Dua kombinasi yang pas. Cowok tuna netra dengan cewek tomboy yang galak.
Lelaki tuna netra dengan taburan kehidupan keluarga yang manis dan bahagia ini bernama Arkanaro Lexanders (Arkan). Namun terbalik. Justru Arkan memiliki hubungan sosial yang bu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ayesha memukul bahu kiri Raja dengan tinju khasnya, yang membuat lawannya kesakitan. Cewek tapi tenaganya seperti hercules saja ya.
"Sejak kapan lo udah dengerin apa yang gue omongin, hah!" Omel Ayesha, sedangkan Raja mengelus-elus lengan kirinya akibat pukulan tangan cewek di sebelahnya itu.
"Baru aja kok. Duh, sakit."
"Salah siapa main nguping aja, ya gue pukul."
Keduanya terdiam sambil merasakan hembusan angin sepoi-sepoi seperti ditiup oleh sang malaikat dari atas sana. Raja masih mengelus tangan kirinya, karena tentu saja masih terasa sakit.
"Masih sakit? Maafin gue," Ayesha meminta maaf pada Raja.
"I-iya-iya, ampun. Jangan kasar-kasar napa jadi cewek, jadi angunly sekali-kali,"
Memutar bola matanya. "Lo pikir gue apa? Lo tau sendiri kan gue orangnya paling nggak bisa jadi cewek angunly atau imut. Tapi, kemarin ... "
"Kemarin? Oiya, kemarin lo kan diajak kencan sore-sore sama Arkan. Lancar nggak?"
"Lancar-lancar aja walaupun ada beberapa yang nyebelin!" gerutu Ayesha, melipat tangannya.
Raja terpekik melihat penjelasan dari Ayesha. "Wajar nyebelin, tapi lo menikmati waktu itu kan, Ay?"
Mengangguk pelan. "Gue kemarin juga sempet dibeliin baju sama dia, waktu seragam gue basah gara-gara ulah trio cabe-cabean!"
Mata Raja sedikit melolong, cowok yang ada di sebelah Ayesha kini sedang terkejut.
"Lo serius dibeliin baju? Baju apa?" ucap Raja penasaran.
Ayesha terperanjat, kenapa Raja sangat ingin tau tentang ceritanya jalan-jalan atau ngedate bareng Arkan. Yah, di sisi lain Ayesha juga jarang bercerita pada teman Revor-nya, mengenai cerita seperti ini. Bahkan hampir jarang sekali Ayesha bisa keterusan bercerita seperti ini.
"Kok lo jadi seantusias ini sih, Ja? Lo sakit? Apa pala lo habis kebentur batu? Aneh banget,"
"Enak aja kalau ngomong, gue sehat walafiat njir! Soalnya, lo kan nggak pernah cerita ke anak-anak Revor soal masalah lo apa lagi keluarga lo. Terus pas gue perhatiin kali ini lo udah mulai mau cerita, ya walaupun itu cuma sama gue."
"Emangnya kenapa? Lo nyesel gue curhatin, hah!"
"Astaga, mulai lagi nyolotnya. Heh! Siapa yang nyesel? Justru gue seneng, lo jadi terbuka kayak gini, udah mulai bacot cerita,"