Hallo ges, sebelumnya aku minta maaf karena udah buat kalian nunggu:).
Ke inti aja ya?
HAPPY READING
"Alvinnn?"
"Hm?"
"Ngapain di sini?"
"Jemput lo"
"Hah?"
"Gw pikir kuping lo masih berpungsi"
"Ishhh avinnn" Alvin terkekeh mendapati alara yang tengah kesal padanya. Tangan nya terulur menarik hidung mancung alara, alara mendengus, ia mengembungkan pipi nya hingga terlihat seperti bakpao.
"Ayo naik"
"Hah?"
"Oke sepulang sekolah kita periksa kuping lo"
"Ish, kuping gw ga bermasalah yeee!!"
Alvin tidak menjawab, ia menarik tangan alara untuk naik ke jok belakang nya, seketika alara paham dengan yang alvin maksud, ia memakai helm yang alvin berikan tadi, lalu manaiki motor sport milik alvin.
"Ra, lo semalem baik baik aja kan" seketika alara menolehkan kepalanya ke arah spion, ia menatap pantulan dirinya di hadapan sana.
Merasa tidak mendapati jawaban dari alara, alvin terdiam, ia rasa pertanyaan nya menyinggung perasaan alara.
"Oh iya lo udah sarapan?"
"Hahh?"
"Lar, lo perlu periksa kuping lo sepulang sekolah, okey?"
"Lo ngomong apa si?"
"LO UDAH SARAPAN BELOM?" ucap alvin ngegas
"GW BELOM SARAPAN" jawab alara, tak kalah ngegas
"Yaudah mau sarapan apa?" Alvin menanyakan makanan apa pada alara padahal posisi nya masih berada di jalanan, kenapa tidak di kantin saja? Pikir alara
"Tar aja, mesen nya di kantin, kalo mesen di sini, gabakal kedengeran sama penjual nya" ia mengucap kan itu membuat alvin yang mendengarnya terpojok, untuk apa coba ia menanyakan hal bodoh? Tapi itu bukan hal bodoh bukan?
Motor sport hitam milik alvin sudah memasuki pekarangan sekolah, ia memarkirkan motor nya dengan benar, selepas itu ia melirik ke arah alara, di mana gadis itu tengah kesusahan membuka helm yang ia pakai.
Tanpa gugup atupun canggung, tangan kekarnya membantu alara untuk membuka helm yang menurutnya sangat gampang.
Dari kejauhan farell yang saat itu memperhatikan keduanya, mengepalkan tangan kanan nya, ntah apa yang terjadi padanya hingga ia merasa hawa nya sangat panas.
"M-makasih" ucap alara, berterimakasih
"Iya"
"Ayo"
"Hahhhh?"
"Sekarang gantian, lo yang harus periksa kuping ke dokter"
"Dih? Emang kuping gw kenapa?"
"Gatau, udah ga berpungsi mungkin" selepas mengatakan itu ia ingin berlari namun ia menginjak tali sepatunya sendiri, hingga membuat dirinya hampir terjatuh..
Akhhh..
Happp
Ntah cerobah atau kebiasaan tali sepatunya alara tidak pernah terikat kencang, hingga membuat gadis itu akan terjatuh, dan parahnya kali ini ia terjatuh dan berada di atas tubuh alvin?
Satu menit lamanya mereka bertatapan, mungkin karena badan alara yang alvin tarik kencang membuat tubuh alara menubruk nya hingga terhuyung ke belakang dan membuat keduanya terjatuh dengan posisi sedikit intim.
KAMU SEDANG MEMBACA
TWINS WITH DIFFERENT FATE [On Going]
Romance(FOLLOW SEBELUM BACA!). Plagiat out aja dari lapak aku!!. 🍭🍭🍭🍭 Alara malvina Alifa gadis cantik yang selalu mengalah kepada kembaran nya Alira malvina alifa. kedua orang tuanya selalu mengutamakan alira karena mengira bahwa lira lah yang mempuny...
![TWINS WITH DIFFERENT FATE [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/307962128-64-k608049.jpg)