12.hilang.

58 42 7
                                        

Allow ges ketemu lagi sama author cantik gemoi imut😻(becanda elah)
Gimana hari raya idul Fitri tahun ini?
Gada niatan kasih aku kue?thr?🗿.

Yaudah langsung ke inti😻👇👇





Happy reading....



"IYA FELIA IYA"ucap lara kesal karena sedari tadi Felia tidak henti henti nya mengoceh untuk menjaga dirinya alasan nya sejak tadi gadis itu sudah memiliki firasat kalo bakal ada sesuatu yang terjadi pada sahabat nya itu.

"Lo tu kalo di kasih tau jangan iyi filii iyi"ucapnya kesal "gatau apa gw khawatir kalo sampe ada sesuatu yang tidak di ingin kan terjadi sama lo" ucapnya lagi seraya mencubit gemas telinga alara.

Alara tersenyum, ia bahagia memiliki sahabat seperti Felia, walau ia tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya, ia masih memiliki Felia untuk memberi nya kasih sayang kepada dirinya.

Alara memeluk Felia dari Samping seraya mengucapkan terimakasih tanpa henti.
Kedua nya larut dalam pelukan masing masing sampai tidak sadar jika bus nya sudah sampai ke tempat tujuan.

"Pelukan terossssss"sindir lira

Alara dan Felia tidak menggubrisi keduanya hanya melirik sekilas ke arah lira setelah itu mereka beranjak keluar karena menurut nya di dalam bus ini rasanya sangat panas.

Lira menggeram kuat pada keduanya, bisa bisanya ia di cuekin seperti ini? buat malu muka nya saja.

"Liat aja alara malem ini Lo bakal bersama dengan kegelapan"batin lira.

Semua nya sudah kumpul pada tempat yang sudah di beritahukan dimana letaknya, dapat lara lihat seluruh guru tengah berjalan kedepan untuk memimpin jalan mereka.

"SUDAH SIAP SEMUA?"tanyanya.
"SUDAHHH"

Guru guru tersebut nampak tersenyum dengan segera mereka melapalkan doa terlebih dahulu agar mereka insyaallah bisa selamat sampai tujuan..

"BAIKLAH JIKA ADA SESUATU HARAP LANGSUNG LAPOR PADA PIHAK KEAMANAN, JANGAN ADA YANG MEMENCAR, KARENA SEDARI DI PERJALANAN KITA DI TURUNKAN HUJAN MEMUNGKINKAN JALAN MENUJU PUNCAK AKAN LICIN, HARAP BERHATI HATI, PAHAM?"suara menggema berasal dari mikrofon tersebut mampu membuat hampir seluruh murid mengangguk mengiyakan.

"BAIKLAH JALAN SEKARANG, INGAT PESAN BAPAK TADI"setelah mengatakan hal tersebut semua nya berjalan beriringan dengan hati hati mereka sudah siap menginjak kan kaki nya ke puncak gunung tersebut.

Di saat seluruh murid sudah hampir semua berjalan, alira dan elena masih tetap pada tempatnya tanpa niat ingin ikut berjalan juga, mereka masih memikirkan bagaimana caranya agar alara mau jalan bersamanya.

"Malem"ucap lena tiba tiba
"Hah?"bingung lira, Lena rasanya ingin memblek kepala lira, mengapa dirinya sebodoh ini di situasi yang tepat?

"Nanti malem kan semua murid di suruh nyari kayu buat api unggun, nah di situ kita gunain si lara ?"ucapnya menaik turunkan alis nya.

Alira tersenyum, ide bagus pikirnya, ia mengangguk antusias seraya berteriak mengalihkan perhatian anak anak, dengan cepat ia merubah ekspresi nya se jutek mungkin saat beberapa orang menatap nya sinis, tak lama datang dua orang lelaki dengan tag nama tegar dan ridwan.

"Kalian kenapa masih di sini?"tanyanya

"Ga liat tuh anak anak yang lain udah jalan ke atas?"tambah nya lagi.

Alira dan elena menyengir, kedua nya dengan cepat berlari meninggalkan amukan yang mungkin sebentar lagi akan keluar dari kedua lelaki tersebut, mungkin mereka anggota keamanan karena baju khusus yang mereka kenakan.

TWINS WITH DIFFERENT FATE [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang