Dua kombinasi yang pas. Cowok tuna netra dengan cewek tomboy yang galak.
Lelaki tuna netra dengan taburan kehidupan keluarga yang manis dan bahagia ini bernama Arkanaro Lexanders (Arkan). Namun terbalik. Justru Arkan memiliki hubungan sosial yang bu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Senangnya lihat Saga sama Rika udah jadi pacar, bukan cuma teman lagi," tersenyum miring melihat Saga bersama yang lainnya tengah asik bercanda.
Ketika Saga sadar di pandangi terus oleh Ayesha. Ia pun melambaikan tangannya. Hal itu pun di balas oleh Ayesha dengan senyum miring kemudian kembali mengenakan helm bersiap untuk pulang ke rumah. Namun sebelum itu Ayesha mendapatkan pesan chat dari Bi Ine.
"Non! Cepat pulang, Nyonya ngamuk-ngamuk di rumah, Non."
"Ck! Astaga, kenapa si Mama nggak bisa buat hidup gue tenang!" Omel Ayesha sambil mengetakkan kaki kanannya kesal.
Brum! Brum! Brum!
Ayesha segera pulang dengan motor moge nya karena takut jika ia telat pulang Airi akan semakin menggila saja. Di dalam perjalanan seorang anak pasti memikirkan apa yang ibunya masak ketika pulang sekolah nantinya? Tapi lain dengan pikiran Ayesha. Justru sekarang yang ada di benaknya adalah siksaan apa nanti yang akan ia terima sepulang sekolah nanti? Rasa ingin kabur dari rumah sudah dari dulu ia rencanakan. Tetapi ia masih menyimpan pesan mendiang neneknya jika Ayesha harus tetap di sana apa pun kondisinya. Bagaimanapun itu adalah keluarganya.
PRANGGG!
PYARRRR!
BRAKKKK!
Suara pecahan benda sudah terdengar dari depan gerbang rumahnya. Sebelum masuk Ayesha melihat rumah tetangga kanan kiri secara bergantian.
"Huft!" Menghela nafas, "Semoga tetangga nggak komplain soal suara rumah gue yang berisik gara-gara Mama,"
Saat ia berjalan masuk ke dalam suara pecahan itu semakin keras saja. Bagaimana perabotan di dalam rumah itu? Rusak? Yang pasti sudah hancur lebur. Tapi itu tak menjadi masalah karena setiap barang rusak bagi Ayesha, "Mama bisa membelinya lagi dengan harga 1M." Ucapnya datar.
Ceklek!
"Aku pulang ..."
Seketika suasana rumah itu seperti rumah sakit gila. Berantakan bak kapal pecah. Terlihat Airi sudah dengan amarahnya yang gila. Sedangkan Bi Ine ketakutan di pojok dapur sana.
"INI DIA PULANG! DARI MANA AJA HAH?!"
"Kan aku sekolah, Ma," jawab Ayesha.
"Ck! Udah berapa kali Mama bilang, NGGAK USAH SEKOLAH! Kamu sekolah nggak sekolah juga sama aja kelakuannya bandel!"
PLAKKK!
Satu tamparan berhasil mendarat pas di pipi Ayesha. Rasanya panas dan perih. Tamparan itu membuat Ayesha tak bisa melawan ucapan Airi.