Tit ... tit ... tit .... click!!!
''Eh jangan pake timer dong''
Cinta menggeliat, telinganya mulai terusik mendengar suara-suara itu.
Click!!!
Click!!!
''Udah belum? cepatlah ntar keburu bangun mereka''
Clik!!!
''Jiah ngapain pake flash sih?''
''Ssstttt ... berisik, ntar mereka bangun''
Sekelebat cahaya melintas, membuat Cinta memaksa membuka matanya. Perutnya terasa berat seperti di tindih sesuatu.
''Tuh kan bangun mereka''
''Ga papa, udah dapat banyak''
Cinta mendengar suara kekehan, dia pun tersadar ada orang lain di kamar itu. Begitu terbangun Cinta baru menyadari kalau dia tertidur lagi dalam pelukan Chandra, tangan Chandra melingkari leher dan pinggangnya. Pantas saja dia merasa ada yang berat di perutnya. Ada 2 orang wanita sedang berdiri di sisi tempat tidur dan masing-masing membawa ponsel mereka. Cinta baru menyadari ternyata mereka sedang mengambil gambarnya dan Chandra yang tertidur pulas. Cinta merasa malu sekali apalagi posisi tidur mereka yang sangat intim itu. Cinta bangkit dari tidurnya tapi di tarik lagi oleh Chandra dan di peluk lebih erat. Kedua wanita itu malah cekikikan melihat ulah Chandra.
''Kak Dea dan Kak Santi udah puas belum fotonya? atau mau pose baru'' ujar Chandra dengan mata masih terpejam.
Cinta menenggelamkan wajahnya ke dada bidang Chandra, ternyata ke 2 wanita itu adalah kakak ipar Chandra. Cinta lupa-lupa ingat karena pernah bertemu sekali saja waktu di cafe In-Laws ketika makan malam dengan Aldo dan Anita.
"Gimana San? udah cukup kan''
''Cukup, akhirnya kita punya bukti Dea kalau adik ipar ini yang kata orang gunung es sudah mencair''
Santi dan Dea tertawa lepas membuat Cinta semakin malu. Chandra cuma tersenyum dan mengeratkan pelukannya tanpa membuka mata, sesekali di kecupnya kepala Cinta. Santi dan Dea tersenyum lega, setidaknya si bungsu kesayangan baik-baik saja sekarang.
"Sudah jam 7 lho, kalian mandi dulu terus nanti kita sarapan bersama. Kakak tinggal dulu ke sebelah ke kamar Mama Papa'' ucap Santi.
Santi mengajak Dea pergi meninggalkan mereka yang masih berpelukan di tempat tidur. Setelah mendengar bunyi pintu di tutup, Cinta melepaskan diri dari pelukan Chandra dan bangkit berdiri dari tempat tidur.
''Mas sudah bangun dari tadi yah? kok ga bangunin aku sih? pake peluk-peluk lagi, kan malu di liat kakak ipar Mas .... duh ..... di foto pula'' seru Cinta panik sambil berjalan mondar-mandir di depan Chandra.
Chandra membuka matanya dan tersenyum simpul melihat kelakuan unik Cinta kalau sedang panik, selalu mondar-mandir seperti setrikaan. ''Tadi jam 6 suster datang, bawa obat sama sarapan terus cek tensi dan lain-lain tapi masih ngantuk ya udah merem lagi, eh kak Santi sama kak Dea datang terus Mas pura-pura tidur biar mereka pergi. Eh malah di foto kaya paparazzi aja'' jelasnya enteng.
Cinta makin malu mendengar penjelasan Chandra. ''Ya udah, Kalau gitu aku duluan mandi''
Cinta bergegas mengambil tote bag dan melesat masuk ke kamar mandi, Chandra geleng-geleng kepala melihat kelakuan kekasihnya itu. Eh kekasih??? tapi Cinta belum bilang iya??? Chandra pusing sendiri memikirkan statusnya saat ini. 15 menit kemudian Cinta sudah selesai mandi dan berganti pakaian, mukanya kelihatan lebih fresh walau tanpa make up.
''Mas Chandra mandi sekarang pake air hangat'' ucapnya seraya menghampiri Chandra yang masih tidur telungkup.
''Nanti saja Cintaku''
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Berat
NouvellesCinta tak percaya ada seseorang yang mencintai dengan tulus. Jaman sekarang orang bilang cinta berdasarkan fisik atau harta dan Cinta tidak memiliki keduanya. Dia hanya seorang gadis dari keluarga sederhana dengan rupa seadanya. Satu kelebihannya ha...
