Dua kombinasi yang pas. Cowok tuna netra dengan cewek tomboy yang galak.
Lelaki tuna netra dengan taburan kehidupan keluarga yang manis dan bahagia ini bernama Arkanaro Lexanders (Arkan). Namun terbalik. Justru Arkan memiliki hubungan sosial yang bu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ayesha memejamkan matanya. Ia benar-benar takut bagaimana respon yang Arkan tunjukkan padanya. Karena memang selama Arkan bagi Ayesha adalah keajaiban yang tidak boleh ia lewatkan begitu saja. Seakan-akan pertemuan ini adalah sebuah takdir dari yang maha kuasa.
Ayesha diam-diam mengintip bagaimana reaksi Arkan. Ia membuka sebelah mata kirinya, matanya menyipit melihat Arkan. Terkejut Arkan memberikan sebuah senyuman hangat memandanginya tak henti-henti dengan kekehan tawanya yang lembut terdengar begitu jelas.
"Bohong! Baru gue lihat Arkan tertawa sehangat ini."
"Makasih ..." Tersenyum.
"... makasih udah puji gue. Tapi emang dari dulu gue ganteng, kan?"
Seketika bayangan tentang Arkan tadi lenyap tersapu hembusan kipas angin di dalam ruangan.
Sambil melihati Ayesha cemberut dengan memanyunkan bibirnya seperti menjadi ciri khasnya. Itu membuat Arkan tersenyum ketika melihat Ayesha. Arkan benar-benar bersyukur kini ia bisa melihat gadis yang ia sukai itu tanpa harus menebak bagaimana dirinya di dunia nyata.
Keasikan tersenyum memandangi Ayesha. Arkan tidak menyadari jika itu menganggu Ayesha sampai membuatnya tersipu.
"K-kenapa senyum-senyum gitu? Serem lo kayak gitu."
"Gue senang. Akhirnya dunia kita sama, sama-sama bisa melihat bintang, menikmati hal yang sama." Ucap Arkan.
Kata Arkan membuat Ayesha senang. Tapi di sisi lain Ayesha juga merasa itu tidaklah cukup jika di bilang 'sama'.
Ayesha tersenyum. "Iya kita sama. Tapi kita tetap berbeda, Ar."
"Maksud lo?"
"Gue tau kita di dunia yang sama. Tapi Ar, bagaimanapun juga kehidupan gue sama kehidupan lo nggak bisa dipungkiri lagi. Kita hidup di kehidupan yang berbeda. Lo punya keluarga yang hangat bisa ada saat lo membutuhkan mereka. Sedangkan gue, gue cuma bisa mengandalkan diri gue sendiri, keluarga gue udah nggak mau tau lagi tentang gue. Tapi satu hal yang buat gue bertahan selama ini karena gue punya teman dan orang-orang yang gue percaya bisa peluk gue sama kayak keluarga sendiri." Jelasnya sambil menundukkan kepala.
Ayesha menahan air matanya keluar, maka dari itu ia menundukkan kepala. Mengetahui hal itu Arkan mendekat ke arah Ayesha dan memeluknya hangat.
"Gue jamin lo nggak akan sedih lagi, Ayesha." Ucap Arkan semakin membuat Ayesha banjir air mata.
Ayesha membalas pelukkan Arkan. Terasa hangat sampai ia merasa tak ingin pelukkan ini berakhir.
"Maaf." Lirih Arkan.
Lelaki itu meminta maaf kepada Ayesha, "kenapa selama ini gue nggak menyadari kalau Ayesha sedang kesepian." Batinnya.