Part 12 Cemburu

868 54 5
                                        

Sudah sebulan Cinta bekerja menjadi asisten Chandra, selama ini tidak ada hambatan yang berarti. Dia sudah menguasai job description nya sebagai aspri untuk Chandra di perusahaannya dan juga untuk Indra Jaya Corps. Sang atasan Chandra masih memperlakukan dia dengan manis dan lembut, Cinta menjadi baper di buatnya tapi dia berusaha untuk mengabaikannya dan menganggap perlakuan itu sama saja seperti Ke karyawan lain. Chandra bahkan sudah sangat akrab dengan Genta adiknya, kadang mereka bermain PS di rumah Cinta atau pergi berdua ke luar kota di hari libur mengikuti off road di mana Chandra menjadi anggota salah satu club automotive di sana. Dan sebenarnya sudah seminggu terakhir ini dia banyak mendengar desas desus di kantor tentang dirinya yang gendut, tidak sexy dan jelek sungguh tidak cocok untuk menjadi aspri seperti seorang Chandra Oktavian. Masa-masa SMU terulang lagi pikirnya pahit, dimana dia selalu menjadi korban bullyan karena kelebihan lemak dan warna kulitnya yang hitam. Otak cerdasnya yang menjadikan dia kesayangan guru tapi teman-temannya semakin membencinya, Cinta pun di manfaatkan pas ada PR atau kerja kelompok saja.

Cinta menghela napas lelah, lagi-lagi body shamming. Bahkan ada yang bilang kalau Cinta pake pelet atau susuk karena dengan mudah menjadi aspri dari staff accounting biasa, padahal ketemu si CEO aja ga pernah. Cinta berusaha untuk bersabar dan tidak menggubris tentang cemoohan yang beredar di kantor. Dia bertekad untuk membungkam mulut-mulut tak bertanggung jawab itu dengan kinerja yang baik dan benar. Dia sekarang di sibukkan dengan skripsi dan juga pernikahan Darla. Akad nikah akan berlangsung 3 hari lagi di Jumat pagi dan resepsi sabtu malam di Surabaya. Gadis berhijab itu sudah mengirim perlengkapan bridesmaid yang harus di pakainya di resepsi nanti bersama Tasya dan Mitha. Seragam bridesmaid juga sudah selesai di jahit, kado pernikahan untuk Darla juga sudah siap, dia tak sabar menunggu hari bahagia Darla tiba.

Sejujurnya sering terlintas di benaknya tentang pernikahan, tapi boro-boro menikah pacar saja dia tidak punya. Cinta sering takut akan pikirannya sendiri, mungkin dia akan jadi perawan tua karena semua laki-laki ingin gadis yang cantik dan langsing tidak seperti dirinya. Entah sampai kapan rasa insecure itu akan terus bercokol di kepalanya. Karena itulah setiap ada cowok di kampus atau di kantor mendekatinya, dia sudah berpikir buruk duluan Kalau cowok itu hanya ingin memanfaatkannya saja dan membentengi hatinya agar tidak terlena.

Pagi itu Cinta menyiapkan 4 potong sandwich dengan irisan daging ayam, telur dadar, selada dan mayonaise untuk bossnya dan di lengkapi juga dengan sebotol jus mangga. Cinta sudah siap sedia menunggu kedatangan Chandra. Rumahnya sudah sepi, orang tua dan adiknya sudah berangkat Ke sekolah masing-masing.

Ting!!!

Ada sebuah pesan WhatsApp dari Pak Aldo dosen pembimbing di kampusnya, segera di bacanya isi pesan tersebut. Pak Aldo akan mengambil cuti untuk persiapan pernikahannya minggu depan, jadi dia memajukan jadwal revisi skripsi Cinta yang sudah memasuki bab akhir menjadi hari ini. Pak Aldo akan menunggu Cinta di cafe dekat kampus jam 7 malam bersama tunangannya juga untuk sekaligus makan malam bersama. Dia ingin agar skripsi Cinta selesai sebelum cutinya minggu depan. Cinta melonjak kegirangan, akhirnya drama skripsinya bakal berakhir dan akan semakin cepat menjadi sarjana. Cinta sudah tidak sabar untuk segera wisuda dan melepas status mahasiswinya itu. Revisi di cafe sambil makan malam dan kenalan dengan calon istri pak Aldo, Cinta sungguh senang dia lalu menyiapkan baju ganti yang lebih santai untuk di pakainya nanti malam dan berkas skripsi yang sudah di print nya. Pak Aldo memang dosen favorite di kampus Cinta, usianya juga masih muda mungkin sebaya Chandra. Gaya mengajar yang santai dan lebih mengutamakan diskusi dan tukar pikiran dengan mahasiswa di tunjang dengan rupa yang menawan menambah daya tarik dosen muda itu. Cinta juga menyiapkan kado pernikahan yang sudah dia siapkan jauh-jauh hari untuk dosen pembimbingnya itu, karena Cinta tidak bisa menghadiri pernikahan pak Aldo yang di adakan di Kalimantan kota asal dosennya itu.

Dengan hati gembira Cinta melangkah ke depan dan mengunci pintu rumahnya, dia memutuskan untuk menunggu Chandra di teras  saja. Beberapa menit kemudian mobil MPV hitam melintas dan berhenti di depan pagar rumah Cinta. Setelah memeriksa kembali pintu rumah yang sudah terkunci, Cinta bergegas Ke luar dan mengunci pintu pagar, kemudian masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah di buka oleh Chandra dari dalam. Seperti biasa Chandra tengah konsen dengan laptopnya dan tak lupa kaca mata yang menghiasi wajahnya.

Cinta BeratCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang