Dua kombinasi yang pas. Cowok tuna netra dengan cewek tomboy yang galak.
Lelaki tuna netra dengan taburan kehidupan keluarga yang manis dan bahagia ini bernama Arkanaro Lexanders (Arkan). Namun terbalik. Justru Arkan memiliki hubungan sosial yang bu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Beberapa saat kemudian Arkan pun terbangun, tapi ia tidak bergerak atau bersuara. Namun Arkan yang mendengar Ayesha masih mengoceh sendiri memilih untuk mendengarkan walupun ada beberapa kalimat yang sempat membuat Arkan tersipu.
"Gue suka sama lo karena lo bagi gue keren, lo punya keluarga yang harmonis dan sepesial dimata gue."
Mendengar ucapan Ayesha, Arkan berbalik arah sambil menutupi wajahnya karena tersipu malu. Ayesha tersadar jika Arkan mengerakkan wajahnya.
"Tunggu ..." Mengangkat wajahnya cepat.
"Tenyata lo udah bangun? Lo boongin gue ih, berarti lo dari tadi dengar gue ngomong? Jawab?!" tanya Ayesha wajahnya memerah.
"Nggak kok." ucap Arkan memalingkan wajahnya.
"Kalau nggak kenapa wajahnya di tutup gitu ha?"
"A-apaan sih, terserah gue dong."
"Ish, lupain deh apa yang lo dengar tadi. G-gue, gue boong, iya, semua itu boong." ucap Ayesha berbohong, matanya melirik ke kiri sambil tersipu.
"Oh." ucap Arkan singkat.
"Dih, lo ngeselin banget sih. Lo, gimana udah enak belum?" ucap Ayesha melipat kedua tangannya.
"Udah, tapi masih sedikit sakit, apa yang terjadi? Kenapa gue ada di UKS, dan kenapa lo juga ada di sini, bikin gerah tau." balas Arkan membuat Ayesha kesal dan mengertakkan giginya.
"Denger ya lo cowok aneh, seharusnya lo berterimakasih sama gue, kalau nggak ada gue lo udah sekarat di toilet cowok gara-gara ulah Sophia dan dua teman sialannya itu." jelas Ayesha dengan ada membentak, membuat Arkan tersentak kaget.
"Kalau gue cowok aneh, ngapain lo susah payah selamatin gue? Seharusnya lo biarin gue disana." ujar Arkan santai dengan tatapan kosong.
Mendengar ucapan Arkan, Ayesha merasa gusar dan kesal.
"Cih, gue pergi!"
Brakkk!
Ayesha keluar dengan langkah panjang, serta membuka pintu kasar.
"Ay, kenapa lo jadi cewek kasar dan pembohong sih? Lo sebenarnya baik, apa yang buat lo kayak gini?" ucap Arkan duduk di atas kasur dengan wajah sendu.
Ayesha berjalan cepat menuju rooftop atas sekolah, disana ia melihat langit-langit dengan perasaan marah masih terlukis di hatinya.
"AARGHHHH!!! KENAPA ORANG LAIN NGGAK PERNAH NGERTI APA YANG GUE RASAIN SIH ANJING!!!" Teriaknya kesal sambil menyalakan korek, lalu menghisap sebatang rokok.
Sementara itu dikelas Saga dan Rika cemas dengan keadaan Ayesha yang tak kunjung kembali ke dalam kelas mengikuti pelajaran. Sedangkan Arkan sudah masuk beberapa menit yang lalu.