Ok fine, terserah kamu"

"Yes!! Thanks paps, nanti aku bantu di kantor lagi"

"Sana keluar" Papa melambai-lambaikan tangannya mengusir Aladric.

Aladric berjalan keluar ruangan Papanya dengan senyum yang terus mengembang. Bahkan tangan kanan Papanya yang menunggu di depan pintu terheran-heran dengan Aladric. Aladric biasanya hanya akan menampilkan muka datar dan tatapan tajam. Setelah menyadari banyak mata menatapnya, senyum Aladric langsung luntur dan Aladric menatap tajam mereka semua. Secara reflek, mereka langsung menundukan kepala mereka. 

Aladric lalu berjalan memasuki kamar orang tuanya dan memeluk Mamanya yang sedang maskeran di sofa kamar.

"Kenapa ini anak Mama yang ganteng"

Aladric terus memeluk Mamanya dengan erat, Mama mengulurkan tangannya untuk mengelus rambut anak kesayangannya itu.

"Jarang banget anak ganteng mau peluk-peluk gini" Aladric menatap Mamanya dengan senyum yang masih mengembang.

"Ada apa ini senyum senyum"

"Mama inget Keira?"

Mama tertawa mengerti arah pembahasan anaknya. "Ingetlah, setiap hari kamu tanyain kabarnya terus"

"Seneng ya dijodohin" Mama menepuk-nepuk punggung anaknya.

"Heheh seneng bangettt" Aladric mengeratkan pelukannya.

"Aduh akhirnya anak Mama ga dibilang gay lagi"

Aladric menatap Mamanya tajam. "Ma..." Mama pun langsung tertawa dengan keras hingga maskernya retak.

...

Keesokan Harinya

Aladric menuruni tangga dan duduk di sebelah Papanya yang sedang menyesap kopinya. Mama mempersiapkan makan Aladric lalu mereka pun memulai sarapan mereka.

"Boy"

"Hm"

"Papa udah bicara sama om Justin"

Aladric langsung menatap ke arah Papanya dengan mata berbinar membuat Mamanya tersenyum geli.

"Keira minta ke Bogor hari ini, sendirian. Kamu bakal nyupirin dia"

"...Ok"

'emang gue keliatan kayak supir ya? anjing gapapa lah demi ketemu pujaan hati ea. kok batin gue jamet amat' -batin aladric

"Berarti Aladric kesana naik motor aja kan ya?"

"Iya boy, nanti pake mobilnya om Justin"

"Should I wear a tux?" (haruskah aku memakai jas?)

"Iyalah, supaya kelihatan lebih formal" Mama yang daritadi hanya mendengar akhirnya ikut menyeletuk.

...

Kediaman Keluarga Hartono

Aladric membawa motornya memasuki mansion Hartono. Sesampainya di pintu utama, Aladric langsung diantarkan untuk menemui Papi Keira di ruang tamu.

"Aladric?" Tanya Papi Keira saat melihat Aladric

"Iya om, Aladric Demeter Zeus" Aladric menjabat tangan Papi Keira sebelum dipersilahkan duduk.

"Bagaimana kabarmu?"

"Baik om, om sendiri bagaimana?"

'basa basi sama calon mertua lah ya' -batin aladric

"Om baik, om dengar kamu mencari Keira semenjak kita berpindah?"

"Eh? Iya om"

"Well, om sama papa kamu lost contact"

"Iya om, kemarin Papa sudah ngomong"

"Kamu menerima perjodohan ini karena apa?"

"Em, I've loved your daughter since I was 6" (em, aku sudah mencintai anakmu sejak berumur 6 tahun) jawab Aladric sedikit malu

"Wow, sudah hampir sepuluh tahun?"

"Iya om"

"Om akan suruh Keira turun" Papi Keira pun menyuruh salah satu pelayan untuk memanggil Keira.

Aladric menunggu kehadiran Keira dengan perasaan yang campur aduk. Begitu melihat Keira yang menuruni tangga, Aladric sedikit melongo dan terkagum.

Keira yang ia temui 10 tahun lalu sudah berubah. Anak kecil yang waktu itu masih berumur 5 tahun sudah berubah menjadi wanita yang cantik dan... sexy.

Karena harus mempertahankan sifat dinginnya, Aladric harus menahan senyum yang akan muncul dan terus menunjukkan wajah datarnya.

"Kei, this is your driver, Aladric Demeter Zeus" Papi Keira mengenalkan Aladric pada Keira

"Hi gue Keira" Keira tersenyum dengan manis membuat Aladric sedikit salting.

"Aladric"

"Dia yang bakal antar kamu pergi ke Bogor, kamu hati-hati ya. Papi tinggal dulu, Papi ada rapat"

Keira pun menganggukan kepalanya lalu mengecup pipi Papi. Papi lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

"Emmm... mau minum?" tanya Keira

Aladric pun hanya mengangguk kecil dan mengikuti Keira yang sudah berjalan ke dapur.

'anjir dari belakang aja cantik banget... suaranya manis banget' -batin aladric

...

ig : _butterflycorp


SUPIR PRIBADI [18+]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang