Part 33 Catch Me If You Can

395 35 20
                                        

Cinta di turunkan tepat di depan terminal, dengan langkah lemas Cinta berjalan Ke dalam mencari loket tiket. Hiruk pikuk di dalam terminal sedikit pun tidak mengusiknya, beberapa orang calo tiket merayunya pun pedagang asongan yang menjajakan dagangan tidak di gubrisnya. Pandangan matanya kosong berjalan menuju ke tempat loket pembelian tiket.

"Selamat siang mbak, mau beli tiket untuk kemana?" sapa seorang gadis dari balik kaca.

Cinta menatap loket tiket di depannya, bus kramat jati tujuan Denpasar. Baiklah mungkin Bali bukan ide buruk, bukankah anak gaul jaman sekarang sering Ke Bali untuk healing-healing tai anji...

"Mbak? ... mbak?" Wanita di dalam loket menatap Cinta kebingungan, apa mungkin mbak ini kesambet ya pikirnya.

Cinta mengerjapkan matanya dan berusaha untuk tenang dan bersikap normal, dia tidak ingin menarik perhatian orang dan mengacaukan rencananya.

"Tiket Ke Denpasar mbak, masih ada?" tanya Cinta sambil mengulas senyum.

"Untuk berapa orang? Dan untuk hari apa ya mbak?".

"1 saja mbak, untuk hari ini".

Wanita itu mengetik kan sesuatu di keyboard komputernya. "Mbak beruntung, hari ini sisa 1 tiket untuk Ke Denpasar. Berangkat jam 15:00, 2 jam dari sekarang".

"Iya saya ambil yang itu saja mbak, bisa bayar pake debit card?".

"Bisa mbak dan bisa pinjam ktp mbak juga?".

Cinta menyerahkan ktp dan kartu atm miliknya untuk membayar harga tiket bis itu.

"Nanti di dalam bis mbak bisa mendapatkan fasilitas seperti makanan, AC, stop kontak, reclining seat, snack, tirai jendela, pijakan kaki, selimut, bagasi, kaca panorama, toilet ..."

Cinta tertegun, kata-kata mbak penjual loket cuma berlalu begitu saja di telinganya. Dia tidak peduli dengan semua itu, dia cuma ingin pergi menjauh dari Jakarta untuk sementara.

"Oh ya mbak tolong jangan terlambat ya, setidaknya 15 menit sebelum jadwal keberangkatan sudah harus ada disini".

"Baik mbak terima kasih".

Cinta pun beranjak dari tempat pembelian loket, masih ada 2 jam lagi. Matanya menyisir Sekitar dan membaca sebuah papan petunjuk di dinding. Mall terminal. Cinta pun memutuskan ke mall itu untuk berbelanja keperluan selama di Bali nanti. Tidak banyak, hanya sebuah celana panjang jean, kemeja oversize, t-shirt, celana pendek dan 3 buah  set underwear. Sandal jepit dan sepatu olah raga sebagai pengganti heels yang sekarang di pakainya. Tak lupa perlengkapan mandi dan beberapa basic skin care dan sebuah tas ransel.

Cinta juga membeli sebuah hoodie oversize, jaga-jaga Kalau nanti merasa Kedinginan di bis walaupun katanya sudah di sediakan selimut. Cinta belum tahu akan berapa lama di Bali tapi saat ini apa yang di belinya di rasa sudah cukup lagi pula di Bali banyak toko dan mall untuk membeli kebutuhannya asal ada uang saja. Syukur Cinta adalah seorang yang hemat dan uang tabungannya di atm cukup untuk hidup di Bali setidaknya untuk beberapa bulan Ke depan.

Setelah puas berbelanja, cinta kemudian membeli beberapa botol air mineral dan roti untuk di makan di dalam bus. Dia belum makan siang hanya sarapan cereal tadi pagi tapi Cinta tidak ingin makan sama sekali. Jadi roti dan air mineral cukuplah untuk mengganjal perut agar asam lambungnya tidak meronta malam nanti. Cinta kemudian masuk Ke toilet di dalam mall untuk mengganti pakaian kerjanya dan sepatu heels dengan celana jeans dan t-shirt serta hoodie yang baru di belinya tadi, tak lupa memakai sepatu olah raga.

15 menit sebelum keberangkatan Cinta sudah berada di dalam bis duduk manis di kursinya. Cinta tidak pernah bepergian antar pulau memakai bis, ini pertama kali baginya dan sendiri pula. Handbagnya sudah di selempangkan di bahu di dalam jaket hoodie berisi dompet, ponsel dan kartu penting lainnya. Tas ransel kecil berisi pakaian di letakkan di bawah di antara pijakan kaki biar gampang di ambil dan selalu dalam pengawasannya.

Cinta BeratCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang