Besttai, terjebak friendzone setelah putus dari mantan yang memiliki nilai +good, apakah bisa mempermudah melewati jenjang dunia per-move-on-an?
Pertanyaannya, kamu ikhlas enggak kalo mantan yang memiliki nilai A+ dari segi keseluruhan jadian lagi s...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
5. Kuat Tapi Lemah
Depresi yang paling gila adalah berpura-pura. Mengenali diri sendiri saja kadang nggak bisa.Di tempat ke satu kadang cenderung hobi tertawa. Dan di tempat yang ke dua kadang cenderung merasa tersakiti tanpa senjata. Jadi, kepribadian yang mana yang asli dari diriku sebenarnya?
•••
FIVEday's later.
Besttai, aku kembali lagi nih! Dengan sosok Febi yang... um, yah begitulah. Terlalu sedih untuk diceritakan, terlalu senang untuk nggak mengenal keadaan. Pura-pura saja.
Aku harap kamu semua mengerti yah. Cukup dipendam aja kok, terus tarik nafas-buang nafas agar sesaknya mendingan. Gak pa-pa, it's ok, no problem. Biarpun baru pertama kali mengenali situasi, coba ajak berteman kondisi, lama-lama pasti akan terbiasa nanti.
Kuncinya hanya ikhlas, terhadap suasana apapun yang menimpa dan jalani saja.
Jangan pura-pura enggak tahu dengan hari sebelumnya yang hampir memutuskan untuk bunuh diri saja. Tapi, aku enggak terlalu naif untuk melakukan tindakan tersebut. Aku mencoba untuk berpasrah dan yakin di depan sana pasti ada kebahagiaan lainnya.
Mencoba diri untuk, 'enggak stuk disitu-situ aja' aku berusaha untuk tegar seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Nggak mungkin, ‘kan, kalo aku nunjukin sikap ‘yang paling tersakiti’ di depan orang? Yang ada malah dijadikan bahan becandaan. Katanya, sok yang jadi tersakiti, belum tau aja diluar sana ada orang yang lebih sakit dari dia.
Gitu. Aku enggak mau di cap lemah!
Mulai sekarang aku punya mindset; ambil jangka panjang hal apa yang akan terjadi ke depan sebelum bertindak. Dan pikirkan matang-matang sebelum terjun ke jurang. Pikir, kalo aku ngelakuin ini bakalan baik nggak yah untuk masa depan?
Contohnya sekarang; daripada aku jadi bahan ejekan orang jika menunjukan raut kesedihan yang aku rasakan, nanti malah makan hati. Niatnya ingin mendapatkan simpati eh... malah bikin emosi.
Kan jancouk!
Lima hari. Aku cari kerjaan buat kebutuhan hidup aku di sini. Tapi, nggak ada yang menyambut surat lamaranku dengan sesuai harapan, Besttai. Yah, kalo dikatakan bisa juga, ditolak. Malu juga sih aku sebenarnya. Tapi, nggak apa! Aku nggak bakal menyerah.
Semangat empat limaku sudah mendarah daging.
Sumpah demi apa, aku emang tolol mencari keributan di Galery Fashion sampe di chat online sama si bos, kalo aku bukan lagi bagian dari karyawan di sana.
Miris.
Btw, mataharinya kek satu senti aja dari kepalaku. Bener-bener panas, pake banget.
Aku menghela nafas. “Hu! Ayok semangat! Gue yakin, kali ini diterima Bi! Lo tenang, tarik nafas... hu... buang perlahan... haaaa. Are u oke? Yah.” Bentuk penyemangat itu perlu. Jaga-jaga, kalo nggak diterima udah nyiapin mental sebelumnya.