Dua kombinasi yang pas. Cowok tuna netra dengan cewek tomboy yang galak.
Lelaki tuna netra dengan taburan kehidupan keluarga yang manis dan bahagia ini bernama Arkanaro Lexanders (Arkan). Namun terbalik. Justru Arkan memiliki hubungan sosial yang bu...
Welcome yang baru gabung jangan lupa follow, vote dan komen ya. Biar aku semangat buat ceritanya.
Happy reading❤
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah pelajaran sekolah selesai, istirahat juga sudah dilaksanakan. Selanjutnya yang ditunggu-tunggu oleh dua sejoli yang akan menikmati senja menyilaukan sore ini adalah bel pulang sekolah.
Kring! Kring! Kring!
Arkan menepuk pundak Ayesha, sambil berbicara disamping telinga Ayesha. "Gue tunggu diparkiran belakang sekolah ya," ucapnya dengan tongkat tuna netra nya Arkan pergi.
Ayesha tercekat saat Arkan berbicara tepat disamping daun telinganya. Walaupun tidak terlalu besar, suaranya sampai tak bisa keluar untuk menjawab kata-kata Arkan. Namun hembusan nafasnya masih terasa hingga membuat Ayesha tremor. Ia mengambil air minum yang sempat ia bawa didalam tas sekolahnya. Ayesha meneguk air itu cepat-cepat.
Brakkk!
Jantung gue mau meledak! Itu suaranya lembut banget astaga!
Pikirannya benar-benar kacau hanya karena Arkan berbicara disampingnya. Saga dan Rika yang melihat tingkah aneh Ayesha hanya menatapnya aneh. Benar-benar bukan Ayesha yang biasanya.
"Pulang yok! Ayesha benar-benar dimabuk cinta," Saga mengangguk. Lalu mendorong tubuh Rika keluar kelas.
Karena terus-terusan minum air putih yang ia bawa. Ayesha kebelet pipis.
"Duh lagi tremor gini, kebelet pipis lagi. Keluar disaat-saat yang nggak pas!"
Ia pun berjalan cepat menuju toilet. Ia juga tidak ingin Arkan menunggunya lama-lama. Secepatnya ia kencing dan langsung menemui Arkan. Tiba-tiba hal yang tidak pernah ia pikirkan terjadi. Tiga trio cabe-cabean itu mengusili Ayesha. Diam-diam Sophia mengunci pintu kamar mandi dari luar. Karena Sophia tau rencana Ayesha yang ingin bertemu dengan Arkan, dia bermaksud ingin menggagalkan semuanya. Alih-alih agar Ayesha datang terlambat dan Arkan marah lalu membenci Ayesha.
Ceklek!
Bunyi pintu toilet terkunci itu cukup besar. Tapi Ayesha masih tidak menyadari jika itu bunyi dari kamar mandinya. Setelah selesai ritual kencingnya ditoilet, Ayesha yang hendak membuka pintu itu terkejut karena pintu toilet kamar mandinya tidak bisa dibuka.
Ceklek! Ceklek!
"Loh kok ke kunci sih?!"
Ceklek! Ceklek!
Ayesha masih tetap tenang dan berusaha mengatur pernafasannya. Tidak mungkin jika toilet ini ke kunci dengan sendirinya. Ia juga sedang tidak nafsu menuduh geng cabe-cabean dengan alibi dipikirannya.
Dug! Dug! Dug!
"Woi! Yang diluar tolongin gue dong! Gue ke kunci nih!"