14. Ini bukan takdir, tapi kesalahan

274 62 17
                                        

Jangan lupa untuk vote dan komen ya guys! mungkin keliatan sepele, tapi itu sangat berarti🧑‍🎤

*****

"Gem, gue kayaknya mau ngedeketin cewek." Gemila yang tengah mencuci piring bekas mereka berdua makan dibuat mematung mendengarnya, lalu menatap Albi dengan penuh selidik.

"Deketin siapa?" tanya Gemila penasaran.

Albi tersenyum lebar. "Ada, anak IPA. Kita udah sering ngobrol sih di Instagram."

"Ya siapa? Sebutin dong namanya," jawab Gemila.

"Malu gue, Gem."

"Malu kenapa sih?" tanya Gemila heran, "perkara nyebutin nama doang."

"Ya kan dia belum tentu mau sama gue."

"Katanya udah sering ngobrol, gimana sih?"

Albi menarik napas dan membuangnya dengan keras, "itu kan di hp, Gem. Sering ngobrol kan bukan berarti dia mau sama gue."

"Udah pernah nyoba ngajak dia jalan belum?"

Laki-laki itu menggeleng. "Belum sih, rencananya nanti mau ngajak dia berangkat sekolah bareng dulu."

"Nah yaudah coba," dukung Gemila. Kini ia sudah selesai dengan cucian piringnya dan menghampiri Albi. "Tapi kasih tau gue dulu dong namanya siapa," imbuhnya.

"Tapi kalo misalnya gue berangkat bareng dia, lo sama siapa?"

Gemila mengerutkan keningnya, merasa heran dengan pertanyaan tersebut. "Ya gue berangkat sendirilah?"

"Maksud gue, lo naik apa?"

"Ojek online? Kalo nggak bawa motor sendiri," sahut Gemila. "Lagian ngapain pusingin gue sih."

"Gue ini lagi khawatir sama lo, Gemila."

Gadis itu menepuk kedua bahu Albi. "Sebenernya gue seneng sih kalo lo khawatir sama gue, tapi sedih juga kalo apa-apa lo jadi kepikiran sama gue mulu. Gue gapapa kalo lo mau deketin anak IPA itu, mau lo jalan sama dia, antar-jemput dia, bahkan pacaran sama dia ... gue gapapa."

"Ya tapi nanti lo sendirian, lo kan gak punya temen deket di sekolah selain gue, di rumah juga lo nggak punya temen kalo bukan gue. Nanti lo main sama siapa kalo suatu saat gue sibuk sama pacar gue?"

"Selama rumah lo masih ngadep rumah gue, dan kita masih satu kelas, gue nggak bakal sendirian sih, Bi."

"Ini beneran lo gapapa kalo gue deketin cewek ini? Maksudnya kalo gue anter-jemput dia gitu, lo gapapa?"

Gemila mengangguk yakin. "Gapapa, percaya sama gue."

"Kalo besok gue berangkat sama dia, lo gapapa?"

"Mmm ... gapapa." Gemila sedikit ragu, tetapi keraguannya tidak boleh ia tunjukkan ke Albi.

Albi membuang napasnya dengan lega, lalu mengukir senyum di bibirnya. "Yaudah, gue tanya dia dulu mau apa nggak."

"Siapa sih emang?" tanya Gemila penuh dengan rasa penasaran.

"Liat nanti aja, bye gue mau balik. Makasih makanannya, sekarang gue udah kenyang." Setelahnya Albi langsung berlari pergi meninggalkan area rumah Gemila. Kalau ia tetap di sini, yang ada Gemila akan merebut ponselnya dan mengetahui semuanya.

*****

Setelah menunggu selama hampir dua minggu, akhirnya motor milik Hadif yang sempat rusak akibat kecelakaan, kini sudah selesai diperbaiki dan bisa digunakan kembali.

Hadif dan SenayanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang