Dua kombinasi yang pas. Cowok tuna netra dengan cewek tomboy yang galak.
Lelaki tuna netra dengan taburan kehidupan keluarga yang manis dan bahagia ini bernama Arkanaro Lexanders (Arkan). Namun terbalik. Justru Arkan memiliki hubungan sosial yang bu...
Balik lagi nih bawain part yang gak kalah baper dari part-part sebelumnya, ahay! 😆
Gimana kabar kalian? Para readers tercinta ku? Semoga kalian sehat-sehat terus ya, bahagia selalu. Semoga si doi peka, ups! Bercanda 😆🤣
Dah gitu dulu kelamaan nanti gak baca-baca 😭
Happy reading sobat Revor! ❤️
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Arkan membawa Ayesha menyaksikan pemandangan belakang rumahnya. Disana ada kolam renang dan sebuah taman berukuran sedang, tidak terlalu besar, dan tidak pula terlalu kecil. Arkan berjalan ditepian, Ayesha yang takut jika Arkan terjatuh batinnya ketar-ketir sendiri melihat Arkan. Padahal Arkan berjalan seperti sudah hafal jalan yang dia pijak.
Mereka pun duduk di ayunan taman itu sambil bersantai menatap kolam renang. Airnya sejernih mata Arkan saat terkena siluet cahaya dari sinar matahari. Ayesha yang melihat itu, ia kembali menampilkan raut wajah merah mudanya. Terkadang Ayesha berpikir, bagaimana Arkan tetap hidup walaupun yang dia lihat hanyalah kegelapan? Lalu, apa yang membuatnya masih bertahan untuk saat ini?
"Gue salut lo bisa bertahan hidup. Walaupun yang lo lihat cuma gelap," celetuk Ayesha.
"Apa alasannya, lo bisa bertahan sampai saat ini? Kalau gue jadi lo, mungkin gue udah bunuh diri. Karena gue udah nggak kuat, haha. Pikiran gue pendek banget ya?" sambung Ayesha.
Arkan terdiam sejenak menundukkan kepalanya. Ia pun berkata.
"Alasan gue bertahan selama ini. Karena gue punya tujuan," ucap Arkan membuat Ayesha bingung.
"Tujuan gue yaitu. Gue pengen lihat orang yang bikin gue penasaran. Penasaran gimana kelakuannya, raut wajahnya, dan gimana rupa orang itu, pasti cantik. Dia orang yang selalu berusaha bikin gue tau apa itu memberi kesempatan kedua, walaupun gue masih takut menerima kehadiran seorang teman disamping gue."
Ayesha menebak jika orang pertama yang selalu ingin Arkan lihat adalah Ibunya. Tentu saja, siapa lagi orang pertama yang Arkan lihat jika bukan Ibunya. Ayesha juga tidak mau berharap lebih, ia juga tau posisinya disini seperti apa yang Arkan katakan 'just friend!'.
"Itu pasti Tante Tiara 'kan? Orang yang pertama kali lo lihat?" ucap Ayesha membuat Arkan tersentak, kemudian dia menghela nafas dan memandang lurus sambil tersenyum tipis.
"Andai lo tau. Gue tadi bilang ciri-ciri orang itu lo, Ayesha. Orang yang nggak pernah berhenti berusaha kejar-kejar gue, dan yakinin gue soal teman. Maaf, tapi mulut gue keluh bicara kalau semua yang gue katakan itu buat lo," batin Arkan.
"Tuh kan. Apa gue bilang, Arkan nggak mungkin suka sama gue, kehadiran gue cuma dianggap sebatas teman doang, nggak lebih," batin Ayesha.
"Nyokap lo baik banget sama gue. Padahal kita baru ketemu kemarin."