"tak apa aku masih bisa melihatnya"
-alara malvina Alifa
2 hari setelah kejadian dimana semua terbongkar, farel sudah tidak seperti sebelum nya pada lara, lelaki itu mulai bersikap dingin, yang biasanya farel lah yang lebih dahulu melempar sapaan, sekarang? bahkan jika tidak di tanya oleh lara, farel, lelaki itu tidak akan melemparkan perkataan pada lara.
seperti saat ini mereka yang hampir bertabrakan di depan kelas dengan lara yang akan memasuki dan farel yang akan keluar.
Lara terkejut hampir saja pikirnya.
"Emmm maaf el gw gasengaja"maafnya
Farel hanya melirik seraya berdehem sebagai jawaban, tak lama dengan cepat lelaki berjalan meninggalkan lara seorang diri di depan pintu kelas.
"Hufttttt kenapa jadi gini si Lo sama gw? di saat gw mulai nyaman sama Lo, lo malah pergi?"gumamnya.
Lara memasuki kelas nya dengan muka datar nya, Felia yang saat itu tengah mengobrol dengan Vani teman sekelas nya, langsung berlari ke arah lara seraya memeluk gadis itu memberi semangat, ia tidak tega pada lara yang di acuhkan oleh farel.
"Emmm lar Lo udah makan? gw laper ni makan yokk gw traktir deh"tawar Felia mencair kan suasana yang sedari tadi hanya di isi dengan keheningan, karena di kelas pun sangat sepi hanya ada 3 orang yang masih anteng dengan kursinya.
Lara melirik seraya berdehem sebagai jawaban lalu menggelenggang pergi dari hadapan felia, felia mendengus.
"LARA KO GW DI TINGGAL"teriakan yang berasal dari mulut cantik Felia mampu membuat ketiga temannya menegur dirinya.
"APA LO LIAT LIAT MAU GW COKEL TU MATA HAH"bentaknya, semua menunduk takut dengan ucapan Felia, karena Felia tidak pernah main main dengan ucapan nya, kemarin saja gadis itu telah membuat kepala Joko menjadi Avatar karena telah mengusik dirinya.
"ALARAAAAA IH TUNGGUIN"teriaknya lagi.
Lara berdecak kesal seraya menghentikan jalan nya, mulut Felia memang harus ia sumpah dengan lem.
"Berisik"ucap lara saat Felia telah sampai di hadapan nya.
"Abisnya gw main tinggal aja di panggil juga ga nyaut tuh"
Di kantin dapat lara lihat di ujung sana farel sedang bersama lira, sejak tadi tawa keduanya tidak pernah terhenti, lira memang sekarang sudah pindah ke sekolah nya, dengan alasan ingin berdekatan dengan lara terus.
"Emmmm lar pindah aja yok ke warung di depan Sono di sini kayaknya udah nggak ada tempat lagi deh"ucap felia.
"Masih ada kok, tuh Deket farel yok ke sono"ucapnya seraya menarik tangan felia.
Sesaat setelah sampai di meja farel, lira melirik seraya tersenyum kepada lara dan Felia.
Dengan senyuman yang mengembang lira berkata "Eh lara sini duduk sebelah aku kita makan bareng bareng yaa"
"Emmm el boleh?"tanya lara sebelum duduk
"Ga-"ucapannya terputus kala mendengar ucapan dari lira
"Aishhh lara farel juga ngebolehin dong sini duduk aja gpp iyakan rel?"
Farel hanya mengangguk sebagai jawaban.
Lara yang sudah tau jika farel ingin mengatakan tidak boleh pun hanya tersenyum pedih, niat duduk di meja yang sekarang mereka tempati pun ia urungkan.
"Emmm ga deh lir gw mau balik ke kelas aja ya ga fel"tanya lara pada Felia sesaat kemudian dirinya terkejut kala gadis itu tengah memakan mie ayam beserta beberapa anak baso?.
"Ntar dulu lara sini makan dulu ah gw baru aja mau makan masa mau di tinggal, tungguin bentar aja ya"ucapnya
"Lo abisin aja dulu gw duluan, emm el lir gw duluan ya bye"ucapnya seraya berjalan menuju pintu keluar.
Felia berdecak, serlera makan nya jadi berkurang karena lara pergi begitu saja, ini semua karena ratu ular itu.
Ia melirik lira tajam, mengisyaratkan bahwa bendera perang akan ia tancapkan untuk alira malvina alifa.
Gadis dengan rambut di urai nya itu tengah menangis di bawah pohon mangga tepatnya taman belakang sekolah.
"Sekecewa itu Lo sama gw el?"gumamnya.
Ia akui bahwa ia menyukai farel, ia sakit hati dengan semua nya terutama lira.
Felia yang baru saja menemukan lara langsung menghampirinya seraya memeluk erat tubuh bergetar nya lara.
Ia tahu ini pasti sakit, apalagi ini cinta pertama nya, ia tahu betul hidup lara bagaimana.
"Stttt udah dong nangis nya"ucap Felia seraya mengelus punggung lara
"Hiks...fell gw harus gimana"
"Sttt udah udah eh gw punya kejutan nih buat lo"ucapnya
"Apa?"tanya nya
Felia mengeluarkan handphone dari sakunya tangan lentik nya dengan lincah mengotak atik handphone tersebut sampai...
"Nihh liattt"tunjuk nya, di sana dapat lara lihat dua ekor kucing berwarna hitam putih.
Matanya berbinar kala melihat kucing tersebut, tangis nya telah berubah menjadi senyuman.
"L-lo dapet dari mana? Kenapa ga di bawa?"tanya nya
"HEHH MASA IYA GW BAWA KUCING KE SEKOLAH?"sewot nya
"Jehhhhhh biasa aja kali gausah ngegas, btw emmmm itu punya Lo kan?"
Felia geram, tidak mungkin kalo bukan punya nya dua kucing itu berada di rumah nya tanpa di antar pemilik? ya walau memang kucing bisa jalan, lalu keranjang nya? mustahil jika kucing mendorong keranjang tersebut sampai ke rumahnya.
"IYAA ALARA MALVINA ALIFA"geramnya.
"Nanti buat Lo satu yang warna putih, y-yayaya?
Lara tersenyum seraya mengangguk ia pastikan jika ia di rumah nya tidak akan kesepian lagi karena akan ada penghuni baru.
"Aaaa sayang Felia, makasihh yaaa"ucapnya seraya memeluk erat Felia, saking erat nya Felia hampir mati di pelukan lara
"E-emmm larr pengap hehe"
Seketika lara melepaskan pelukannya seraya menyengir
"Hehe ya maaf, emmm yaudah ke kelas yok"
"Nah gitu dong senyummmmmmmm, jangan kayak dinding, datar"ucapnya.
Sedetik kemudian mereka tertawa seraya berjalan ke arah kelas, di koridor jalan nya terhenti kala melihat farel dan lira merangkul satu sama lain.
Felia menggelitik perut lara sampai lara harus mengejar Felia ke kelas, ia melupakan farel yang sedang merangkul satu sama lain.
Felia sengaja mengubah suasana lara yang hampir kembali murung kala melihat lira bersama farel.
"IHH FELI SINI LO YAA"panggil lara berteriak.
"GAMAU WLEKKKKK"
"SINI GA LO"ucapnya terus berlari sampai akhirnya.....
Dughhh
"AKHHH....ga sakit?"ucapnya seraya mendongak "f-farelll???"
To be continue....
Typo kasih tau aku ya!.
KAMU SEDANG MEMBACA
TWINS WITH DIFFERENT FATE [On Going]
Romance(FOLLOW SEBELUM BACA!). Plagiat out aja dari lapak aku!!. 🍭🍭🍭🍭 Alara malvina Alifa gadis cantik yang selalu mengalah kepada kembaran nya Alira malvina alifa. kedua orang tuanya selalu mengutamakan alira karena mengira bahwa lira lah yang mempuny...
![TWINS WITH DIFFERENT FATE [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/307962128-64-k608049.jpg)