Dua kombinasi yang pas. Cowok tuna netra dengan cewek tomboy yang galak.
Lelaki tuna netra dengan taburan kehidupan keluarga yang manis dan bahagia ini bernama Arkanaro Lexanders (Arkan). Namun terbalik. Justru Arkan memiliki hubungan sosial yang bu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ayesha terus menerus memandangi wajah Arkan dan rambut yang terkena angin dari jendela. Bagi Ayesha, Arkan adalah lelaki yang sempurna walaupun dengan kekurangannya yang saat ini ia derita, meskipun begitu ia menganggap itu adalah sisi lain yang spesial, yang membuatnya tiba-tiba tersihir dengan sesuatu yang tidak ia ketahui hingga saat ini.
Ayesha juga merasa mungkin ada keistimewaan tersendiri dari lelaki bernama Arkan, meskipun buta, tapi Arkan adalah lelaki pembawa keberuntungan di dalam keluarganya. Karena banyak sekali isu-isu tentang keluarga Arkan yang bahagia, yang membuat teman-teman sekolah iri dibuatnya, ia juga satu-satunya lelaki yang pintar di dalam kelas. Arkan juga meraih banyak penghargaan bergengsi tingkat nasional.
Namun tidak ada yang pernah mau berteman dengan Arkan karena kekurangannya. Hingga Ayesha muncul mengejutkan Arkan, apa yang sebenarnya cewek ini inginkan darinya?
"Ar, gue boleh tanya nggak?" ucap Ayesha.
"Tanya apa hm?"
"Kenapa lo bisa buta? M-maaf kalau pertanyaan gue nyinggung lo."
"Nggak kok."
Meskipun berbicara begitu, Arkan tetap terlihat sedih.
"Gue buta dari gue kecil dulu, waktu TK keluarga kami mengalami kecelakaan, dan karena kecelakaan itulah gue jadi buta. Udah pernah operasi tapi gagal." ucap Arkan dengan wajah datar.
"Maafin gue ya Ar, gue─ "
"Nggak apa-apa kok, nggak penting juga." ucap Arkan memotong kata-kata Ayesha dan melanjutkan kegiatannya menulis.
"Oh iya, gue boleh tanya lagi nggak?"
"Tanya apaan sih, udah kayak dora aja, males ah kalau aneh-aneh. Gue pergi ke toilet dulu." ucap Arkan mengambil tongkat bantunya, namun tangan Ayesha mencegahnya.
"Tunggu!"
"Ck, lepas! Kenapa sih lo tiba-tiba gini?" decak Arkan bingung.
"G-gue anterin lo ke toilet ya!" ucap Ayesha dengan nada tinggi, membuat kebisingan yang ada dalam kelas tiba-tiba terdiam dan pandangannya tertuju pada Ayesha.
Ayesha yang sadar dirinya sedang diawasi oleh banyak mata pun menoleh ke kanan dan ke kiri, matanya juga ikut melihat ke semua temannya.
"Apa lo lihat-lihat? Emangnya ada badut? Ada yang lucu hah?" tanya Ayesha tajam, membuat teman-teman kelasnya ketakutan dan berbalik berbincang dengan teman lainnya.
"Apa sih Ay, lo aneh banget deh." ucap Arkan pergi meninggalkan Ayesha.
"Huh! Gagal terus, gagal terus, kapan jadiannya cobak!" decak Ayesha kesal dengan sikap Arkan.