35. Cuma Teman

234 19 25
                                        

Hai semuanya!

Apa kabar? Semoga kalian baik-baik aja ya, sehat selalu >< pastinya kalian udah kangen sama cerita ini😽

Yuk langsung baca aja cus!

Jangan lupa dengerin lagu di atas juga ya! Love love buat kalian semua💗

Rumah adalah tempat yang paling indah dari beberapa tempat yang pernah dikunjungi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rumah adalah tempat yang paling indah dari beberapa tempat yang pernah dikunjungi. Tempat buat menangis. Tempat buat berbagi cerita dengan keluarga dan bercanda. Tapi itu bukan buat gue, orang-orang mengira gue ini anak nakal dan bandel karena sering kumpul sama laki-laki dan pulang larut malam. Ah, mereka cuma nggak tau gue aja. Memikirkan opini mereka sering kali buat gue marah dan sering ngedumel sendirian.

Gue cuma butuh tempat dimana orang itu bisa bikin gue nyaman dan hangat aja. Seperti tangan Arkan yang selalu gandeng tangan gue tanpa berhenti. Terkadang gue juga iri, Arkan memiliki kehidupan yang sempurna. Sampai-sampai anak tomboy seperti gue tersihir dengan segala hal yang dilakukannya. Dia cowok yang baik, kalem, tapi kadang-kadang nyebelin, dan nggak jujur sama perasaannya sendiri. Kadang gue di buat bingung sama dia.

Ntah sampai kapan perasaan gue ini Arkan sadari. Gue sama Arkan terus-menerus bermain kucing dan anjing, tak pernah usai. Meskipun begitu, gue nggak pernah berhenti suka sama Arkan. Gue juga tau nantinya akan jadi kayak gini cukup tau aja dan cukup aku melindungi Arkan agar dia nggak terluka lagi. Itu buat gue kesal banget kalau Arkan sampai di bully.

***

Hari-hari berlalu dengan indah, hubungan Ayesha dan Arkan kini menjadi semakin dekat. Yah, meskipun soal kejelasan kisah cinta Ayesha masih memendamnya dalam hati sambil berharap, "semoga Arkan tau" itu juga bertepatan dengan rasa sakit yang di derita Ayesha setiap pulang sekolah. Ia selalu di pukuli, di siksa, keluarganya menjadi ancaman bagi Ayesha. Meskipun begitu Ayesha tetap baik-baik saja, karena selama ini obat penyemangatnya adalah gang Revor dan Arkan.

Tidak berlangsung lama ketika saat UAS kenaikan sekolah akan di mulai, tiba-tiba kelas Ayesha kedatangan salah satu murid pindahan mungil, lugu, cantik, dan berita tentang Arkan yang telah menemukan donor untuk matanya.

"Fuhhh! Fuhhh! Fuhhh!" Meniup poni rambut.

"Ah! Bosen banget si Arkan libur!" Ucap Ayesha kesal.

"Dih lo seharusnya berdoa biar oprasinya lancar. Ini malah ngeluh. Ini tuh bagus loh buat lo, akhirnya Arkan bisa lihat lo lagi. Nggak usah ngaraba-raba," balas Carlos.

"Tapi lama banget, njir. Udah empat hari!"

"Ya lo mikir, pas lo nggak masuk. Kita juga bosen tau. Nggak ada yang palak adek kelas. Rasanya juga sama bosennya ..."

"... ya, mungkin itu juga yang dirasain sama Arkan saat lo nggak ada. Cuma bedanya Arkan diem. Lah ini, kayak cacing kesambet petir," sambung Raja dengan tawa terbahak-bahak dari semua teman-temannya.

DEAR ARKAN [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang