Hai hai
Ketemu lagi sama si twins😾🍭.
Menatap jam dinding menunjukkan pukul 09:15 alara melirik ke arah felia, dimana gadis itu tengah memainkan benda persegi berlogo apel terbelah, ia sedari tadi senyam senyum tidak jelas, ntah apa yang membuat gadis itu menjadi orang gila dadakan "heh, lo gila? Dari tadi senyum senyum, liat apa si?"
"Kepo lo" jawab felia seraya kembali melanjutkan aksinya, alara bergidik melihatnya
"Ishhh liat coba"
"Terus? Gw yang harus samperin lo ke situ gitu?"
"Cihhh, jadi orang gila dadakan, mampus lo" ucap alara seraya berjalan menghampiri felia
Alara lantas terkejut kala melihat apa penyebab nya gadis itu terus tersenyum, pasalnya wanita itu tengah bercanda bersama alvin, ia tersenyum menggoda ke arah felia "cie feli, cie"
"Ishh lara apaansi"
Pipi nya terlihat memerah, blushing? Ya gadis itu blushing, felia menyembunyikan muka nya dengan guling yang jadi tampaan nya sedari tadi "lah? Blushing, haha feli nya lara udah gede haha" ucap alara, tertawa ngakak
"Larr, diemm ishhh"
"T-tapi, eh haha" tawa nya lagi kala melihat wajah felia makin memerah karena pesan dari alvin
"AAAAAA LARA DIEMM"
BRUKKK
"SAYANG KENAPA HEI?"
keduanya tergelonjak kaget kala pintu kamar di buka dengan kencang, dan menunjukkan kedua orang felia, menatap mereka datar "mama kira kenapa"
"Mama kapan pulang?" Tanya felia seraya menyalimi tangan mamanya, begitupun alara
"Loh, lara? Hei ko jarang ke sini? Mama kangen tau sama kamu, oh ya kebetulan kamu ada di sini, nih mama bawain oleh oleh buat kamu" ucap mama felia, seraya memeluk alara erat, melupakan felia yang nampak kesal terhadap nya, ya memang alara menyebutnya dengan sebutan mama, itupun permintaan dari keduanya, nyonya kaila, dan tuan egi.
"I-iya ma, emm sesak hehe" tante kaila lantas melepas pelukannya, ia melebarkan senyumnya seraya memberikan paper bag yang ntah apa isinya
"Anak nya di lupain ni?" Sindir felia cemberut, kaila yang menyadari lantas langsung beralih ke arah felia, memeluk nya erat, menyalurkan rasa rindu nya yang tertahan dua hari belakangan ini.
"Aaa sayang, mama kangen banget huhu" ucapnya, matanya menatap dalam mata felia, Sedetik kemudian ia menarik hidung mancung yang sedari tadi sudah menjadi sasaran nya (kebiasaan)
"Oh ya, kalian udah makan? Kalo belom ayo makan, mama abis belanja tadi, tinggal masak, mau bantu?" Tanya nya, tanpa menunggu jawaban dari keduanya tante kaila langsung menarik begitu saja tangan alara serta felia
Keduanya mendengus kesal, pasalnya felia yang sedang asyik asyik nya saling lempar pesan dengan alvin, serta alara yang memang sedang mager, namun? Keduanya bisa apa selain menuruti?
"Mau masak apa?" Tanya alara kala melihat banyak sekali bahan masakan yang mama nya keluarkan
"Kesukaan kamu, mie ayam spesial, dan felia, ayam geprek, terus, papa kalian pengen rendang sama tahu goreng, jadi mama keluarin belanja yang udah mama susun tadi" ucapnya menjelaskan..
Felia manggut manggut "feli boleh request ga ma?" Tanyanya tersenyum "tentu" jawab mama kaila
"Feli mau makan ular cobra, tapi harus mama yang nangkep"
Sontak alara dan tante kaila membulatkan matanya terkejut, felia ingin membunuh mamanya?
"HEHHHH" gertak kedua nya, felia cengengesan ia mengangkat tangan nya menunjukkan dua jari nya ✌️ "becanda, hehe" ucapnya, masih dengan kekehan dan cengiran yang ia perlihatkan
"Kamu ini ya" sesegera mungkin tante kaila beserta alara mengejar felia, menggelitik gadis tersebut hingga tersungkur di bawah dengan memegangi perutnya
Alara tersenyum, senang rasanya melihat felia yang mendapatkan keluarga cemara, tidak seperti nya.
Iri? Tentu ia sangat iri, andai ia jadi felia, ia pasti akan memegang gelar anak paling bahagia.
"Hayolooooo" tawa alara kala melihat tante kaila makin brutual menggelitik tubuh felia
"Ahhaha, a-ampunnn, haha" ucapnya terus menerus, merasa kasihan, tante kaila menghentikan ulahnya "jangan macem macem sama mama" ucapnya seraya beranjak, namun mulutnya tak henti henti mengeluarkan tawa nya
"Ada apa si, ribut ribut?" Papa egi datang seraya bertanya, pasalnya ia yang sedang menonton tv merasa terganggu dengan gelak tawa yang berasal dari dapur, ia melangkah kan kakinya, menanyakan ada apa di dapur?
"Itu pah, anak mu, minta mama nangkep ular cobra, terus mama masak buat dia makan" papa egi sama hal nya dengan alara dan tante kaila, ia membulatkan matanya terkejut, apa katanya? Ular? Istri nya yang nangkap? Wahhh, felia memang anak durjana ia memelintir kuping felia
"Hayooooo, papa main kekerasan sama feli" ucap felia, dengan tangan yang menunjuk nunjuk muka papahnya
Papa egi lantas melepaskan lintiran dari telinga felia, ia mengelus elus kuping tersebut, "jangan aneh aneh, gih buru masak, papah udah laper" Ucapnya dengan di akhirin kecupan di kening felia
"Yaudah, ayo buruan kita masak" ajak alara
"Ayo, ma ini bawang nya di apain? Masa di geprek?"
"Ga perlu sayang, itu mau mama blender aja, sini"
"Ara tolong potong dadu kentang itu nak"
"Oh- ya ma, semua ni?"
"Iya sayang"
Kurang lebihnya satu jam berada di dapur, memasak makanan yang di pesan oleh sang pembeli, eh.
Ketiga nya menaruh semua makanan nya di meja makan, memanggil papa egi untuk segera datang dan menuntaskan makan malam nya
"Wahhh enak ni"
"Iyalah, anak anak aku ni yang masak, yakan sayang?"
"Oh tentu dong, mama cuma liatin sama nyicipin doang tau pa" sontak mata mama kaila melotot ke arah felia, ah anak itu sangat sangat ngeselin "hehe becanda maa" ucap felia
"Udah udah di makan, nanti keburu dingin, kan ga enak"
"Nah sini ra, duduk samping mama" ajak tante kaila
Ke empat nya makan dengan lahap namun tidak rakus, tenang saja mereka sudah melapalkan doa sebelum makan, di pimpin oleh sang kepala keluarga, papa egi!.
"HUAHHHH KENYANG" ucap felia berteriak, ia menyengir saat semua orang menatapnya, papahnya kembali menegur kebiasaan anaknya itu
"Alhamdulillah sayang, ga baik habis makan teriak teriak gitu" jengah papa egi, menegahi
"Hehe iya ma, yaudah feli mau ke kamar, bye bye mwahh, jangan kangen feli ya?" Ucap nya, semua bergidik ngeri melihat felia
"Yaudah ma, alara mau beresin ini dulu"
"Ga perlu sayang, ini biar mama yang beresin, gih sono susul felia di atas"
"Nhgak ma, biar ara aja yang beresin"
"Sayang!"
Alara menghembuskan nafas nya, jika mama kaila sudah berkata sayang hanya satu kalimat, itu artinya ia tidak mau di bantah
"Iya ma, lara susul felia di kamar"
"Nah, mama gamau kamu kecapean sayang, gih sono, istirahat"
Alara mengangguk kan kepalanya seraya berjalan pergi dari wilayah dapur.
TO BE CONTINUE
AAAAAA SORY HUAAAAA KETIDURAN PAS NULIS INI SEMALEM😔
gimana gimana?
Kasian ya alara? Dia pasti iri banget sama felia
SPAM VOTE DI SINI😾
PENCET BINTANG NYA OKEY?
👇👇👇
KAMU SEDANG MEMBACA
TWINS WITH DIFFERENT FATE [On Going]
Romantik(FOLLOW SEBELUM BACA!). Plagiat out aja dari lapak aku!!. 🍭🍭🍭🍭 Alara malvina Alifa gadis cantik yang selalu mengalah kepada kembaran nya Alira malvina alifa. kedua orang tuanya selalu mengutamakan alira karena mengira bahwa lira lah yang mempuny...
![TWINS WITH DIFFERENT FATE [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/307962128-64-k608049.jpg)