22.tidak tahu arah

29 15 2
                                        

Happy reading

Gelap sunyi itu yang alara lihat di mana dirinya terbangun di tempat seperti ini, di mana dirinya?
Tak lama lampu menyala memperlihatkan semua isi dalam kamar yang ia tempati, kamar ini bersih di hias bak kamar pengantin bunga mawar merah berserakan di mana mana namun ranjang yang berantakan membuat nya berpikir keras, matanya tertuju pada tujuh botol wine yang sudah kosong.

Pikiran nya kemana mana, ia takut berada di ruangan seperti ini, siapa yang sudah membawa dirinya ke tempat yang mungkin bekas....?

Tak lama dirinya dapat mendengar suara langkah kaki yang berjalan ke arah nya, matanya memincing saat pintu di buka menunjukkan seorang wanita berpakaian seksi dengan rambut acak acakan serta resleting yang masih terbuka, wanita itu tidak asing di penglihatannya seperti..

"ALIRAA LO?"

"Iya gw kenapa, kaget lo?" Tanyanya seraya berjalan ke arah sofa yang berada di sudut kamar tersebut.

Alara memperhatikan alira yang sedang meneguk wine yang ia dapatkan di bawah meja, alara yang melihatnya pun terkejut mendapati alira sudah seperti bukan alira yang ia kenal.

Alira memang nakal licik serta kejam tapi ia tidak berpikir bahwa kembaran nya itu seperti ini di belakang dirinya.
Apakah kedua orang tua nya mengetahui hal ini?.

Alara masih terdiam memperhatikan alira yang sudah memimun empat gelas wine.
Ia meneguk ludah nya kasar "lir lo-"

"Iya gw, ngapa si lo, lebay amat"

"Maksud lo?"

"Mau?" Ucapnya seraya menyodorkan satu gelas yang sudah berisi wine di genggaman nya.
Alara tidak menjawab, ia hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak mau, dirinya masih sangat terkejut dengan semua yang alira tunjukan.

"Mama papa"ucapan alara langsung membuat alira menolehkan kepalanya ke arah dirinya, ia beranjak ke arah kasur yang sedari tadi alara duduki dann

Plakkkkkk..

"Kalo sampe mama papa tau dan itu karena lo, hidup lo gabakal aman lar, lo kira dengan lo tau semua nya lo bakal menang?"ucapnya menggantung seraya mendekat kan muka nya ke arah telinga alara"jangan harap"lanjutnya

Ia mencengkram kerah alara kuat dengan segera dirinya kembali menampar pipi alara dengan kuat.

"Lir??"panggil alara lirih

"Gausah so kaget deh, alay"sahut alira ketus

Keduanya bungkam, terdiam dengan pikirannya masing masing, tak lama pintu kembali di buka, memperlihatkan seorang lelaki dengan setelan hoondie hitam celana pendek hitam rambut acak acak an dan segelas wine di tangan kanan serta tangan kiri yang memegang botol wine.

Ia melirik alara seraya tersenyum mengedipkan sebelah matanya, dengan segera alara membuang muka ia pikir dirinya wanita apa?

Lelaki itu berjalan santai mendekati alira saat sudah sampai serta duduk tepat di samping alira, dirinya dapat melihat alira yang mengelus elus muka sang lelaki.
Siapa pria itu? Pikir alara.

"Lo ga percaya kan kalo ini gw?"ucapan yang berasal dari mulut alira membuat nya menolehkan kepalanya menghadap alira yang tengah menarik tengkuk leher lelaki yang di hadapan nya itu.

Alara memalingkan wajahnya tidak sanggup jika harus melihat yang seperti itu secara langsung di depan muka nya?
Yang alara pikirkan, apa yang alira mau dengan menculik nya seperti ini?

Dapat alara dengar keduanya nya tengah menghirup kan nafas dalam dalam, mungkin sudah selesai pikirnya.
"Eummm sayang bangett galiat kita ciuman"ucap alira seraya beranjak dari tempat nya menuju ranjang yang alira duduk kan.

TWINS WITH DIFFERENT FATE [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang