Dua kombinasi yang pas. Cowok tuna netra dengan cewek tomboy yang galak.
Lelaki tuna netra dengan taburan kehidupan keluarga yang manis dan bahagia ini bernama Arkanaro Lexanders (Arkan). Namun terbalik. Justru Arkan memiliki hubungan sosial yang bu...
Sebelum baca jangan lupa follow, vote dan komentar ya. Biar aku semangat lanjut next part 💜
Happy reading ❤️
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Disisi lain Sophia dan teman-temannya sedang asik nongkrong disalah satu cafe, dengan tawa terbahak-bahak. Mengingat ketiganya menjahili Ayesha sampai menguncinya ditoilet.
"Hahahaha! Gue puas banget, jailin cewek tomboy itu!" Gelak tawa Sophia membuat salah satu temannya khawatir.
"Apa kita nggak keterlaluan ngunciin Ayesha didalam toilet?" tanya Riska.
"Kok lo baik banget sih? Udahlah biarin aja. Gue bodo amat sama tuh anak!"
"Iya nih. Kalau lo care mending sono susul tuh si cewek tomboy!" sambung Karin.
"Ih apaan sih, Rin! Gue kan cuma nanya doang," ucap Riska memutar kedua bola matanya.
"Lagian nih gue heran, udah dua tahun. Kenapa sih lo suka banget jailin dua orang itu. Yang satu udah buta, letoy lagi. Satunya bobrok, tomboy, tengil lagi."
"Emangnya kenapa tuh kalau gue gangguin mereka berdua? Cocok dong, yang satu lemot. Yang satu gercep, tapi selalu kalah cepat dari gue," ucap Sophia menarik sudut bibirnya.
"Dari zaman kita kelas sepuluh. Waktu awalan kita jahatin ke Arkan dan jadi bad girl. Nih ya, kalau semisal si Arkan berubah jadi ganteng lo mau nggak? Lo bakal tetep bully dia nggak?" tanya Riska.
"Pertanyaan bagus tuh, Ris. Jawaban lo apa, Sop?" sambung Karin penasaran.
"Hm ... ganteng, dan nggak buta ya? Tetep ogah lah! Ya kali gue mau sama si Arkan lemot, letoy itu! Amit-amit!"
"Ekhem! Seriusan nih? Udah ganteng loh," goda Karin mengangkat kedua alisnya berulang kali. Di sambung dengan Riska juga ikut-ikutan mengangkat kedua alisnya.
"Gue serius anjir! Kalian nih kenapa sih? Sekalipun Arkan ganteng atau apa kek. Gue cuma suka bully doang, karena itu hobi gue kalau udah disekolah. Kalian kan udah kenal gue dari pertama kali masuk, gimana sih!" omel Sophia terhadap kedua temannya.
"Iya deh iya." ucap Karin menatap Riska satu sama lain.
Mereka berdua tidak puas dengan jawaban Sophia.
"Nih ya gue jelasin. Sejahat-jahatnya gue, tukang bully orang. Gue nggak pernah tuh makan temen," ucap Sophia meminum es cappucino.
" ... Apa lagi ninggalin temen, ogah deh!" sambung Sophia.
"Aaaa sayang banget sama lo!" ucap Riska dan Karin memeluk Sophia dari dua sisi, kanan dan kiri.
"Akh! Kecekek nih! Ohok! Ohok!"
***
Di dalam mobil Arkan.
Arkan membawa Ayesha dengan mobil. Disupiri dengan supir pribadi miliknya. Suasana didalam hening, tidak ada yang membuka percakapan satu sama lain. Bibir Arkan dan Ayesha tertutup rapat, mereka berdua duduk berjarak sekitar sepuluh centi meter. Ayesha terus melirik ke luar jendela mobil karena teringat aksinya tanpa disengaja bersama dengan Arkan membuatnya malu-malu. Ayesha juga sesekali melirik Arkan yang sedari tadi fokus ke depan.