Dua kombinasi yang pas. Cowok tuna netra dengan cewek tomboy yang galak.
Lelaki tuna netra dengan taburan kehidupan keluarga yang manis dan bahagia ini bernama Arkanaro Lexanders (Arkan). Namun terbalik. Justru Arkan memiliki hubungan sosial yang bu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah berkeliling mencari Arkan, akhirnya Ayesha berhasil menemukan Arkan di taman. Pantas saja Ayesha tidak menemukan Arkan, ia duduk dibalik semak-semak yang rimbun kemudian sambil tiduran diatas rumput hijau.
"Ternyata lo disini, gue cariin lo kemana-mana," ucap Ayesha duduk disamping Arkan.
"Ngapain lo cari gue, nggak usah sok peduli deh. Mending lo urus aja hidup lo sendiri," balas Arkan ketus.
"Gue udah tau semua kok,"
"Maksud lo? Apa yang lo tau semua tentang gue? Jangan sok tau lu," ucap Arkan ketus.
"Gue tau kenapa lo benci banget sama yang namanya 'teman'. Soalnya tadi gue ketemu sama teman masa kecil lo dulu, namanya Bimo 'kan?"
Saat Arkan mendengar nama Bimo terucap oleh Ayesha, ekspresi Arkan seketika berubah.
"Jangan pernah sebut nama itu lagi! Gue benci banget!"
"Tapi Ar, asal lo tau semua teman nggak seperti yang lo kira,"
"Heh! Nggak seperti yang lo kira? Gue nggak percaya," ucap Arkan masih dengan ucapannya dan ekspresi serius.
"Berarti lo nggak anggap gue sama teman-teman gue teman lo gitu? Ayolah Ar, kita nggak seburuk yang lo pikirin,"
"Apaan sih Ay, lo nggak usah hasut gue segala. Percuma, hasutan lo nggak bakal mempan, basi tau nggak."
Ayesha benar-benar murka dengan apa yang Arkan katakan. Tetapi ia mencoba untuk bersabar menaklukkan hati lelakinya ini, mengenai pandangan seorang teman.
"Iya iya, gue tau lo masih trauma! Tapi dicoba dulu sebelum lo menilai seseorang tanpa lo tau sifat mereka kayak apa. Gue sama teman-teman lo yang lain bukan Bimo yang cuma bisa ngatain kekurangan lo itu, Ar. Percaya deh sama gue," ucap Ayesha membuat hati lelaki dingin itu tiba-tiba meleleh, namun tidak semuanya meleleh.
"Dahlan gue pikiran nanti," balas Arkan pergi dengan langkah sedikit demi sedikit, bersama tongkat bantu tuna netra.
Setelah Arkan pergi dan tak terlihat oleh netra Ayesha. Dari situ amarah Ayesha mulai muncul.
Brakkk!
"BAJINGANNN!!! Ck, dasar cowok itu bikin gue habis kesabaran aja!" ucap Ayesha dengan deru nafas yang memburu akibat tersulut emosi.
"Boro-boro mau buka hatinya soal teman susahnya minta ampun, gimana mau nembak dia pake kata-kata manis gue. Arghhh! Bisa nggak ya kira-kira?" ucap Ayesha frustasi.